TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

TEORI BELAJAR KONEKSIONISME MENURUT THORNDIKE

TEORI BELAJAR KONEKSIONISME  MENURUT THORNDIKE

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapai tujuan pendidikan hanya bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh murid sebagai anak didik. [1]

Belajar itu berfungsi sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia. Artinya dengan ilmu dan teknologi hasil kelompok belajar manusia tertindas itu juga dapat digunakan untuk membangun benteng pertahanan.

Iptek juga dapat dipakai untuk membuat senjata penangkis agresi sekelompok manusia tertentu yang mingkin bernafsu serakah atau mengalami gangguan Psycopaty yang berat watak merusak.

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MENURUT KONSEP ISLAMI

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MENURUT KONSEP ISLAMI
 
KEMAMPUAN untuk belajar merupakan sebuah karunia Allah yang mampu membedakan manusia dangan makhluk yang lain. Allah menghadiahkan akal kepada manusia untuk mampu belajr dan menjadi pemimpin di dunia ini.
Pendapat yang mengatakan bahwa belajar sebagai aktifitas yang tidak dapat dari kehidupan manusia, ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata. Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk selalu malakukan kegiatan belajar.
Dalam Al Qur’an, kata al-ilm dan turunannya berulang sebanyak 780 kali. Seperti yang termaktub dalam wahyu yang pertama turun kepada baginda Rasulullah SAW yakni Al-‘Alaq ayat 1-5.

PENDIDIKAN SEX ANAK USIA DINI

PENDIDIKAN SEX ANAK USIA DINI

Keresahan orang tua terhadap perkembangan free sex sudah sampai pada kondisi darurat yang harus mendapatkan penanganan khusus dari berbagai pihak terutama tokoh agama, aktivis pendidikan, dan lebih-lebih pemerintah yang mendapatkan amanah dari rakyat untuk menyejahterakan dan membahagiakan kehidupan warga-bangsanya. Perhatian harus ditingkatkan karena perkembangan media dan fasilitas yang menjurus ke free sex saat ini semakin canggih, lengkap, dan mudah diakses oleh masyarakat miskin sekalipun. Fasilitas dan media yang berpotensi merusak moralitas generasi ini tidak berimbang dengan kebijakan dan tanggap darurat yang dimiliki oleh pemerintah juga tokoh-tokoh pendidikan dan agama.

POSISI MADRASAH DALAM KONTEKS OTONOMI PENDIDIKAN

POSISI MADRASAH
DALAM KONTEKS OTONOMI PENDIDIKAN

A. Pendahuluan

Kehadiran UU No. 32 tahun 2004 (dimulai dengan UU No.29 tahun 199) tentang Pemerintahan Daerah, dimana sejumlah kewenangan telah diserahkan oleh Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah, memungkinkan daerah untuk melakukan kreasi, inovasi, dan improvisasi dalam upaya pembangunan daerahnya, termasuk dalam bidang pendidikan. Pemberlakuan otonomi daerah tersebut membawa implikasi terhadap perubahan terhadap perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan, yang salah satunya adalah berkurangnya peran pemerintah pusat dalam pengelolaan pendidikan.
Disadari bahwa pemberian porsi yang lebih besar kepada daerah untuk melaksanakan pembangunan di bidang pendidikan membawa sejumlah implikasi, seperti bidang administrasi,

Keberadaan Pondok Pesantren Dalam Sistem Pendidikan Nasional

Pondok Pesantren Dalam Sistem Pendidikan Nasional


A. Pendahuluan.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang dan unik. Secara historis, pesantren termasuk pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan sampai sekarang. Berbeda dengan lembaga – lembaga pendidikan yang muncul kemudian, pesantren telah sangat berjasa dalam mencetak kader – kader ulama, dan kemudian berperan aktif dalam penyebaran agama Islam dan transfer ilmu pengetahuan. Namun, dalam perkembangan pesantren telah mengalami transformasi yang memungkinkannya kehilangan identitas jika nilai – nilai tradisonalnya tidak dilestarikan.

Pendidikan Islam di Indonesia: Sejarah Masa Kerajaan Islam


Pendidikan Islam di Indonesia:
Sejarah Masa Kerajaan Islam

A. Pendahuluan
Sejarah Pendidikan Islam dimulai sejak agama Islam masuk ke Indonesia yang oleh sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa awal mula masuknya di pulau Suamtera bagian utara di daerah Aceh. Artinya, sejarah pendidikan Islam sama tuanya dengan masuknya agama Islam ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama baru tersebut sudah tentu ingin mempelajari dan mengetahui lebih dalam tentang ajaran-ajaran Islam. Ingin pandai sholat, berdoa dan membaca al-Quran yang menyebabkan timbulnya proses belajar, meskipun dalam pengertian yang amat sederhana. Dari sinilah mulai timbul pendidikan Islam, dimana pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, langgar/surau, mesjid kemudian berkembang menjadi pondok pesantren. Setelah itu baru timbul sistem madrasah yang teratur sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Menguak Pendidikan Islam Pada Awal Kemerdekaan Indonesia


Pendidikan Islam Pada Awal Kemerdekaan Indonesia
(Pesantren, Madrasah dan Sekolah)

A. Pendahuluan
Dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia, kaum Muslim memberikan kontribusi besar dan memainkan peran penting demi tercapainya kemerdekaan. Lebih khusus lagi, pesantren melalui tokoh-tokohnya banyak memberikan sumbangan-sumbangan perjuangan bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Banyaknya tokoh Muslim yang berperan pada pergerakan kemerdekaan Indonesia mengakibatkan beberapa hal, selain ide dasar negara Indonesia adalah Islam, juga ide-ide tentang pendidikan agama di sekolah.

HUMANISM MENTAL DISCIPLINE

HUMANISM MENTAL DISCIPLINE
 
A. Pendahuluan.
Teori Humanistic Mental Discipline merupakan salah satu bentuk yang diambil oleh paham Discipline Mental yang berfokus pada perkembangan manusia sebagai perkembangan mental. Pandangan ini muncul didasrkan paham bahwa manusia itu terdiri dari dua elemen dasar penting yaitu tubuh biologis dan kejiwaan.
Kajian ini menjadi penting untuk dibahas mengingat ia merupakan salah satu teori besar yang terus berkembang sebelum hingga sesudah abad 21. Teori Humanisme memberikan kontribusi dan pengaruh yang sangat besar dan signifikan bagi dunia pendidikan di Eropa hingga kemudian meluas ke belahan dunia lainnya.

Keunggulan Desain Penelitian Kuantitatif

Desain Penelitian Kuantitatif

A.    Pendahuluan.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka. Angka-angka tersebut digunakan sebagai representasi dari informasi yang didapatkan dalam penelitian.
Data yang dididapatkan selama penelitian disajikan dalam bentuk angka, statistik dan sebagainya yang kemudian dianalisa dan disimpulkan. Jadi penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat deduktif, yakni dari khusus ke umum atau bersifat menggenaralisasi data-data yang didapatkan di lapangan kepada sebuah kesimpulan umum.

Menyusun Desain Penelitian Kualitatif


Desain Penelitian Kualitatif

A. Pendahuluan.
Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisa fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah kepada kesimpulan.[1]
Penelitian kualitatif bersifat induktif. Peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk intrepretasi. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam kontek yang mendetil disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil  analisis dokumen dan catatan-catatan.
Demikianlah deskripsi filosofi penelitian kualitatif. namun merancang atau mendesain sebuah peneltian kualitatif adalah permasalahan lain. Makalah ini akan mencoba menguraikan tentang desain penelitian kualitatif.

Perlunya Belajar Analisa Data Kualitatif

Analisa Data Kualitatif

A. Pendahuluan.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersumber dari pandangan fenomenologis yang menggunakan paradigma alamiah atau natural. Penelitian kualitatif dirancang untuk mendeskripsikan situasi, kejadian, peristiwa, menginterpretasi sesuatu, mengungkap makna dan memahami masalah-masalah sosial (manusia) secara alamiah. Penelitian kualitatif bisa berupa penelitian etnografi, isi/konten, kasus, tindakan, grounded, life histories, dan sejenisnya,
            Menurut Bodgan dan Taylor[1] metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kirk dan Miller (1986, Reni, 2006: 7) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan orang-orang tersebut dalam bahasa dan peristilahannya.

LATAR BELAKANG DAN KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

   LATAR BELAKANG DAN KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
 
        A.   LATARBELAKANG  MASALAH
Sekolah/Madrasah merupakan lembaga khusus (formal) yang menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sekolah/madrasah semestinya diurus dengan sebaik-baiknya. Pengurusan yang baik terhadap sekolah/madrasah dapat dilihat indikasinya dari manajeman pendidikan/pembelajaran  dan manajemen lembaga yang dikelola dengan baik dan profesional oleh Kepala Sekolah/Madrasah berikut tenaga kependidikan lainnya.

Pelaksanaan Tugas Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Madrasah Aliyah

Pelaksanaan Tugas Komite Sekolah
Persoalan mutu pendidikan masih belum menggembirakan sejak beberapa dekade belakangan ini. Persoalan tersebut masih juga diperparah dengan pengelolaan pendidikan  yang belum efisien, demokratis, berkeadilan, serta partisipatif. Hal ini terjadi sebagai akibat otonomi pengelolaan pendidikan dan profesional pada tingkat pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang belum sepenuhnya  terwujud.
Sejak UU No. 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah diberlakukan, terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan pemerintahan dari yang bersipat sentralistik kepada disentralistik. Ini tentu memberi harapan baru bagi daerah dan satuan pendidikan untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan bermutu pada masyarakat.
Harapan ini yang juga tidak  kalah penting adalah bagaimana mengembalikan pelaksanaan dan partisipasi masyarakat yang hilang akibat pengelolaan pendidikan yang birokratis tersebut, ini penting karena sejak berlakunya Inpres No. 10 Tahun 1973

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR SANTRI DIYAH

Kecerdasan Intelektual Santri Diyah
Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai dari pendidik kepada peserta didik. Setiap proses pembelajaran akan bermuara pada prestasi belajar. Prestasi belajar dapat diketahui melalui penilaian yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan mengetahui keberhasilan program pengajaran yang dilakukan guru.
Keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan oleh lembaga pendidikan dalam proses pembelajaran  dapat dilihat dari tiga ranah konstruk prilaku  yaitu, kognitif, afektif dan psikomotorik sebagaimana dirumuskan oleh Benjamin S. Bloom. Namun dalam pelaksanaannya keberhasilan ketiga ranah ini biasanya dapat dilihat dari hasil belajar atau prestasi belajar siswa. 

kontribusi supervisi kepala madrasah terhadap budaya kerja dan kinerja guru MAN se-Kota Medan

Pelatihan Kepala Sekolah
Berdasarkan Undang-Undang No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tugas guru pada lembaga pendidikan formal adalah mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti melanjutkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan, mengajar artinya melanjutkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada siswa. Namun dalam melaksankan tugasnya sebagai pendidik, pengajar dan pelatih, guru bekerjasama dengan orang tua sebagai pendidik informal dan masyarakat sebagai lembaga pendidikan nonformal.
Untuk mengemban tugas dan tanggung jawabnya, guru harus memiliki budaya kerja yang meliputi jiwa kepemimpinan sebagai pengendali dan mengatur serta menentukan arah aktivitas kependidikannya. Memelihara istiqamah (keteguhan pendirian), tepat janji dan disiplin waktu.

Pengaruh Berita Tokoh Pada Surat Kabar Harian Terbitan Kota Medan Terhadap Opini Masyarakat Tentang Citra Bakal Calon Gubsu

Pemilihan Calon Gubernur SUMUT
Dalam sistem demokrasi akan terwadahi heterogenitas masyarakat baik dari sisi agama, etnik, keragaman, ide, aliran pemikiran, ideologi dan semua produk pemikiran manusia.  Oleh karena sifat mayoritas merupakan salah satu ukuran dalam demokrasi, maka pengaruh sebuah pemikiran ditentukan oleh kemampuannya menjadi arus di masyarakat. Karena itu opini publik menjadi sangat penting dalam demokrasi, sama pentingnya dengan lembaga legislatif dan lembaga eksekutif. Artinya wacana publik harus dimenangkan dulu sebelum memenangkan wacana legislasi dan memenuhi lembaga eksekutif.

Guru, Siswa dan IT

Guru dan IT
Akhirnya posting juga.
Postingan saya kali ini berjudul Guru dan Siswa, dua makhluk Allah yang berbeda status dan sama di mataNya. Pertanyaan apa yang terkait dengan judul di atas adalah; bagaimana sikap guru terhadap perkembangan Informasi dan Teknologi yang sangat mengandrungi para siswa pada saat ini. Siapa yang tidak punya account Facebook ? Twitter ?
Dengan kemajuan teknologi dan murahnya untuk mendapatkannya, tidak jarang saat ini anak usia SD ( 8-12 Tahun ) sudah memiliki account tersebut. Orang tua di sini berperan sebagai penyeleksi bagi mereka hal mana yang menjadi prioritas dan kebutuhan terhadap anak, agar tidak terjadi salah contoh dan tiru dalam menggunakan teknologi tersebut.
Di dalam kelas seorang guru sangat menjadi idola, disegani, momok, sahabat atau menjadi panutan bagi siswa, namun kenyataan terbalik apabila disadari oleh para guru bila mereka mengetahui kondisi yang nyata di sosialmedia, cacian, hinaan bahkan omongan kotor serta olak - olokan kerapkali di lontarkan para siswa di account mereka.

Teknologi Pembelajaran Yang berbasis Komputer

Teknologi Berbasis Komputer
Merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Teknologi ini berbeda dengan teknologi lain karena menyimpan informasi secara elektronis dalam bentuk digital bukan sebagai bahan cetak/visual dan ditampilkan melalui tayangan di layar monitor. Beberapa jenis aplikasi komputer biasanya disebut Computer Based Instruction (CBI), Computer Assisted Instruction (CAI), atau Computer Managed Instruction (CMI). Pengaplikasiannya dapat bersifat tutorial, dimana pembelajaran utama diberikan: latihan dan perulangan untuk mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari, permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengethauan yang baru dipelajari, dan sumber data yang memungkinkan pemelajar mengakses sendiri. 

Teknologi komputer baik perangkat lunak maupun keras memiliki karakteristik sebagai berikut:

•       Digunakan secara acak disamping secara linier.

Teknologi cetak dalam Teknologi Pembelajaran

Teknologi Cetak Adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku dan bahan –bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Teknologi ini adalah dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa cetakan. Teks dalam penampilan komputer adalah contoh penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk cetakan, inilah yang merupakan teknologi cetak. 

Berikut karakteristik dari teknologi cetak/visual :

•         Teks dibaca secara linier, sedang visual direkam menurut ruang.

•         Keduanya biasanya memberikan komunikasi satu arah.

Strategi Pembelajaran Dalam teknologi Pendidikan

Strategi Pembelajaran
Menurut Reigeluth Strategi pembelajaran adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu pelajaran. Strategi pembelajaran meliputi situasi belajar seperti belajar induktif serta komponen proses belajar mengajar seperti motivasi dan elaborasi (dalam Seels, Barbara B, 1994:34).
Menurut Reigeluth (1983a) membagi strategi pembelajaran menjadi 2 variabel strategi:

•          Variabel strategi mikro adalah metode dasar untuk mengorganisasikan pembelajaran dalam suatu gagasan tunggal (yaitu sebuah konsep, prinsip yang tunggal dan sebagainya). Hal tersebut mencakup komponen strategi seperti definisi, contoh, latihan, dan bentuk sajian lain.

Komunitas Blog Guru Sosial Media