Diberdayakan oleh Blogger.

Sistem Informasi Sekolah yang Gak Logis

Hari ini berawal dari kunjungan Kasi Kurikulum dan Kabid Smk Kota  yang melakukan kunjungan ke Sekolah, perbincangan yang sangat hangat sehingga beralih kepada pembicaraan tentang sistem informasi sekolah.
Kasi kurikulum tidak mengetahui keberadaan saya sebagai pengasuh dari Komunitas Blogger Pelajar yang juga aktif memberikan solusi kepada sekolah-sekolah untuk mengadaka  sistem informasi sekolah.
Singkat cerita,Dinas Pendidikan di kota ini yang didelegasikan oleh Kabid Smk memberikan pemaparan tentang kerjasama antara universitas terkemuka  diSini dengan Kadin Kota ini serta salah satu profider seluler. Dalam sistem ini terdapatlah angka-angka yang cukup besar sebesar 40 Juta Rupiah.Sebuah angja yang tidak sedikit bagi sekolah-sekolah. Kelihatan dalam hal ini sekolah menjadi komediti.

Ujian Semester Genap SMK Namira

Ujian semester genap di SMK namira akan diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2015, oleh karena itu dihimbau kepada seluruh siswa untuk membaca dan mendalami seluruh materi pelajaran yg di berikan.
Untuk siswa kelas x dan xi Smk Namira,silahkan komentar di bawah postingan ini dengan memasukkan alamat email pada kolom komentar, yang bertujuan untuk dikirimkan ke alamat email kamu kisi2 materi ujian.
NB. 1.Email harus aktif dan cukup sekali masukkan alamat email di bawah postingan ini, dan akan tersembunyi sbb hanya saya yg mengetahui alamat emailnya. 

2. Komentar berakhir tanggal 23 ( jumat 2015. Pukuk 20.00 wib) dan Nama komentar harus diiringi kelas

3. Pengiriman kisi2 ke email dilakukan malam minggu (24 Mei 2015)

4.Kisi2 akan dikirim pukul 20.00 wib

Terima kasih

Guru Belum Sarjana akan Didik Ulang

Saat ini, jumlah pendidik di Kalteng mencapai 51.414 orang. Sedangkan yang sudah mengantongi ijazah S-1 ataupun D-IV baru 57,18%. Padahal UU nomor 14 tahun 2005 mewajibkan pendidik dan dosen minimal mengantongi ijazah S-1/D-IV. Jika tidak, maka pendidik terancam tidak bisa mengajar lagi.

[Gawat, Ribuan pendidik di Kalteng Terancam Tak Bisa Mengajar Lagi Karena Belum Sarjana! - sekolahdasar.net] Terdapat lebih dari 20.000 pendidik belum menembuh Sarjana 1. Kebanyakan dari pendidik-pendidik itu merupakan lulusan diploma atau D-II, disusul D-III , D-I, dan SLTA.

"20 ribuan pendidik ini merupakan pendidik-pendidik yang tercatat sebagai PNS dan tersebar di seluruh Kalteng," ujar staff PSKGJ FKIP Unpar Lim Helkon.

Tahun ini batas akhir pemerintah menjadikan semua pendidik harus lulusan Sarjana. Banyaknya pendidik tidak boleh mengajar di 2016 lantaran belum sarjana, membuat banyak sekolah terancam kekurangan pendidik.

Untuk antisipasi potensi kekurangan pendidik, Sekretaris Persatuan pendidik Republik Indonesia (PGRI) Kota Palangka Raya Jayani mengantisipasikan dengan program pendidik silang . Seorang pendidik boleh mengajar di sekolah berbeda.

"Yang pasti, sekolah diminta proaktif kalau memang kekurangan pendidik agar dinas pendidikan bisa menempatkan pendidik yang memang membutuhkan jam mengajar," jelasnya.

Ia menilai banyak yang belum sarjana dialami oleh pendidik berusia di atas 50 tahun. "Kita tidak bisa memaksakan mereka kembali sekolah. Lagi pula pemerintah juga memberikan kesempatan, bagi pendidik yang telah mengabdikan diri selama 35 tahun meskipun belum sarjana bisa mendapatkan sertifikasi," jelasnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber )

Komunitas Blog Guru Sosial Media