TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Akhlak Seorang Guru

Adab guru adalah akhlak guru atau nilai-nilai yang mendasari keyakinan guru dalam berpikir dan bersikap. Ada lima adab yang harus istiqomah diamalkan guru sebagai pengajar maupun pendidik.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku telah diutus (oleh Allah) sebagai seorang pengajar.” (HR Ibnu Majah). Sebagai pengajar, Rasulullah SAW merupakan sosok yang bijaksana, melimpah kasih sayangnya, metode pengajarannya menyenangkan, ucapannya lugas dan jelas, cerdas, memiliki perhatian yang besar ke pada siapa saja muridnya.


Guru memberikan tauladan bagi murid tidak hanya sekedar apa yang keluar dari mulut, hanya kata dan teori, namun guru mencontohkannya dengan mengamalkan dan mewujudkan keteladanan akhlak karimah dalam kehidupan nyata seorang guru. Tauladan yang langsung dengan tindakan akan lebih kuat dan meyakinkan dari pada tauladan dengan kata-kata.

Syarat Menjadi Seorang Guru

Agama islam sangat menghargai orang - orang yang berilmu pengetahuan  ( guru / ulama ) , sehingga hanya mereka sajalah yang pantas mencapai taraf ketinggian dan keutuhan hidup.

Syarat Menjadi Seorang Guru, Anda mengetahui tentang penyataan ini kan " Guru itu di gugu lan ditiru ".
yang mana artinya Guru itu selalu di dengarkan nasihat and ajarannya serta selalu di contoh tindak tanduknya .Jadi jika anda berprofesi sebagai guru maka jadilah panutan di lingkungan sekitar anda .untuk menjadi seorang guru yang dapat mempengaruhi anak didik kearah kebahagiaan dunia dan akhirat sesungguhnya tidaklah ringan , artinya ada beberapa syarat - syarat yang harus di penuhi .

Dilihat dari ilmu pendidikan islam maka secara umum untuk menjadi guru yang baik dan diperkirakan dapat memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya hendaknya guru punya syarat - syarat sebagai berikut :
  1. Takwa ke pada Allah sebagai syarat menjadi guru, sejauh mana seorang guru mampu memberi tauladan baik kepada muridnya sejauh itu juga ia diperkirakan akan berhasil mendidik mereka menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan mulia

Belajar Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat Nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Indonesia yang sengsara karena penjajahan Belanda dan Jepang membuat beberapa orang terpelajar di masa itu untuk berpartisipasi membuat gebrakan baru untuk memperjuangkan nasib bangsa. Seorang mahasiswa kedokteran STOVIA, Dr. Wahidin Soedirohoesodo, tergugah untuk ikut berjuang dalam melawan penderitaan dan pembodohan yang dilakukan oleh penjajah. Dengan ide briliannya, akhirnya ia bersama bersama Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji sukses mendirikan Budi Utomo pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908. “Budi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Utomo” berarti baik atau luhur. Oleh karenanya, tujuan didirikannya Budi Utomo adalah untuk mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau kemahirannya. Douwes Dekker, seorang pejuang nasib bangsa juga ikut membangkitkan pemahaman

Komunitas Blog Guru Sosial Media