Minggu, 10 November 2013

Carut Marut Birokrasi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Ku

Awal informasi saya mulai dari pengurusan berkas bantuan yang diterima sekolah  dan mewajibkan membuat proposal yang ditanda tangani oleh pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota dimana berdomisili. Berangkat dengan proposal yang ingin ditanda tangani oleh Dinas Pendidikan Kota serta dengan informasi dari teman sejawat guru, agar menandatanginya kepada bapak si " Anu-S" Kepala Bidang di unit SMK dan SMA di Kota ini.
Berangkat dan ditemani oleh unsur yayasan, kami membawa keyakinan agar proposal yang dibawa akan ditandatangani. Sesampainya di Dinas Pendidikan, kami diharuskan dengan bawahan pak Kabid yaitu pak " Suka minta duit Proyek ", untuk menjumpainya, kami harus menunggu hampir 6 jam, setibanya beliau langsung memberikan muka musam seraya berkata" Kaliankan dari Sekolah  ini.... gak jelas kalian....tuntaskan dulu lagu lama, baru boleh dengarkan lagu yang baru..." Bapak ini pandai bermain silat lidah, dan pada intinya proposal tidak bisa ditanda tangani.
Tidak mati langkah, berkat ketekunan kami serta kesabaran kami, akhirnya setelah sholat Asyar, Sekretaris Dinas Pendidikan,menjumpai kami seraya berkata, " Say lihat dari tadi kalian disini, ada perlu apa?" dengan lemas dan kesal kami menyampaikan prihal kami dan beliau merespon dengan kata.. " kalau diganti nama saya akan saya tanda tangani segera, " Sipa pak... kami langsung merubah dan ditandatanganilah prposal itu.
Hikmah yang didapat yaitu, kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang manis, tergantung kesabaran kita, serta dinas pendidikan tidak semuanya PERAMPOK, namun tidak sedikit meperdaya guru - guru, PKS, serta kepala sekolah, ada yang disebut, " Uang laci, uang pengurusan, uang administrasi wajib dan uang - uang hantulaninnya. .
Pertanyaan untuk negeri ini, bagaimana kedepan dunia pendidikan, kalau orang-orang yang diamanahkan negara untuk melayaninya berprilaku BINATANG?
Cuman Tuhan dan Waktulah yang bisa menjawab. Kita hanya bisa mengusahakan untuk TIDAK MELAKUKAN HAL SERUPA SEPERTI MEREKA. Dalam Islam: kalau bisa dipermudah, kenapa harus di persulit,.

Senin, 05 Agustus 2013

Hikmah puasa dan lebaran tahun ini bersama orang tua

Ibadah Puasa pada perinsipnya memiliki arti yang sangat sakral pada keluarga kami, baik dalam rutinitas berbuka, taraweh dan tadarus di keluarga. Apalagi menanti moment yang sangat suci yaitu 'Idul Fitri atau lebaran.
Dengan puasa, dapat mempertemukan beberapa keluarga orang tua ( ibu dan ayah )dengan kakak dan adik menjadi satu keluarga besar yang saling betukar pendapat, saling memberi dan menerima, sehingga moment seperti ini yang selalu kami nantikan dari 12 bulan pada setiap tahunnya.
HIKMAH PUASA dan lebaran, akan selalu menyambung tali silaturahim orang tua, kepada seluruh keluarga, untuk sama-sama berbagi kepada yang berhak menerimanya, keindahan dengan keluarga merupakan moment dari hikmah puasa dan lebaran yang berjalan pada tahun ini.
Seorang yang telah menjadi tua, mestinya selalu berharap, agar keluarga berkumpul kembali, melakukan aktifitas amal ibadah Ramadhan yang akan terus terlaksana bagi keluaraga ini. Kesibukan dengan aktifitas kerja, banyaknya harta dan wewenang jabatan tidak akan menggantikannnya, bahkan untuk mencoba menghadirkan orang lain untuk menjalankan rutinatas keluarga ( pembantu ) tidak akan terbalas dengan hadirnya puasa kita langsung untuk merayakan moment yang menjadikan 1 bulan dari 12 bulan yang harus ummat ini jalani.
Dari keseluruhan hal di atas, menjadikan kita lebih dapat menghargai manusia yang telah melahirkan, membesarkan, hingga tumbuh dan berkembang, hingga dapat mewarnai keluarga. Hal - hal kecil di keluarga dalam melaksanakan aktifitas puasa dan lebaran akan menjadi pemersatu keluarga, yang lama disibukan dengan pekerjaan, dipisahkan jarak dan waktu, menjadi berkah keluarga dan orang tua.
Hikmah inilah yang akan ditunggu oleh seluruh keluarga di Indonesia selama bulan Ramadan ( puasa ) dan lebaran, yang akan berkunjung bersama orang tua, memberikan perhatian kepada orang tua, sehingga hal ini menjadi hikmah yang sangat berharga bagi mereka dalam menanti dan menjalankan ibadah puasa dan lebaran bersama.


Selasa, 30 Juli 2013

Nikmat Allah atas Moment-moment berpuasa bulan ini bersama orang tua.


Buka Puasa Bersama Keluarga
Selamat datang bulam Ramadhan, selamat datang datang bulan yang penuh barokah, bulan penuh magfiroh. Ramadhan merupakan bulan muliah dan yang ditunggu pada setiap tahunnya, kemuliaan bulan suci Ramadhan ini amatlah tinggi. Banyak ulama yang berdo’a pada yang kuasa semoga dipanjangkan umurnya, semoga ia disampaikan pada bulan Ramadhan. Selama enam bulan sebelum tibanya Ramadhan ini, seperti itulah do’a seorang ulama.
Mengunjungi makam Ibuku yang telah membesarkanku, yang telah menyekolahkanku, yang telah membimbingku hingga mereka berpulang ke Rahmatullah merupakan kebiasaan orang orang di daerah kami. Selalu mengunjungi pekuburan sanak saudaranya dan juga makam orang tuanya pada setiap akan tiba bulan Ramadhan. Itu sudah lama terbiasa di daerahku.
Tahun ini aku tidak merayakan Ramadhan dengan ibuku, hanya Bapakku yang selalu menemaniku dalam melakukan seluruh aktivitas ibadah di bulan yang suci ini. Hal ini tidak aku sia-siakan dalam membalas pengabdianku kepada orang tuaku. Selagi bulan penuh berkah, penuh hikmah, dan bulan yang seluruh amalan diberikan imbalan berlipat-lipat kali.
Aku tidak mau kehilangan ke dua kalinya dalam hidupku moment yang berharga, dalam usia orang tuaku yang hampir menginjak usia 75 Tahun, aku berikan pengalaman – pengalaman berharga, perlakuan dan pengabdian-pengabdian seorang anak yang menghargai orang tuanya di bulan yang penuh berkah dan rahmat.
Keterbatasan usia orang tua diakibatkan usia, yang mengakibatkan menurunnya produktivitas tubuh dalam melaksanakan kegiatan, menjadi kekurangan beliau disaat mengamalkan ibadahnya, disinilah peran aku dalam mengabdi dan membalas perlakuannya kepadaku, mengantarnya berangkat sholat taraweh, subuh dan membangunkannya untuk tahajud serta sahur bersama merupakan kenikmatan jiwa dan HIKMAH PUASA yang tidak bisa terkatakan.
Semoga kebahagian batin yang kurasakan pada Ramadhan kali ini, bukan kali yang terakhir untuk mengabdi kepada orang tua, aku berharap ada Ramadhan – Ramadhan yang akan datang diberikan Allah untuk dapat membalas budi kepada kedua orang tuaku.