Diberdayakan oleh Blogger.

Pemotongan Sertifikasi Guru

Nasibmu guru tiada henti, mungkin ini yang cocok untuk kita wahai guru yang tertindas oleh kebijakan-kebijakan dari oknum Pemilik Sekolah ( Yayasan atau Kepala Sekolah ) Ternyata pemotongan tunjangan Sertifikasi guru yang merupakan hak guru dan bentuk penghargaan negara kepada guru tidak diberikan utuh kepada guru. Berawal dari cerita rekan guru di sekolah yang mengajar di sekolah yang lain, menggugah hati saya untuk melakukan postingan di blog saya ini. Miris memang dan mungkin bapak-bapak pejabat ( bukan penjahat ) yang memegang kebijakan dan kepentingan ini mendengar.
Awal keluhan teman guru bercerita tentang status saya terhadap sertifikasi, sebab beliau sudah melihat kiprah saya di sekolah ini sejak tahuun 2002. Sentak saya merespon jawaban kepada beliau dengan kata " saya kan guru agama....proses di instansi yang mengurus sertifikasi saya tidak jelas....wajarlah saya belum sertifikasi" lalu pertanyaan ini saya balikkan kepadanya. " bagaimana dengan sertifikasi mu? apakah sudah ada titik terang?" beliau menjawab dan langsung bercerita.
Di sekolah kami ( tepatnya di daerah Medan Tembung ) nama sekolahnya ber inisial " P", yayasan memiliki keyakinan bahwa sertifikasi itu merupakan tugas tambahan sehingga kasus-kasus yang menimpah guru-guru disekolah itu beraneka ragam. Ada yang dipotong, ada yang tidak diberikan gaji ( sebab guru sudah mendapat gaji dari negara ).
Pemotongan jelas dilakukan oleh Yayasan tempat beliau mengajar, hal ini yang membuat saya menilai bahwa tidak ada pengawasan oleh Pemerintah tentang penyaluran dana Sertifikasi guru. Guru menjadi sapi perahan oleh yayasan, menjadi buruh kerja rodi, yang mereka anggap sudah digaji oleh negara.
saya berharap kepada Pemerintah, khususnya Dinas pendidikan kota maupun provinsi atau Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengawasi tentang qualitas guru dalam mengajar, hendaknya melakukan kunjungan ke bawah, sehingga para guru yang merasa terzholimin tidak terjadi kembali. Pemerintah hanya bersifat tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. 
Mari para guru, kita buat gerakan baru untuk menindas kesewenangan kepala sekolah, yayasan dalam hal hak-hak guru. Terima kasih...
( silahkan komentar di bawah ini... dengan kata kunci : Pemotongan Sertifikasi guru, Pemotongan dana Sertifikasi guru, sertifikasi guru, )


Jadwal Remedial Pelajaran Agama Siswa SMK Namira

Mohon maaf saya, bagi pembaca blog saya, ada hal yang mengganggu dikarenakan saya harus menyampaikan informasi kepada siswa saya.

Saya akan lampirkan daftar remedial, namun ada beberapa perseyaratan, yaitu:

  1. Batas akhir penyelesaikannya tanggal 8 Juni 2015.
  2. Bagi yang tidak melaksanakan remedial, nilai raport tidak murni tanpa perbaikan.
  3. Remedial dapat dilakukan disekolah, di rumah saya maupun dimanapun saya berada, namun harus menghubungi saya dulu untuk informasi keberadaan saya.


Berikut dilampirkan nama-nama siswa yang melakukan remedial berserta tugas remedialnya. Silahkan klik di sini.

Sistem Informasi Sekolah yang Gak Logis

Hari ini berawal dari kunjungan Kasi Kurikulum dan Kabid Smk Kota  yang melakukan kunjungan ke Sekolah, perbincangan yang sangat hangat sehingga beralih kepada pembicaraan tentang sistem informasi sekolah.
Kasi kurikulum tidak mengetahui keberadaan saya sebagai pengasuh dari Komunitas Blogger Pelajar yang juga aktif memberikan solusi kepada sekolah-sekolah untuk mengadaka  sistem informasi sekolah.
Singkat cerita,Dinas Pendidikan di kota ini yang didelegasikan oleh Kabid Smk memberikan pemaparan tentang kerjasama antara universitas terkemuka  diSini dengan Kadin Kota ini serta salah satu profider seluler. Dalam sistem ini terdapatlah angka-angka yang cukup besar sebesar 40 Juta Rupiah.Sebuah angja yang tidak sedikit bagi sekolah-sekolah. Kelihatan dalam hal ini sekolah menjadi komediti.

Komunitas Blog Guru Sosial Media