TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Mengenali Kecerdasan Pada Anak

Belajar tentang Apa itu kecerdasan ,Sebagai orang tua saat ini sebagian besar selalu menekankan anak - anaknya unggul secara akademik .Orang tua menginginkan anaknya mendapatkan nilai A atau 100 ,masuk sekolah terbaik,memenangkan beasiswa, selalu rangking 3 besar dikelas lalu masuk ke universitas bergengsi.

Sekarang kami akan membahas tentang pentingnya intelegensi atau kecerdasan untuk perkembangan anak secara keseluruhan. 

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan yang paling unggul sebab diberikan kecerdasan yang merupakan anugerah sekaligus menjadi kelebihan dibandingkan makhluk Tuhan lainnya.
Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar serta aktualisasi diri (mewujudkan kualitas diri melalui perbuatan yang baik dan benar) secara terus menerus.

Kecerdasan adalah perihal cerdas, kesempurnaan akal budi manusia. Kata kecerdasan ini diambil dari akar kata cerdas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cerdas berarti sempurna perkembangan akal budi seseorang manusia untuk berfikir, mengerti, tajam pikiran dan sempurna pertumbuhan tubuhnya.

Guru Tanamkan Kebersihan Diri dikelas

Kebersihan haruslah diajarkan kepada anak - anak sejak usia dini .Pertama - tama orang tualah yang harus memberikan pendidikan kebersihan sehingga anak -anak kecil sudah mempunyai rasa kebersihan untuk selalu hidup bersih dan sehat.
Biasakannlah anak sebelum berangkat sekolah untuk mandi , mengenakan pakaian bersih dan rapi ,sehingga anak akan selalu semangat , gembira serta menyenangkan.
Memang sekali kali anak harus dibiarkan bermain pasir, ikut menyiram tanaman, cabuti rumput dan tangan jadi kotor kan.Tetapi justru setelah itu dia harus dilatih membersihkan tangan dan kakinya. Anak - anak harus diajarkan untuk menyukai kebersihan dan tidak malah menyukai kekotoran.Biarkan anak - anak mengetahui sendiri bahwa kekotoran = jorok itu bisa membawa bibit penyakit atau kuman.Apabila orang tua selalu mencontohkan cara hidup sehat dan bersih, maka dengan sendirinya sang anak akan menirukannya.

Ibu sebagai sekolah pertama bagi anak


Mengembangkan kecerdasan anak adalah tanggung jawab kedua orang tuanya.Bagi orang tua yang tidak bisa memberiakan pendidikan anak - anaknya secara penuh , maka pelaksanaanya didelegasikan kepada sekolah formal atau reguler.masih banyak orang tua yang mempunyai pemahaman bahwa apabila anak - anaknya sudah disekolahkan disekolah formal, maka tanggung jawab pendidikan bagi orang tuanya sudah selesai.Artinya orang tua lalu merasa kewajiban mereka sekarang hanya mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sekolah anak - anaknya.
Setiap orang tua sesungguhnya tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya dalam mendidik anak - anaknya.Kepala sekolah dan guru yang ada di sekolah hanyalah pelaksana dari tanggung jawab orang tua karena secara waktu dan profesionalisme tidak mampu melaksanakannya secara langsung.Orang tua sebagai penanggung jawab atas pendidikan bagi anak - anaknya ini semakin terlihat dengan jelas kalau kita menyadari bahwa pendidikan anak - anak tidak dimulai pada usia sekolah semata.Pendidikan dan pengembangan kecerdasan anak dimulai semenjak anak dilahirkan,bahkan ada yang memulai semenjak anak dalam kandungan.Oleh karenanya peran seorang ibu dalam mendidik anak - anaknya adalah sangat penting sekali.Kedekatan ibu dan anaknya itu dimulai sejak ibu mengandung sang anak.Menyadari brtapa besar peran ibu sebagai pendidik utama dan pertama, maka seorang ibu yang ingin anak - anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik termasuk mengembangkan berbagai kecerdasan yang sudah dimiliki sang anak,semestinya sang ibu mempersiapkan diri dengan banyak bekal pengetahuan yang berkaitan dengan mendidik anak - anak semenjak usia dini.hal ini juga harus didukung oleh suami sebagai mitra sejajarnya dalam rumah tangga.

Keterampilan dasar dalam Kecerdasan sosial


ada 4 keterampilan dasar yang mesti dikembangkan dalam kecerdasan sosial.Empat keterampilan dasar itu adalah :
  • Mengorganisasi kelompok,Setiap pribadi adalah pemimpin.Sebagai seorang pemimpin , sudah barang tentu di butuhkan kemampuan dalam mengorganisasi ,minimal dalam sebuah kelompok kecil dilingkungan sosialnya atau paling tidak dalam lingkungan keluarganya.Melatih anak - anak dalam keterampilan mengorganisasi si kelompok bisa dilakukan dalam bentuk permainan tertentu dengan teman - temannya.dan yang harus orang tua lakukan adalah menhindari untuk mendominasi kegiatan tersebut, ini sangat penting agar anak - anak kita mempunyai kemandirian dan bisa mengorganisasikan si kelompok dengan baik.
  • Merundingkan Pemecahan masalah,Bila ada dua kelompok yang bersikukuh untuk mempertahankan pendapat masing - masing yang paling benar maka diperlukan mediator yang baik agar msalah dapat terselesaikan.Disinilah sesungguhnya bagi setiap pribadi dibutuhkan sebuah kecerdasan sosial tersendiri.Dan dalam hal ini , kita bisa melatih anak - anak agar mempunyai nalar yang baik , menyampaikan gagasan dalam sebuah komunikasi yang baik sehingga bisa melakukan perundingan dengan lancar dan mulus.
  • Menjalin hubungan, agar anak - anak kita mempunyai kecerdasan sosial yang baik , sejak kecil semestinya kita sudah mengajak dan meneladankan kepada anak - anak kita untuk bisa menjalin berhubungan dengan orang lain
  • Menganalisa sosial, mengajarkan anak untuk lebih pandai menilai segala sesuatu yang ada di lngkungan sosial kita.dengan cara belajar lebih berempati akan keadaan baik orang - orangnya atau lingkungan sekitar kita.

Dua Belahan Otak


Setiap manusia memiliki dua belahan otak yang lebih sering dikenal dengan sebutan otak kanan dan otak kiri.dan masing - masing belahan memiliki cara berfikir dan kemampuan spesialisasi yang berbeda.Belahan otak sebelah kiri mengetahui bagaimana menghadapi logika.Dan, belahan otak kanan mengetahui tentang dunia.Gabungkan keduannya, dan seseorang akan menapatkan satu mesin pemikir yang dahsyat.
Sistem pendidikan model sekolahan , layaknya di indonesia juga hanya menekannkan pada kemampuan kerja otak kiri siswa.Para siswa dianggap cerdas atau bodoh hanya dilihat dari sudut pandang penguasaan tata bahasa dan logika matematika, Penilaian akhir dari sebuah proses pembelajaran juga hanya diukur pada goresan angka - angka hitam diatas kertas putih , bukan pada potensi , bakat dan skills yang dimiliki.

Kecerdasan


Selama ini anak dikatakan cerdas dan pintar jika nilai ketiga mata pelajaran tersebut diatas rata - rata standar minimum yang ditetapkan.Kecerdasan selama ini dipersepsikan dengan angka atau nilai pada rapot.ada juga yang serupa yaitu anak - anak yang lihai dalam bermain musik , kerajinan tangan,dan bebagai kegiatan lain yang tidak diajarkan disekolah .Sekolah hanya bisa merasa bangga ketika ada beberapa anak didiknya lihai bermain musik dan mempersembahkan karya terbaik untuk sekolahnya. Sayangnya mereka bukanlah peserta didik yang cerdas,Pasalnya nilai rapot mereka dibawah standar minimum,akibatnya mereka harus menelan pil pahit ketidaklulusan.
Sungguh tidak masuk akal jika peserta didik yang berprestasi dibidang tertentu harus tidak lulus karena nilai mata pelajaran kurang standart .Dengan kata lain , sungguh tidak mencerdaskan jika peserta didik yang mampu mengharumkan nama sekolahnya harus menelan pit pahit ketidaklulusan. Walaupun demikian apakah pemerintah salah dalam menetapkan kebijakan UN sehingga berdampak pada ketidaklulusan peserta didik?bukankah maksud dari pemerintah adalah baik,karena ingin meningkatkan mutu pendidikan??
Pemerintah memang tidak salah menetapkan kebijakan standardisasi nilai.Sebab,pemerintah mengganggap bahwa dengan nilai UN naik ,maka kecerdasan anak didik turut naik.Jika kecerdasan anak didik naik ,maka generasi bangsa ini juga naik kecerdasannya.Jika kita bertanya kepada pemerintah , guru dan pendidik yang mempunyai pemikiran lama , maka mereka akan menjawab sama , yakni peserta didik yang mempunyai nilai rapot diatas rata - rata adalah anak yang cerdas.Dan peserta didik yang nilai rapotnya dibawah standart adalah peserta didik yang tidak cerdas.Pendek kata , cerdas dan tidaknya peserta didik ditentukan oleh nilai yang mereka peroleh ketika ujian sekolah atau UN.
Sebenarnya Kecerdasan itu tidak diukur dengan angka atau nilai rapot, tetapi dengan kemampuan untuk memecahkan masalah atau menawarkan solusi alternatif terhadap persoalan yang dihadapi ditengah kehidupan .Kecerdasan orang dewasa lebih identik dengan kemampuan mengatasi msalah denga produk pemikirannya, sedangkan kecaerdasan anak lebih identik dengan imajinasi dan fantasinya dalam bermain.

Kecerdasan Anak dan Keharmonisan Keluarga


Keharmonisan keluarga sangat erat kaitannya dengan perkembangan kecerdasan anak.bila anak tumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga yang harmonis ,kecerdasannya pun dapat berkembang dengan baik pula.namun bila anak dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis biasanya mengalami masalah dalam perkembangan kecerdasannya.
keluarga yang harmonis tidak harus berasal dari keluarga kaya yang rumahnya bagus , mempunyai mobil mewah dan pekerjaan dengan gaji yang besar.keluarga yang harmonis bukan tidak mungkin terwujud dari keluarga yang hidupnya sederhana bahkan rumahpun masih ngontrak tidak punya kendaraan pribadi dan berpenghasilan kecil.
yang membuat keluarga menjadi harmonis bukanlah masalah kaya ataupun miskin , melainkan bagaimana keluarga itu dibangun dengan penuh tanggung jawab dan rasa kasih sayang .sungguh membangun keluarga agar berjalan dengan harmonis ini sangat penting sekali .anak - anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis akan mempunyai ketenangan dan kegembiraan.Dua hal ini sangat penting perannya dalam menciptakan suasana agar proses belajar sang anak dapat berjalan dengan baik .

Komunitas Blog Guru Sosial Media