TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran Yang berbasis Komputer

Teknologi Berbasis Komputer
Merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Teknologi ini berbeda dengan teknologi lain karena menyimpan informasi secara elektronis dalam bentuk digital bukan sebagai bahan cetak/visual dan ditampilkan melalui tayangan di layar monitor. Beberapa jenis aplikasi komputer biasanya disebut Computer Based Instruction (CBI), Computer Assisted Instruction (CAI), atau Computer Managed Instruction (CMI). Pengaplikasiannya dapat bersifat tutorial, dimana pembelajaran utama diberikan: latihan dan perulangan untuk mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari, permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengethauan yang baru dipelajari, dan sumber data yang memungkinkan pemelajar mengakses sendiri. 

Teknologi komputer baik perangkat lunak maupun keras memiliki karakteristik sebagai berikut:

•       Digunakan secara acak disamping secara linier.

Teknologi cetak dalam Teknologi Pembelajaran

Teknologi Cetak Adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku dan bahan –bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Teknologi ini adalah dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa cetakan. Teks dalam penampilan komputer adalah contoh penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk cetakan, inilah yang merupakan teknologi cetak. 

Berikut karakteristik dari teknologi cetak/visual :

•         Teks dibaca secara linier, sedang visual direkam menurut ruang.

•         Keduanya biasanya memberikan komunikasi satu arah.

Strategi Pembelajaran Dalam teknologi Pendidikan

Strategi Pembelajaran
Menurut Reigeluth Strategi pembelajaran adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu pelajaran. Strategi pembelajaran meliputi situasi belajar seperti belajar induktif serta komponen proses belajar mengajar seperti motivasi dan elaborasi (dalam Seels, Barbara B, 1994:34).
Menurut Reigeluth (1983a) membagi strategi pembelajaran menjadi 2 variabel strategi:

•          Variabel strategi mikro adalah metode dasar untuk mengorganisasikan pembelajaran dalam suatu gagasan tunggal (yaitu sebuah konsep, prinsip yang tunggal dan sebagainya). Hal tersebut mencakup komponen strategi seperti definisi, contoh, latihan, dan bentuk sajian lain.

Hubungan Pendidikan Islam dengan Pendidikan Nasional

Hubungan pendidikan Islam dan pendidikan Nasional tidak dapat dipisahkan,keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Dalam hal ini dikaitkan dengan konsep penyusunan sistem pendidikan nasional tersebut. Suatu sistem pendidikan nasional harus mementingkan masalah eksistensi umat manusia pada umumnya dan elcsistensi bangsa Indonesia khususnya dalam hubungan masa lalu, masa kini dan ~emungkinan perkembangan masa depan.
Berdasarkan hal di atas dapat dikatakan bahwa suatu sistem pendidikan nasional tidaklah berlaku umum. Maksudnya adalah pola penyusunan sistem pendidikan nasional harus berdasarkan keberadaan umat manusia dan latar belakang sejarah bangsa masa lalu, sekarang dan masa depan.
Dalam laporan komisi pembaharuan pendidikan nasional dikatakan bahwa pengembangan bangsa merupakan kritena dasar dalam membangun suatu sistem pendidikan nasional dengan mewujudkan keselarasan, keseimbangan dan keserasian antara pengembangan kwantitatif dan pengembangan kwalitatif serta antara aspek lahiriah dan aspek rohaniah.

KEDUDUKAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Berbicara tentang kedudukan pendidikan Islam pada hakikatnya berbicara tentang status kekuatan objek tersebut dalam suatu sistem. Bagaimana status dan kekuatan objek itu dalam sistem tersebut. Dalam hal ini kedudukan pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional mempunyai hubungan yang sangat signifikan. Hal ini dikaitkan dengan konsep susunan sistem pendidikan nasional Indonesia itu sendiri, kemudian hakikat pendidikan dalam kehidupan beragama kaum muslim di Indonesia. 

Pendidikan Islam di Indonesia berlangsung dan berkembang sejak masuknya Islam pertama kali di Indonesia. Pendidikan yang berlangsung pada masa awal perkembangan terselenggara secara sistematis dan tidak dalam pendidikan formal, akan tet;api pendidikan yang berlangsung pada masa awal hanya bersifat informal dan itupun dalam pelaksanaan da'wah Islamiyah.

Tujuan Dari Manajemen Pendidikan


Kerangka kerja manajemen pendidikan adalah bertolak dari prinsip suatu organisasi dibangun untuk mencapai tujuan tertentu dengan sejumlah aktivitas. Maka orientasi pengelolaan pendidikan adalah memaksimalkan pencapaian tujuan sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini penting untuk dicapai agar fungsi kelembagaannya menjadi efektif.

Menurut para ahli Tujuan manajemen pendidikan adalah diharapkan melaksanakan fungsi - fungsi dibawah ini :
  • Memajukan dan memengaruhi pengembangan pembagian visi dan perangkat sasaran yang sesuai terhada sekolah.
  • Mendorong dan mengarahkan pengembangan strategi dan rencana - rencana untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Pengertian Manajemen Pendidikan

Perhatian Manajemen pendidikan adalah tujuan manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya , keempat unsur tersebut menampakkan dirinya sebagai suatu sosial tertentu, yang sering disebut organisasi . Dengan demikian , daat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan adalah subsistem dari lembaga pendidikan itu sendiri yang unsur - unsurnya terdiri atas suatu organisasi , yaitu tujuan , orang - orang , sumber dan waktu.
Manajemen pendidikan adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dan atau usaha bersama untuk memberdayagunakan semua sumber secara efektif, efisien dan rasional untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Pengelolaan Pendidikan

Ada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya manajemen yang baik bagi pelaksanaan berbagai kegiatan untuk mencapai kualitas lembaga pendidikan atau sekolah yang efektif . Karena banyak institusi besar yang memiliki ratusan pegawai , ribuan murid dan anggaran yang diperlukan mencapai milyuran rupiah yang harus dikelola.Manajemen yang baik merupakan hal yang esensial bagi semua sumberdaya yang ada untuk dapat difungsikan dan memberikan pengaruh secara maksimal dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan. Dengan kata lain , pentingnya manajemen efektif sangat signifikan bagi keberhasilan murid dan pelajar dalam semua jenis dan jenjang lembaga pendidikan.
Proses perencanaan dalam manajemen ialah suatu tindakan mendeterminasi sasaran - sasaran dan arah tindakan yang akan dilalui. Tindakan perencanaan  diikuti oleh proses pengorganisasian sebagai suatu tindakan perencanaan diikuti oleh proses pengorganisasian sebagai suatu tindakan mendistribusikan pekerjaan pada kelompok yang ada dan menetapkan serta merinci hubungan yang diperlukan setelah itu dilakukan proses menggerakkan yaitu upaya merangsang atau mendorong anggota , kelompok /organisasi untuk melaksanakan tugas mereka dengan kemauan secara suka rela dan secara antusias .

Hari Pendidikan di tanggal 2 mei

Hari pendidikan di tanggal 2 mei , kenapa dipilih tanggal tersebut ?? mari sekarang sama - sama kita kupas asal usul nya.
Semua ini berawal dari sosok yang bernama Ki Hadjar Dewantara

Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun. selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.

Guru dan Hari pendidikan

Hari ini adalah hari pendidikan ,tepatnya jatuh di setiap tanggal 2 mei semua warga indonesia merayakannya sebagai hari pendidikan.
Kalau kita bicara tentang pendidikan pasti tidak lepas dengan beberapa hal ini yaitu : sekolah , guru, murid dan proses belajar mengajar .
Sebelum kita bahas tentang asal usul kenapa kok bisa tanggal 2 mei ini di sebut hari pendidikan, saya di artikel ini akan mencoba membahas tentang gimana sih guru yang harusnya ada di bidang pendidikan di negara indonesia tercinta ini.Karena dari guru lah akan tumbuh bahkan terbentuk generasi - generasi penerus bangsa yang ahli di setiap bidang - bidang ilmu pengetahuan dan dapat membangun negara tercinta kita ini di masa depan.
Super teacher itu lah yang harus ada dalam setiap jiwa seorang guru ,sosok guru yang  di hormati oleh murid dan orang sekitar, di segani oleh murid dan lingkungannya, serta dicintai oleh murid dan semua orang karena tanpa ada aturan yang ada tertulis pun seoarang guru itu pasti dijadikan contoh oleh masyarakat sekita kalisn dalam istilah bahasa jawa adalah Guru iku digugu lan ditiru ( guru itu di jadi kan panutan dan contoh ).

Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah

Tujuan Manajemen berbasis sekolah Adalah meningkatkan efisiensi, mutu , dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada , partisipasi masyarakat , dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu di peroleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah , peningkatan profesionalisme guru,adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol serta hal lain yang dapat menumbuhkembangkan suasana kondusif.
Adapun Departemen Pendidikan Nasional mendeskripsikan bahwa tujuan pelaksanaan MBS adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan ini siatif sekolah dalam mengelola serta memberdayakan sumber daya yang tersedia dengan :Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua , masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya serta meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan di capai.

Manajemen Berbasis sekolah

Manajemen Berbasis Sekolah adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan memperbaiki kualitas secara terus menerus .Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakekatnya adalah penyerasian sumberdaya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
sedangkan secara bahasa , manajemen berbasis sekolah berasal dari 3 kata , yaitu manajemen, berbasis dan sekolah. Manajemen adalah proses menggunakan sumber daya  secara efektif untuk mencapai sasaran.Berbasis memiliki kata dasar basis yang berarti dasar atau asas.Sedangkan sekolah berarti lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberi pelajaran.berdasarkan makna leksikal tersebut, maka manajemen berbasis sekolah dapat di artikan sebagai penggunaan sumber daya yang berasaskan pada sekolah itu sendiri dalam proses pengajaran atau pembelajaran.

Misi Desentralisasi Pendidikan

Misi dari Desentralisasi pendidikan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan, meningkatkan pendayagunaan potensi daerah , serta terciptanya infrastruktur kelembagaan yang menunjang terselenggaranya sistem pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman , seperti terserapnya konsep globalisasi , humanisasi ,dan demokrasi dalam pendidikan . Penerapan demokratisasi dilakukan dengan mengikut sertakan unsur - unsur pemerintah setempat ,masyarakat dan orang tua dalam dalam hubungan kemitraan dan menumbuhkan dukungan positif bagi pendidikan.Kurikulum dikembangkan sesuai kebutuhan lingkungan,hal ini tercermin dengan adanya kurikulum lokal.Kurikulum yang disusun juga harus mampu mengembangkan kebudayaan daerah dalam rangka mengembangkan kebudayaan nasional .
Proses belajar mengajar menekankan terjadinya proses pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran lingkungan yaitu memanfaatkan lingkungan , baik fisik maupun sosial sebagai media dan sumber belajar , mencerdaskan kehidupan bangsa, serta alat pemersatu bangsa.

Desentralisasi Pendidikan

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia .Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan telah banyak dilakukan oleh pemerintah,namun memang pada kenyataannya upaya tersebut belum cukup berarti dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Faktor - faktor penyebab kekurangberhasilan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan antara lain karena strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input -orient-ed serta pengelolaan pendidikan yang sentralisasi dan macro oriented , dimana semua diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat.Pola pembinaan pendidikan demikian kurang efisien dan kurang memberikan peluang kepada pihak sekolah untuk melakukan pemberdayaan diri ke arah kemandirian sekolah.
Agar sekolah dapat di berdayakan secara optimal , sekolah perlu di berikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri potensi dirinya sesuai dengan kondisi - kondisi objektif di dalamnya dan sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi pendidikan.

Saatnya menata Ruang Kelas

Ruang Kelas yang kondusif dan menyenangkan itu sangat perlu.Belajar merupakan respon atas segala stimulus yang diterima oleh si pembelajar . Semakin banyak stimulus yang masuk maka semakin banyak peluang belajar terjadi pada diri siswa, demikian pula sebaliknya.
Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat belajar. Belajar bukan hanya menerima pidato guru tentang bahan ajar, melainkan pula melalui pesan lingkungan yang diterima sistem saraf otak. Bahkan belajar melalui segala peraga yang ada dijauh dapat dengan tiba - tiba menyalakan jalur saraf seperti nyalanya kembang api di malam hari.

Banyak hal yang dapat kita hidupkan di lingkungan sekolah :
  • Nilai sebuah halaman sekolah , Pada waktu istirahat sekolah banyak anak nongkrong di jalan dengan melihat segala sesuatu yang bukan dalam setting edukatif . Sebaliknya sekolah menyiapkan alat - alat permainan dan sejumlah jenis permainan yang bisa dinikmati anak pada waktu istirahat.

Saat Guru mengelola kelas

Kelas merupakan suatu lingkungan belajar yang diciptakan berdasarkan kesadaran kolektif dari suatu komunitas siswa yang relatif memiliki tujuan sama.Pengelolaan kelas mengarah pada peran guru untuk menata pembelajaran.Secara kolektif atau klasikal dengan cara mengelola perbedaan - perbedaan kekuatan individual menjadi sebuah aktivitas belajar bersama.
Jadi sebenarnya menurut para ahli bahwa dalam pengelolaan kelas ada beberapa variabel yang perlu untuk dikelola secara sinergik , terpadu dan sistemik oleh guru, yakni : 
  • Ruang kelas , yakni menunjukkan batas lingkungan belajar
  • Usaha guru, tuntutan adanya dinamika kegiatan guru dalam mensiasati segala kemungkinan yang terjadi dalam lingkungan belajar

Teknik Umpan Balik Dalam Proses Belajar Mengajar

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang terjadi antar guru dan murid untuk mencapai tujuan.Suatu tujuan belajar mengajar yang terjadi karena usaha guru, sering dinamakan instructional effect, bisanya berupa pengetahuan dan keterampilan.Sedangkan tujuan yang merupakan pengiring karena usaha atau potensi murid , seperti faktor kecerdasan , berfikir kritis dan kreatif disebut nurturant effect. Kegiatan dua pihak tersebut memberikan umpan baik , baik bagi guru maupun murid.Umpan baik yang diberikan oleh anak didik selama pelajaran berlangsung ternyata sangat beragam , baik kualitas maupun kuantitasnya,tergantung dari rangsangan yang diberikan oleh guru.

Variasi Suara Dan sikap Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Suara guru memiliki peranan penting dalam melahirkan kualitas variasi mengajar.Karena itu , intonasi , nada , volume dan kecepatan suara guru perlu diatur dengan baik.Umpannya dalam melukiskan dan mendramatisasikan suatu peristiwa atau kata , guru mesti mengetahui kata atau peristiwa yang harus mendapat penekanan.

Jadi beberapa hal yang perlu di perhatikan guru , sebagai berikut :
  • Penekanan , penekanan dilakukan kepada beberapa peristiwa atau kata kunci dalam materi pelajaran yang tengah disampaikan agar siswa memahami aspek - aspek yang terpenting dari materi pelajaran yang diterimanya.

Ibu Kartini Pahlawan wanita Indonesia

Belajar dari sejarah semangat ibu kita kartini sang pahlawan emansipasi wanita Indonesia .Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini.
 Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua
Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Perlunya variasi dalam Mengajar Bagi guru

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses belajar mengajar adakalanya siswa ,bahkan guru mengalami kejenuhan. Hal ini tentu menjadi problem bagi tercapainya tujuan pembelajaran .Untuk mengatasi kejenuhan itu perlu diciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar yang bervariasi. Apabila guru mampu menghadirkan proses mengajar yang bervariasi kemungkinan besar kejenuhan tidak akan terjadi.

Kejenuhan siswa dalam memperoleh pelajaran dapat diamati selama proses belajar mengajar berlangsung seperti kurang perhatian , mengantuk , mengobrol dengan sesama teman atau pura - pura mau ke kamar kecil hanya untuk menghindari kebosanan.Karenanya , pengajaran yang bervariasi sangat urgen sehingga situasi dan kondisi belajar mengajar berjalan normal.

Komunitas Blog Guru Sosial Media