Diberdayakan oleh Blogger.

Saat Senyum Menjadi sedekah

Wajah ceria dan senyuman yang mengembang dari bibir ketika menemui saudara kita, sesungguhnya merupakan amalan yang sepele dan amat mudah dilakukan. Orang muslim itu, diantara ciri dan karakteristiknya adalah apabila bertemu dengan saudaranya ia akan mengucapkan salam dan berjabat-tangan yang diiringi dengan tebaran senyum. Inilah tegur sapa ala Islam, dan inilah akhlak kaum muslimin.

Diantara salah satu ajaran Nabi yang paling mudah dilakukan adalah senyum. Rasulullah S.a.w adalah orang yang senantiasa menebar senyum. Sayangnya, kita yang hidup di zaman sekarang ini sering menganggap remeh masalah senyum ini
 Maka dari itu, jika kita mendapati orang muslim yang susah mengembangkan senyum, secara psikologis bisa diduga bahwa ia memiliki masalah dalam dirinya. Orang muslim yang enggan mengucapkan salam atau berjabat-tangan dengan saudaranya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang bermasalah, atau orang yang memiliki masalah dengan orang lain.

Mengucapkan salam dan menebar senyum kepada orang lain termasuk sedekah: sedekah yang paling sederhana. Artinya, sedekah itu tidak mesti dengan uang, orang yang tidak punya uang dapat bersedekah dengan senyumannya

Malu Saat berbuat Salah

Pengertian Malu
Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci.[Lihat Raudhatul ‘Uqalâ wa Nuzhatul Fudhalâ' (hal. 53)]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata, “Malu berasal dari kata hayaah (hidup), dan ada yang berpendapat bahwa malu berasal dari kata al-hayaa (hujan), tetapi makna ini tidak masyhûr. Hidup dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu orang tersebut. Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang. Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.

Al-Junaid rahimahullâh berkata, “Rasa malu yaitu melihat kenikmatan dan keteledoran sehingga menimbulkan suatu kondisi yang disebut dengan malu. Hakikat malu ialah sikap yang memotivasi untuk meninggalkan keburukan dan mencegah sikap menyia-nyiakan hak pemiliknya

Keutamaan Malu
1). Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.
2). Malu adalah cabang keimanan.
3). Allah Azza wa Jalla cinta kepada orang-orang yang malu.
4). Malu adalah akhlak para Malaikat.

Kecerdasan yang penting dikembangkan


Setiap manusia pada dasarnya mempunyai banyak kecerdasan .Dan inilah yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya yaitu memiliki kecerdasan .walaupun kita telah dianugerahi oleh Tuhan sebuah kecerdasan tapi kalau tidak dikembangkan dengan baik ,maka kecerdasan itu tidak bisa memberi manfaat yang berarti bagi manusia .Disinilah sesungguhnya peran lingkungan , dunia pendidikan dan lebih khususnya yaitu peran orang tua yang sangat besar mengembangkan kecerdasan anak - anak.

  1. Kecerdasan abstrak , kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami simbol matematis dan bahasa.
  2. kecerdasan konkret , kecerdasan kemampuan seserang dalam memahami objek yang nyata 
  3. Kecerdasan sosial , Kemampua seseorang dalam memahami dan mengelola sebuah hubungan sosial 

Komunitas Blog Guru Sosial Media