b04e4553e6938e992a380e93a6ff4c43dd63d0239f9acea4bd
TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Guru dan White Board Markernya

Anggapan seorang siswa terhadap keterampilan mengajar guru dan kualitas dari fasilitas belajar siswa berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Kesiapa guru dalam meningkatkan ketertarikan siswa pada proses pembelajaran menjadi harapan untuk meningkatkan kompetensi guru dan nilai jual sekolah di mata masyarakat. Hal di atas merupakan salah satu kata kunci untuk mengukur daya tarik masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak mereka. Saat ini para orang tua siswa lagi disibukkan dalam proses memasukkan anaknya pada sekolah favorit yang menjadi idaman dan targetnya. Bukan hanya orang tua, seorang guru dan sekolah saat ini juga mempersiapkan diri dan institusi pendidikan mereka dalam membenah, dari fasilitas hingga peralatan mengajar.
Saat ini sedikit sekolah yang berada di perkotaan masih menggunakan kapur tulis untuk guru menjelaskan di papan tulis. Dari segi kesehatan dan ketersediaan kapur tulis sudah banyak di tinggalkan oleh beberapa sekolah, khususnya di perkotaan, terlebih-lebih dengan kemajuan pembelajaran yang disebut-sebut berbasis teknologi 4.0. Berkaitan dengan peralatan guru mengajar di kelas, ada sebuah kesiapan yang harus di persiapkan seorang guru sebelum mengajar di kelas, yatu White Board Markernya. Terkadang seorang guru menganggap remeh terhadap alat tulis guru di kelas berupa White Board Marker, kendala yang sering ditemukan seorang guru (berdasarkan pengalaman ) terhadap White Board Markernya yaitu,

  1.          Bau aroma White Board Markernya sangat menyengat dan mengganggu.
  2.         Mengandung zat yang berbahaya, sehingga tidak disarankan bagi guru yang mengajar di tingat TK dan SD.
  3.         Kurang cerah ( kadar kehitaman White Board Markernya sangat pudar) sehingga siswa sangat terganggu dalam embaca tulisan seorang guru di depan kelas.
  4.       Warna yang tidak banyak tersedia, sehingga hal ini membingungkan guru untuk menjelaskan materi yang memerlukan aneka warna dalam gambar.
Dari keseruluh kendala yang kerap kali ditemukan dan dialami seorang pendidik dikelas yang paling dominan yaitu warna yang kurang jelas, sehingga cepat habis dan boros sehingga membutuhkan tindakan lebih, yang keseluruhan itu mengganggu dalam proses penyampaian pemahaman materi. Oleh karena itu solusi dalam mempersiapkan peralatan tulis dalam mengajar hendaknya terdapat unsur berikut:

  1.  Bau tidak mengengat
  2. Bebas zat berbahaya
  3. Bisa diisi ulang dengan sangat mudah. Cukup membuka tutup dan menuangkan isi tinta di dalam marker, tutup dan marker siap digunakan.
  4. Tinta lebih hitam dan sehingga bisa jelas terbaca dari jarak jauh sekalipun.
  5. Mudah dihapus.
  6. Ada warna hitam, biru, merah dan hijau
  7. Tersedia refill ukuran 15 ml
Dari keseluruhan rekomendasi di atas, saya hanya menjumpai pada merek Faber-Castell, dikarenakan Faber-Castell konsen terhadap peralatan tulis di dunia pendidikan ( tidak hanya pendidikan tinggi namun juga di pendidikan TK, SD, SMP dan SMA) maka mereka sangat konsisten memperhatikan kualitas mereka, sehingga aman untuk semua kalangan jenjang pendidikan. Selain White Board Marker,  Faber-Castell juga menyediakan beberapa peralatan tulis dan media mengajar lainnya, dan keseluruhan juga memperhatikan point-point di atas.

Untuk lebih lanjut silahkan cek https://youtu.be/AH301-SChTY

Model Pembelajaran Pakem

Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. PAKEM berasal dari konsep bahwa pembelajaran harus berpusat pada anak ( student-centre learning) dan pembelajaran harus bersifat menyenangkan (learning is fun), agar mereka termotivasi untuk erus belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tidak merasa terbebani atau takut
PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik.

Model pembelajaran pakem :

Tujuan Dari Belajar

Proses  belajar akan terjadi jika terjadi perubahan yang dialami oleh siswa melalui berbagai cara yang diajarkan. Hasilnya bisa perilaku yang baik atau sebaliknya. Karena itulah tugas pengajar harus dijalankan semaksimal mungkin untuk memberikan konsep teori belajar yang baik dan efektif agar hanya pengalaman baiklah yang didapatkan. Pengawasan dan bimbingan menjadi cara mutlak yang harus dilakukan.

Menurut Sadirman (2011: 26-28), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu:
  • Untuk Memperoleh Pengetahuan
Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan berfikir seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat kemampuan berfikir seseorang menjadi lebih baik.

Dalam hal ini, pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang, dan begitu juga sebaliknya kemampuan berpikir akan berkembang melalui ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dengan kata lain, pengetahuan dan kemampuan berfikir merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.

Komunitas Blog Guru Sosial Media