Senin, 31 Januari 2011

Falsafah Pendidikan Indonesia

Tahukah Kamu Falsafah Pendidikan Di Indonesia?

Falsafah atau filsafat pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah Pancasila.
Apa sesungguhnya filsafat pendidikan Pancasila itu? Apa yang membedakan dengan filsafat pendidikan negara lain? Untuk membahas hal itu kita perlu menkaji pandangannya terhadap manusia, siapa sebenarnya manusia itu, siapa sebenarnya subjek didik?

Demokrasi Pancasila menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk masyarakat, negara dan masyarakat bangsa ( Arbi, 1998 ). Orientasi hidup kita adalah hidup kemanusiaan yang mempunyai ciri - ciri tertentu. Ciri - ciri kemanusiaan yang kelihatan dari Pancasila ialah integral etis dan religius ( Soeyatni Poeposwardoyo, 1989 ). Filsafat pendidikan Pancasilamengimplikasikan ciri - ciri tersebut.

Integral
Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Kedua hal itu sebenarnya adalah dua sisi dari satu realitas tentang manusia. Hakekat manusia yang seperti inilah yang merupakan hakekat subjek didik.

Etis
Pancasila Merupakan Kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.

Religius
Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakekat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah faham kemanusiaan religius. Religius menunjukan kecendrungan dasar dan potensi itu.

Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumberkeberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak - hak asasi manusia, karena kebebasan agama itu langsung bersumber kepada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Hak kebebasan agama bukan pemberian negara atau pemberian perorangan atau golongan. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sendiri tidak memaksa setiap manusia untuk memeluk agama tertentu.

Baca Artikel Sebelumnya :
Jabatan Guru


1 komentar:

  1. Pancasila adalah agama nasional kita di Indonesia saya katakan "yes" Jika Pancasila sebagai pemersatu kita di tengah pluralis ini akan meningkatkat rasa kebangsaan, cinta tanah air dan anti kekerasan. Dengan kata lain perdamaian di Indonesia di ajarkan di sekolah dalam rangka kesetaraan manusia di bumi Indonesia ini. Selamat dalam proses belajar dan mengajar. Indoesia satu dalam kesejahteraan dan perdamaian

    BalasHapus