TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Membangun komunikasi dalam proses belajar mengajar

Membangun komunikasi dalam proses belajar mengajar 

Seorang pendidik atau guru perlu mengembangkan pola komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar.pengertian dari komunikasi pendidikan adalah hubungan atara guru dan murid pada saat proses belajar mengajar berlangsung .


Ada tiga pola komunikasi 

  • komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah 
  • komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi 2 arah 
  • komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi 

berkomunikasi dengan bijak dan baik antara guru dengan siswa diharapkan bisa menumbuhkan perasaan lega dan senang dalam diri siswa. Komunikasi antara guru dan siswa juga penting agar ilmu yang disampaikan dapat diserap juga diimplementasikan dengan baik. Guru juga dapat memberikan keteladanan pada siswa, sebagai wujud dari pembentukan budi pekerti atau akhlak yang baik

Belajar Bagi murid dan Mengajar Bagi Guru


Belajar Bagi murid dan Mengajar Bagi Guru 

Belajar dan mengajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh guru dan murid kan ,tapi sebenarnya pekerjaan seorang guru itu bukan hanya mengajar tapi guru juga dituntut harus selalu berinovasi jadi mau tidak mau seorang guru selain mengajar dia juga harus mau untuk belajar ,lebih kreatif dan lebih inovatif selalu berkembang mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin hari semakin canggih.

Belajar ialah berubahnya pola pikir secara lebih luas karna tambahnya pengetahuan dan berubahnya perilaku karena hasil dari pemikiran tersebut menjadi lebih baik.

mengajar maknanya, yaitu :

- Menanamkan pengetahuan kepada anak didik dengan harapan terjadi suatu proses pemahaman.

- Segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

Menurut James O. Whittaker dalam Djamarah (1999), Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.


Bagaimana Anak Belajar ???

Belajar , kata - kata belajar selalu ada dalam kehidupan keseharian kita.baik di sekolah ataupun di rumah selalu sebagai manusia kita jangan bosan untuk belajar .

Sebagian besar orang dewasa membedakan konsep bermain dan belajar dan memisahkan antara kedua aktivitas tersebut.Jika belajar adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan serius dan benar - benar fokus sedangkan bermain dilakukan dengan sebaliknya.Sebenarnya konsep belajar dan bermain tidak perlu dipertentangkan bagi anak - anak ,karena belajar dapat dilakukan sembari bermain.Bermain sambil belajar merupakan sebuah slogan yang harus dimaknai sebagai satu kesatuan yaitu belajar yang dilakukan anak adalah melalui bermain.Belajar dan bermain adalah satu kesatuan proses yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Dalam bermain itulah sebenarnya terjadi proses belajar, dan proses belajar itu terjadi dalam kegiatan bermain.Melaui permainan itu anak memperoleh berbagai kemampuan ,seperti kemampuan komunikasi,kemampuan berbahasa,kemampuan bersosialisasi , kemampuan manejemen emosi dan kemampuan berfikir logis matematis.

Mengapa Manusia Belajar ??


Mengapa manusia belajar ? Pentanyaan ini dilandasi oleh ciri perkembangan manusia yaitu adanya dorongan untuk mengupayakan diri dan mempertahankan diri , sehingga proses belajar terjadi secara terus menerur dalam rangka menjadikan manusia mandiri dan mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.Belajar merupakan perubahan prilaku sifat dan kemampuan yang relatif permanen , yang datang dari dalam dirinya , dan dapat ditinjau terutama dari pengaruh lingkungan atau dari faktor genetis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Bagaimana kita belajar dapat ditelaah secara mikro dan makro .Secara mikro terkait dengan proses pembelajaran itu sendiri.Proses belajar diupayakan agar siswa mampu menggunakan peralatan mental ( otaknya) secara efektif dan efisien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka , melainkan terutama juiga keterlibatan emosional yang kreatif .Dengan demikian , proses belajar ini disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan siswa.
Secara makro, pembelajaran ditinjau dari adanya analisis dua jalur yang dalam pendekatan sistemnya mencakup tiga komponen, yaitu analisis konten yang dikaitkan dengan kepada siapa konten tersebut serta dalam konteks apa pembelajaran dilakukan.

Kecerdasan


Selama ini anak dikatakan cerdas dan pintar jika nilai ketiga mata pelajaran tersebut diatas rata - rata standar minimum yang ditetapkan.Kecerdasan selama ini dipersepsikan dengan angka atau nilai pada rapot.ada juga yang serupa yaitu anak - anak yang lihai dalam bermain musik , kerajinan tangan,dan bebagai kegiatan lain yang tidak diajarkan disekolah .Sekolah hanya bisa merasa bangga ketika ada beberapa anak didiknya lihai bermain musik dan mempersembahkan karya terbaik untuk sekolahnya. Sayangnya mereka bukanlah peserta didik yang cerdas,Pasalnya nilai rapot mereka dibawah standar minimum,akibatnya mereka harus menelan pil pahit ketidaklulusan.
Sungguh tidak masuk akal jika peserta didik yang berprestasi dibidang tertentu harus tidak lulus karena nilai mata pelajaran kurang standart .Dengan kata lain , sungguh tidak mencerdaskan jika peserta didik yang mampu mengharumkan nama sekolahnya harus menelan pit pahit ketidaklulusan. Walaupun demikian apakah pemerintah salah dalam menetapkan kebijakan UN sehingga berdampak pada ketidaklulusan peserta didik?bukankah maksud dari pemerintah adalah baik,karena ingin meningkatkan mutu pendidikan??
Pemerintah memang tidak salah menetapkan kebijakan standardisasi nilai.Sebab,pemerintah mengganggap bahwa dengan nilai UN naik ,maka kecerdasan anak didik turut naik.Jika kecerdasan anak didik naik ,maka generasi bangsa ini juga naik kecerdasannya.Jika kita bertanya kepada pemerintah , guru dan pendidik yang mempunyai pemikiran lama , maka mereka akan menjawab sama , yakni peserta didik yang mempunyai nilai rapot diatas rata - rata adalah anak yang cerdas.Dan peserta didik yang nilai rapotnya dibawah standart adalah peserta didik yang tidak cerdas.Pendek kata , cerdas dan tidaknya peserta didik ditentukan oleh nilai yang mereka peroleh ketika ujian sekolah atau UN.
Sebenarnya Kecerdasan itu tidak diukur dengan angka atau nilai rapot, tetapi dengan kemampuan untuk memecahkan masalah atau menawarkan solusi alternatif terhadap persoalan yang dihadapi ditengah kehidupan .Kecerdasan orang dewasa lebih identik dengan kemampuan mengatasi msalah denga produk pemikirannya, sedangkan kecaerdasan anak lebih identik dengan imajinasi dan fantasinya dalam bermain.

Kepala Sekolah yang Profesional


Untuk Disebut sebagai kepala sekolah yang profesional diperlukan persyaratan - persyaratan khusus yaitu sbb :
  1. Kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab yang diserahkan kepadannya selaku unit kehadiran siswa
  2. kemampuan untuk menerapkan keterampilan - keterampilan konseptual , manusiawi dan teknis pada kedudukan dari jenis ini.
  3. Kemampuan untuk memotivasi para bawahan untuk bekerja sama secara sukarela dalam mencapai maksud - maksud unit dan organisasi
  4. kemampuan untuk memahami implikasi implikasi dari perubahan sosial , ekonomis , politik dan educational .

Habis Gelap Terbitlah Terang

Manfaat Memperhatikan Pencahayaan Yang Bagus Dalam Belajar Anak
Karya yang sangat luar biasa yang dituliskan oleh Raden Ajeng Kartini, yang mencerminkan kemajuan teknologi kira, dari zaman ketidak tahuan hingga zaman yang sangat melek dengan teknologi. Banyak terminology yang dapat kita ambil dari Judul buku beliau yang sangat inspiratif. Dari kebudayaan, pendidikan, emansipasi wanita yang berawal dari sebuah judul buku di atas.
Di dalam dunia pendidikan, guru hanya sebagai busur yang mengarahkan anak didik kea rah ( cita – cita dan bakat ) yang mereka dan orang tua inginkan, akan tetapi tidak semua berpulang kepada guru seluruh harapan anak tersebut, akan tetapi tergantung juga kepada orang tua yang mendukung si anak dalam mencapai cita – cita dan impiannya, dari fasilitas, biaya dan niat untuk mengarahkan mereka, nah salah satunya dengan fasilitas di rumah.
Coba kita bayangkan bagaimana para pejuang dan pendidik serta para pelajar dahulu melakukan pembelajaran di rumah, tanpa dengan penerangan yang cukup memadai ( gelap ), Tidak jarang dari para pemimpin dan para pelopor pendidikan dan orang terkenal zaman dahulu, mereka mengalami kerusakan dalam penglihatan mereka. Itu disebabkan karena kita tidak memilki pencahayaan yang bagus seperti yang kita nikmati saat ini.

Pada saat ini banyak pencahayaan lampu yang menjanjikan penghematan energi namun tidak memiliki pencahayaan yang cukup untuk anak - anak belajar dirumah, hal ini akan mengakibatkan beberapa ganggun mata yang kerapkali diderita oleh beberapa anak yang suka belajar di rumah yang tidak memiliki pecahayaan rumah yang sangat bagus dan layak.
Kenapa memerlukan pencahayaan lampu yang bagus dan layak dirumah? Pencahayaan yang bagus pada kebanyakan rumah sering menggunakan lampu yang disebut dengan LED. Dan pertanyaan yang timbul saat ini yaitu kenapa menggunakan pencahayaan dari lampu LED?
Selama dasawarsa terakhir, lampu LED menjadi sumber pencahayaan utama bagi rumah. Selain karena memberikan solusi hemat energi, Lampu LED juga memberikan kualitas cahaya yang superior untuk kenyamanan seumur hidup. Lampu LED tidak hanya mengubah suasana rumah Anda, tetapi juga memberikan sentuhan pencahayaan tanpa akhir di lingkungan rumah Anda.
Dengan pencahayaan lampu LED memungkinkan para arsitek dan interior designer menciptakan bentuk desain baru yang tak terbatas. Hal ini sangat mempengaruhi semangat belajar anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan dari sekolah oleh gurunya, sehingga tidak ada lagi siswa - siswi yang mengalami kerusakan mata akibat orang tua tidak peduli terhadap pencahayaan dirumah atau di tempat belajar anak.
Lampu LED saat ini menawarkan fleksibilitas dalam desain untuk pembeli rumah dan decorator interior. lampu LED yang sekarang ditawarkan sebagai solusi - luminair untuk menambahkan tekstur dan suasana ke rumah

a. lampu LED menawarkan fleksibilitas dalam menciptakan ambiences berbeda – mereka dimmable dan menawarkan efek pencahayaan - hangat putih, putih dingin, pencahayaan berkilau dan aksen
• Memberikan pilihan pemilik rumah yang lebih dalam menetapkan suasana premi untuk setiap kamar di rumah, namun adalah kenyamanan yang bagus untuk mata
• Penawaran Lampu kualitas unggul pengalaman dengan efek pencahayaan khusus untuk berbagai efek tanpa kompromi terhadap kinerja
• LED bola lampu yang ramah terhadap lingkungan dan memberikan kenyamanan besar dan kesejahteraan umum bagi pengguna karena mereka tanpa silau, output panas, emisi UV dan kehadiran merkuri.
Mulailah dari rumah kita, mulailah dari anak kita akan memberikan penerangan lampu yang memadai dan cukup dalam belajarnya, sehingga tidak adapenyesalan dikemudian hari yang terjadi dengan anak didik kita.

Proses Belajar Mengajar

Pengertian Proses Belajar Mengajar

Proses belajar megajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Peristiwa belajar mengajar banyak berakar pada berbagai pandangan dan konsep. Oleh karena itu perwujudan proses belajar mengajar dapat terjadi dalam berbagai model. Bruce Joyce dan Marshal Weil mengemukakan 22 model mengajar yang di kelompokan ke dalam 4 ha, yaitu : Proses informasi, perkembangan pribadi, interaksi sosial dan modifikasi tingkah laku ( Joyce & Weil, Models of Teaching, 1980 )

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.
Proses belajar mengajar memeiliki makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar semata. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.

Baca Artikel Sebelumnya :
Falsafah Pendidikan Indonesia

Komunitas Blog Guru Sosial Media