TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Dunia Maya Yang Bersahabat Untuk Kita

Mayoritas penduduk dunia menghabiskan banyak waktu di media sosial. Siapapun terus berkomunikasi lewat media sosial, bahkan pada saat makan dan berjalan. Ternyata, salah satu alasan mengapa media sosial begitu mampu menarik bagi banyak orang adalah kemudahan bagi penggunanya untuk memperluas pergaulan. Bahkan kini dunia nyata dan dunia maya nyaris tidak ada bedanya ,semua yang dilakukan di dunia nyata dapat dilakukan di dunia maya misalnya belajar, bermain , berbisnis ,bekerja , bersosialisasi bahkan rekreasi pun bisa kita lakukan di dunia maya . Survei menunjukkan bahwa remaja ternyata tidak hanya bergaul dengan teman-teman sekolah saja. Mereka bisa memperluas pergaulannya dengan mengenal orang-oranremaja yang pernah bertemu secara langsung. Pusat Penelitian Pew yang berfokus pada bagaimana media sosial dan teknologi mendefinisikan persahabatan dan hubungan di dunia nyata melakukan penelitian. Hasilnya, media sosial dapat menyebabkan beberapa pengaruh bagi remaja. Selain itu, media sosial juga memainkan peran penting dalam membina dan menciptakan persahabatan dan hubungan 

Cara memberi teguran pada anak bersalah

Teguran merupakan peringatan terhadap perbuatan - perbuatan yang dianggap salah .Sebaliknya , terguran tidak perlu dilakukan dengan marah
Sudah tentu semua orang pernah menegur dan ditegur,apalagi sewaktu masih anak - anak.Ini karena biasannya anak - anak belum mengerti bahwa perbuatan - perbuatan tertentu tidak boleh dilakukan.Biasanya teguran mempunyai tujuan yang baik.Namun , kadangkala cara menegurnya kurang paham , sehinggaterjadilah kurang baik hasilnya.Ada cara bagaimana menghindari akibat - akibat yang kurang baik , yang terpenting adalah jangan sampai anak merasa bahwa orang tuannya atau gurunya tidak marah maka perasaan akan lega.Dan ia mau menerima nasihat - nasihat dari orang tua maupun guru dengan mudah .Nasihat - nasihat tersebut hendaknya bersifat terus terang , sebab si anak belum mampu untuk menafsirkan nasihat - nasihat yang berliku - liku . Dengan penuh sabar , kasih dan murah senyum maka akan tercapai tujuan dan teguran tersebut.

Teman Khayalan Bagi Jiwa Anak

fantasi telah muncul pada anak sejak anak usia dini . tetapi baru akan berkembang saat usia 3-5 tahun.Pada masa inilah , anak banyak melakukan kegiatan bermain seperti ada yang berpura - pura menjadi dokter, guru, tentara,power ranger ( atau tokoh kartun lainnya ).
Daya khayal bermain ini akan berkurang , saat anak memasuki usia sekolah. Bukan berarti berhenti disini , nantinya daya khayalan juga ikut berkembang.
Daya khayal anak akan muncul pada setiap saat , terutama waktu bermain, anak yang memiliki fantasi tinggi akan asik dengan permainannya, walaupun ia sendirian .Selain itu sebagian anak akan menciptakan teman khayalan.Kadang dia merasa asik dengan teman khayalannya yang berupa boneka, atau macam - macam binatang bahkan robot robotan .Seolah - olah dia mempunyai teman yang bisa diajak bicara serta dapat mengerti perasaan dirinya.Di usia dini si anak masih sulit untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang fantasi karena kemampuan anak berimajinasi masih tinggi.Teman khayalan itu ada mungkin karena anak merasa orang - orang sekitarnya tidak bisa diajak bicara atau memberi perhatian padannya.

Bila Lemah Belajar Mempengaruhi Penyesuaian Sosial

Bila mempertimbangkan faktor penyebab kesulitan kegiatan di sekolah, tidak mengherankan anak yang lemah belajar,punya masalah bergaul.banyak dari kekurangan yang mempengaruhi mereka belajar juga mempersulit mereka menyesuaikan diri dalam pergaulan.
Anak yang kurang mampu memperhatikan tugas - tugas dari guru, juga kurang mampu memperhatikan dalam permainan, bahkan dalam percakapan.Akibatnya mereka bimbang karena tidak dapat memilih mana yang penting atau tidak, sehingga tidak dapat memilih mana yang penting atau tidak, sehingga tidak dapat menanggapi secara tidak pas.Semua ini merupakan indikasi ketidakmatangan dan ketidakmampuan yang sangat berpotensi menyebabkan anak lebih sensitif .
Karena cenderung kurang matang dan kurang hati - hati , anak kecil yang punya risiko lemah belajar dan kurang mampu memerhatikan , sering tidak diberi kebebasan seperti yang diberikan kepada anak lain.Interaksi sosial mereka harus diawasi dan di bimbing lebih cermat  jusdtru menghalangi perkembangan sosial mereka.

Guru bagi Anak Autis


Anak autis dapat melakukan kegiatan keseharian mereka seperti layaknya Anak-anak normal. . Mereka memiliki keahlian yang berbeda, tapi bisa belajar banyak. Meskipun mereka terbatas karena cacat mereka, Anda akan terkejut saat menyadari bahwa anak-anak autis memiliki banyak pengetahuan yang dapat mereka serap di otak mereka.

Guru dan pendidik perlu belajar tentang gangguan tersebut. Guru dapat mengambil kelas atau belajar pelajaran yang akan membantu anak autis. Anak-anak autis adalah pemikir visual. Mereka memahami gambar dan gerakan yang lebih baik daripada kata yang diucapkan. Seorang guru tidak boleh berbicara dengan membelakangi mereka untuk pada pembelajaran anak autis harus melakukan gerakan sebagai isyarat visual sebanyak mungkin. misalkan saat seorang anak sedang belajar tentang binatang, Anak dapat menghubungkan kata benda dengan gambar dengan begitu mereka dapat menyerap pelajaran lebih baik.

Keterampilan motorik perlu banyak diasah pada anak autiskarenanya mereka memiliki kendala dalam keterampilan menulis. Untuk membantu mengatasi masalah ini, cobalah untuk membimbing mereka yang menderita autisme menggunakan komputer. Mereka dapat mengetik lebih mudah daripada harus memegang pensil serta akan dapat berkomunikasi lebih baik dan lebih efektif. tempatkan keyboard dekat layar komputer sehingga mereka dapat membaca apa saja yang mereka tulis. karena mereka autisme terkadang mereka lupa apa yang baru saja dilakukan atau lupa urutan tertentu. selain itu, cobalah bimbing anak autis untuk menggunakan seni sebagai bentuk ekspresi juga.

Satu hal lagi yang perlu seorang guru perhatikan adalah tidak pernah memaksa anak autis melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan. Guru harus tegas, tapi lembut. Jika seorang guru tidak memiliki kesabaran untuk menangani anak autis ini benar-benar dapat menghambat proses belajar.

Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini : thesis pendidika,peran guru,peranan guru,peran guru dalam pendidikan,peran guru dalam pembelajaran,makalah peran guru,peran guru di sekolah,peran guru bk,peran guru pai,peran guru dalam proses pembelajaran,peran guru sebagai pengajar,peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan,peran guru sebagai pendidik,peran guru di masyarakat,peran guru dalam administrasi pendidikan,peran guru dalam administrasi sekolah,peran guru dalam proses belajar mengajar,peran guru sebagai pembimbing, terapi autisme, autis pada anak, autisme pada anak.

Makna Agama bagi Anak


Anak bukan orang dewasa yang kecil.Akan tetapi ,anak adalah manusia unik danorisinil yang barusaja lahir ke dunia .Dalam konteks keagamaan ,tentu makna agama yang dipahami anak - anak tidak sama dengan makna agama yang dipahami oleh orang dewasa, terlebih lagi perbedaan rasa beragama diantara keduanya.
Perlu ditekankan bahwa rasa beragama berbeda dengan pengetahuan tentang agama , baik orang dewasa maupun anak - anak .Pengetahuan agama adalah informasi tentang agama yang bersumber dari kitab suci , sedangkan rasa beragama adalah buah dari pengetahuan terhadap agama tersebut.Jika demikian ,apakah anak - anak tidak memiliki rasa beragama karena belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang agama ,sehingga tidak membuahkan rasa apa - apa ?? ternyata tidak demikian kok.Anak-anak sudah mempunyai rasa beragama melalui perkembangan bahasa yang diucapkan orang tua atau orang dewasa disekelilingnya.
Makna agama bagi anak - anak adalah sesuatu yang bersifat konkrit dan jauh lebih kuat dari pada dirinya, sehingga mampu memberi perlindungan,sebagai mana seorang ayahnya yang selama ini melindungi dan memberikan rasa aman kepadannya.

Kecerdasan Anak dan Keharmonisan Keluarga


Keharmonisan keluarga sangat erat kaitannya dengan perkembangan kecerdasan anak.bila anak tumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga yang harmonis ,kecerdasannya pun dapat berkembang dengan baik pula.namun bila anak dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis biasanya mengalami masalah dalam perkembangan kecerdasannya.
keluarga yang harmonis tidak harus berasal dari keluarga kaya yang rumahnya bagus , mempunyai mobil mewah dan pekerjaan dengan gaji yang besar.keluarga yang harmonis bukan tidak mungkin terwujud dari keluarga yang hidupnya sederhana bahkan rumahpun masih ngontrak tidak punya kendaraan pribadi dan berpenghasilan kecil.
yang membuat keluarga menjadi harmonis bukanlah masalah kaya ataupun miskin , melainkan bagaimana keluarga itu dibangun dengan penuh tanggung jawab dan rasa kasih sayang .sungguh membangun keluarga agar berjalan dengan harmonis ini sangat penting sekali .anak - anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis akan mempunyai ketenangan dan kegembiraan.Dua hal ini sangat penting perannya dalam menciptakan suasana agar proses belajar sang anak dapat berjalan dengan baik .

Disiplin Dalam Keluarga dan Sukses Dalam karier


Disiplin dalam keluarga berorientasi pada kewibawaan orang tua dalam mendidik anak dengan menanamkan disiplin pribadi sejak dini , yaitu taqwa terhadap Allah SWT.
Agama sebagai dasar disiplin keluarga untuk proses pembentukan pribadi merupakan satu cita - cita yang tercetuskan dalam butir pertama dari kelima butir tujuan pendidikan, sesuai urutannya, adalah ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Pengkatan budi pekerti luhur , Peningkatan kepribadian , Peningkatan pengetahuan dan keterampilan , serta cinta kepada bangsa dan tanah air.
Disiplin merupaka pengaruh yang dirancang untuk membantu anak mampu menghadapi lingkungan .Disiplin tumbuh dari kebutuhan menjaga keseimbangan antara kecenderungan dan keinginan individu untuk berbuat agar memperoleh seuatu dengan pembatasan atau peraturah yang diperlukan oleh lingkungan terhadap dirinya.
Disiplin dalam keluarga sebenarnya berkenaan dengan perumusan anggota keluarga tentang yang benar dan yang salah ,yang terkait dengan peraturan dan harapan yang telah ditentukan berhubungan dengan situasi dan tingkah laku tertentu.Makin anak menginjak dewasa maka makin mampu ia menilai situasi spesifik itu terkait dengan peraturan umum yang berlaku dalam keluarga.ia juga dapat merasionalkan perbuatan baik atau jelek , dalam memberikan alasannya.oleh karena itu,setiap anggota keluarga menuntut dapat diterimanya peraturan itu dengan akal sehat dan perasaan ikhlas sesuai dengan norma yang berlaku di dalam lingkungannya.

Pengaruh Film terhadap pembentukan watak dan pribadi


Sebagai media , film berfungsi mewujudkan komunikasi yang mencakup berbagai fase dalam kegiatan kehidupan .Media ini merupakan landasan pembentukan pengertian dengan tujuan mempengaruhi penerima pesan untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari komunikasitersebut.Terkait dengan pengaruh film dalam pembentukan watak dan pribadi,maka kita seyogyanya memahami bahwa analog dalam hal tersebut,dalam setiap proses belajar mengajar ada suatu hidden curruculum, demikian juga ada suatu penyadaran dalam hal untuk membangun watak dan pribadi seharus nya bukan tingkah laku atau ucapan yang terlalu disengaja nyata, melainkan ucapan atau prilaku yang secara tidak terlalu ditonjolkan , namun mewarnai benang merah cerita lain.
Berbicara tentang pengaruh film pendidikan sebagai media membentuk watak dan pribadi , maka perlu ditinjau substansi film,terutama dari berbagai pesan yang dikandungnya.

Cara Efektif Mendidik dan mendisiplinkan Anak


Masalah disiplin di dunia pendidikan tidak dapat dilihat terlepas dari pertumbuhan disiplin anak sejak didni dirumah,kualitas emosional yang habitual( sudah menjadi kebiasaan)akan ikut menentukan bagaimana ia menyesuaikan dirinya, kemudia disekolah dan berlanjut dimasyarakat sebagai dasar yang diperoleh sebelumnya. kehidupan emosional yang merupakan hubungan interpersonal yang memperhatikan pola perasaan antarmanusia dan sikap - sikap yang mengelilinginya adalah dasar utama dalam pembentukan pribadi seorang anak.
oleh karena itu , amatlah penting memahami dahulu psikologi perkembangan anak sebelum ia memasuki masa sekolah ,prinsip dan pertumbuhannya yang berkenaan erat dengan kebutuhannya,ketergantungan kepada orang lain serta kesan - kesan pertama yang meletakkan pola perasaan dalam tumbuh kembang pribadinya yang kemudian menjadi pola perasaan yang habitual yang akan menjadi dasar untuk menempa disiplin di sekolah.

Belejar Untuk Mengetahui


Globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan sekarang ini menghadapkan seluruh masyarakat menuju era baru, yang seakan tanpa jarak.

Dan dengan didasari hal tersebut maka diharapkan agar tercapai anak-anak yang secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak, dan keterampilan diri.

Potensi anak ini dipusatkan kepada pada tiga tahun pertama kehidupannya. Masa the golden age  ini adalah masa yang sangat penting, dimana potensi kecerdasan dan perilaku dasar terbentuk pada masa ini, yang diyakini jika anak didasari dengan ini, maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas.

Jenis pembelajaran sedikitnya diperoleh dengan pengetahuan terstruktur dibandingkan dengan penguasaan alat-alat belajar. Ini dapat dianggap baik sebagai sarana dan akhir dari eksistensi manusia. Melihat hal itu sebagai sarana, orang harus belajar untuk memahami dunia di sekitar mereka, setidaknya sebanyak yang diperlukan bagi mereka untuk menjalani kehidupan mereka dengan martabat, mengembangkan keterampilan kerja mereka dan berkomunikasi dengan orang lain.

Dianggap sebagai tujuan, itu adalah didukung oleh kesenangan yang dapat diperoleh dari pemahaman, pengetahuan dan penemuan. Pengetahuan kami yang lebih luas, semakin baik kita dapat memahami berbagai aspek dari lingkungan kita. Studi seperti mendorong keingintahuan intelektual yang lebih besar, mempertajam kemampuan kritis dan memungkinkan orang untuk mengembangkan independen mereka sendiri penilaian pada dunia di sekitar mereka. Dari sudut pandang ini, semua anak - tidak peduli di mana mereka tinggal - harus memiliki kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan layak serta menjadi teman ilmu sepanjang hidup mereka.

Namun, karena pengetahuan adalah aneka dan mampu hampir tak terbatas pengembangan, setiap upaya untuk mengetahui segala sesuatu menjadi lebih dan lebih sia-sia. Bahkan, setelah tahap pendidikan dasar, ide menjadi seorang spesialis multi subjek hanya ilusi. Seseorang yang benar-benar berpendidikan saat ini membutuhkan pendidikan umum yang luas dan kesempatan untuk mempelajari sejumlah kecil mata pelajaran secara mendalam.

Pendekatan dua arah yang tepat harus diterapkan melalui pendidikan. Alasannya adalah bahwa pendidikan umum, yang memberikan siswa kesempatan untuk belajar bahasa lain dan menjadi akrab dengan mata pelajaran lain, pertama dan terutama menyediakan cara berkomunikasi dengan orang lain.

Belajar untuk mengetahui menyiratkan belajar bagaimana untuk belajar dengan mengembangkan konsentrasi seseorang kemampuan memori, dan kemampuan untuk berpikir. Sejak bayi, orang muda harus belajar bagaimana untuk berkonsentrasi - pada objek dan pada orang lain. Proses meningkatkan kemampuan konsentrasi dapat mengambil bentuk yang berbeda dan dapat dibantu oleh kesempatan belajar yang berbeda yang muncul dalam perjalanan hidup.

Pengembangan keterampilan memori adalah alat yang sangat baik untuk melawan aliran kuat informasi instan yang dikeluarkan oleh media. Kemampuan memori harus dikembangkan dari masa bayi dan adalah berbahaya untuk menghentikan berbagai latihan tradisional di sekolah-sekolah hanya karena mereka dianggap membosankan.

Berpikir adalah sesuatu yang anak-anak belajar pertama dari orangtua mereka dan kemudian dari guru-guru mereka. Proses ini harus mencakup baik pemecahan masalah-praktis dan pemikiran abstrak. Baik pendidikan dan penelitian karenanya harus menggabungkan penalaran deduktif dan induktif, yang sering diklaim sebagai proses menentang. Sementara satu bentuk penalaran mungkin lebih tepat daripada yang lain, tergantung pada mata pelajaran yang diajarkan, umumnya tidak mungkin untuk mengejar kereta logis dari pikiran tanpa menggabungkan keduanya.

Proses belajar untuk berpikir adalah sekali seumur hidup dan dapat ditingkatkan dengan setiap jenis pengalaman manusia. 

Bermain Cerdas Dan Kreatif

 "Bermain Cerdas dan Kreatif "ini suatu metode pembelajaran melalui permainan yang bertujuan untuk membangun kecerdasan dan kreativitas anak, baik individu/kelompok.  Yang dalam hal ini dapat memberikan ruang gerak dan sikap apresiatif terhadap perkembangan anak tersebut.

Fokus akan usia anak sekolah dasar, yang di mana pada usia ini rasa ingin tahu yang menonjol dan sudah mulai mandiri untuk hal-hal sederhana. Jika dari sisi perkembangan sosial, pada usia ini tidak hanya bersosialisasi di lingkungan keluarga saja. Usia ini juga anak sudah mengenal dan membentuk kelompok teman sebaya. Jika semakin intensif akan membentuk suatu kelompok bermain.

Quantum learning dan accelerated learning telah memeberikan kesadaran baru bagi dunia pembelajaran. Yang berarti aspek kecerdasan bukan hanya dari Intelligence Quantum saja, tetapi dari berbagai hal (multiple intelligence), yang dalam hal pengembangannya harus banyak variasi dan penciptaan suasana dan lingkungan yang kondusif.


Fokus perhatian dalam "Bermain Cerdas Kreatif" ini adalah dengan bentuk permainan yg sederhana,praktis,mudah,menyenangkan. Dalam bermain, terlihat aneka ragam kepribadian, dan akhirnya mereka menemukan sesuatu pengalaman baru. Manfaat lain dalam "Bermain Cerdas dan Kreatif" adalah anak-anak dapat dengan cepat menghasilkan gagasan yg hebat utk menyelesaikan suatu masalah. 

"Bermain Cerdas dan Kreatif" ini biasa anak-anak menyebutnya 'games', dan jika sudah menyebutkan kata ini, wah....dijamin mereka betah berlama-lama untuk di kelas, dan tidak menganggapnya sebagai belajar. 

Games ini diklasifikasikan kembali menjadi dua, yaitu games perseorangan dan games kelompok. Games  perseorangan bertujuan untuk melatih kemampuan dan kecerdasan pribadi anak. Games kelompok bertujuan untuk menilai bagaimana sikap pribadi anak dalam hal kerjasama dalam kelompok, hubungan interpersonalnya.

Teknis pemilihan games harus dibuat dalam format terlebih dahulu yang berisi tentang isi singkat dari games yang dimaksud,  tujuan, waktu, jumlah peserta, bahan pelengkap, dan cara bermainnya. 

Dan sebaiknya, diberikan hadiah sebagai apresiasi atas prestasi usaha mereka. Dan jika salah/belum beruntung, diberikan semacam hukuman yang terkesan tidak seperti hukuman tetapi hanya untuk sekedar memperingatkan agar lebih berkonsentrasi lagi.

Games ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan lagi daya kreativitas anak yang menurun seiring dengan banyaknya aturan di lingkungannya. Yang diharapkan jika setelah ada aktivitas ini, daya kreativitasnya semakin berkembang. 

"Peci" yang Berbeda di Perpuskreatif

Masih di hari yang sama dengan agenda kegiatan Sarapan Bersama.
Jadi hari ini aku berniat untuk mengunjungi tempat temanku yang biasa mengadakan kegiatan untuk anak-anak sekitar lingkungan tempat tinggalnya. 

Kak @inandatiaka dan kawan-kawan di kantornya yang pertama kali menemukan tempat atau bisa dibilang rumah belajar yang di inisiasi olrh Pak Indra. Sekitar 2 tahun yang lalu (kalau tidak salah), tempat ini masih belum sebesar dan sebagus sekarang. Tempatnya hanya mengandalkan sepetak ruang ukuran 2x4m saja. 

Pak Indra tidak menyangka jika kak Nanda dan kawan-kawannya akan kembali lagi mengunjungi tempat yang ia dirikan untuk mengajar anak-anak di lingkungan rumahnya. Dan juga tidak disangka bahwa dari teman-teman kak Nanda-lah renovasi pertama untuk tempat yang sekarang ini menjadi Perpuskreatif ini. 

Metode di sini awalnya membatasi anak yang datang, seperti layaknya jam bimbingan belajar/les. Tetapi Pak Indra melihat jika anak-anak di sekitar haus akan hal seperti ini, dan mengkhawatirkan akan dampak teknologi dan informasi yang tidak bisa disaring dan tidak ada yang menyaring, apakah itu orang tua, lembaga ataupun pihak yang mengadakan teknologi dan informasi tersebut (baca:warnet)


Ya, warnet itu jahat. Itu kata Pak Indra. Karena anak-anak itu menjadi senang sekali berjam-jam di depan kotak berwarna yang ramai itu. Dan juga membuang uang hanya untuk permainan online yang tidak menghasilkan apa-apa. Sehingga akhirnya, beliau memutuskan untuk berhenti bekerja (beliau juga guru Sekolah Dasar rupanya), dan fokus untuk memperhatikan anak-anak di lingkungan sekitar. Dan memang, banyak rekan sekerjanya yang menganggap itu ide yang gila, aneh. Rela membuang rejeki yang sudah pasti untuk sekedar mengurusi anak-anak seperti itu. Yang memang tidak ada yang memberikan gaji, semua sukarela. Tetapi, jika memang sudah dari hati menyukai bidang pendidikan ini, uang tidak menjadi ukuran. 


Dan hari ini, aku mencoba untuk memberikan cerita kepada mereka,dengan cerita yang sama, yaitu "Monyet dan Penjual Peci". Dan juga diselipkan dengan kerja kreatif. Yaitu membuat peci menggunakan kertas koran.

Di sini, anak-anak ini sangat berbeda karakteristiknya dengan anak-anak yang ada di kolong jembatan Kampung Melayu yang pernah aku dan teman-teman kunjungi. Di sini anak-anaknya lebih sangat ekspresif dan juga tidak sungkan-sungkan untuk berbicara atau bahkan memotong pembicaraan. Ya, mungkin karena lingkungannya yang membuat mereka seperti itu, dan mereka banyak sekali menemukan orang-orang yang berbeda secara individual. Tidak seperti anak-anak yang di kolong jembatan, yang sehari-harinya hanya bertemu dengan orang yang sama.

Tetapi, ada satu anak yang memang sangat berani berbicara, berani berpendapat, bahkan berani untuk memotong pembicaraan dan juga pada awalnya melawan. Menolak sih lebih tepatnya. Karena ia berpikir jika dongeng dan cerita ini hanya untuk anak yang kecil sekali. Dia merasa sudah besar dan tidak pantas mendengarkan cerita. Tetapi, karena ada suatu pekerjaan yang menghasilkan, tidak hanya mendengarkan cerita, dia perlahan-lahan ikut bergabung kembali. Dan dari dialah ide untuk membuat sangkutan di dagu supaya pecinya tidak jatuh. Pintar sekali. 



Aku sebut pintar, karena tidak ada satupun anak yang mencetuskan ide tersebut. Itu adalah ciri jika dia itu sebenarnya anak yang cerdas, bukan nakal, bukan suka melawan. Tetapi, itulah salah satu dari sikap berekspresi dan menunjukkan ide-idenya.


Semoga, idemu, ide kalian tidak berhenti sampai di sini, tidak berhenti sampai di membuat peci saja.

Sampai bertemu kembali...

Kirimkan Cinta Dengan Dongeng Anak Indonesia



Bercerita, mendongeng..membacakan cerita..kepada anak pada khususnya sudah agak sedikit dilupakan pada masa sekarang ini. Padahal, bercerita adalah sarana berkomunikasi dan menjelaskan segala sesuatunya. Itu yang saya lakukan sebagai metode pengajaran di skolah. Karena pelajaran musik tidak begitu mudah untuk dipahami. Jika bercerita saja tidak dibiasakan,begitu juga dengan para tokoh pencerita yang piawai, yang sekarang ini mungkin sudah tidak dikenali dan dilupakan. Terutama oleh generasi tahun 90-an yang sama sekali tidak mengenal adanya pendongeng/pencerita (story teller)

Seperti sang legendaris pada hari ini, di acara ini..yang tampil dengan maksimal dan sempurna. Seakan-akan beliau tidak terganggu dengan kondisi kesehatannya yang sudah dibilang tidak cukup baik. Tetapi, bukan penghalang sepertinya buat seorang Pak Raden yang bernama asli Drs.Suyadi.
Suaranya, intonasinya, mimik wajahnya, masih sama seperti yang biasa saya lihat di layar kaca ketika masih kecil. Dan sekarang beliau bercerita di hadapan saya langsung, kemudian saya bisa mengiringinya untuk bernyanyi, bisa menemani beliau di rumah untuk sekedar berbincang dan menemani minum teh. (baru 3 kali sih ehehheee..), tapi itu membuatnya senang. Kareana beliau tinggal dengan asistennya saja dan 2 ekor kucing.
Kehidupannya jauh dari sejahtera. Yang seharusnya, di usia seperti ini beliau tidak bersusah payah untuk mencari materi untuk menyambung hidup dan biaya berobat ke dokter. Tetapi, yah..karena beliau memang sangat baik hati, dan selalu berlapang hati..jadi, memang terkesan tidak termanajemen dengan baik.



Untuk itu, sebagai generasi muda, terutama aku yang senang sekali bercerita..melestarikan budaya bercerita akan banyak menuai manfaatnya.
Salam bercerita!!!

Kolong Jembatan di Suatu Minggu...



Di suatu hari di Minggu pada bulan Juli, tepatnya tanggal 10..
Kami, komunitas yang peduli akan anak-anak, khususnya dengan pendidikannya, mencoba untuk ikut berkontribusi sedikit untuk para anak-anak ini. 





Lovebooks, komunitas yang baru terbentuk karena terinspirasi oleh pengalaman masa kecil mereka, dan ingin mewujudkannya bersama komunitas yang aku ikuti sekarang, yaitu Indonesia Bercerita.

Dan di hari Minggu yang cerah ini, tim dari @LoveBooks dan @IDCeritaJKT ingin sedikit membahagiakan para adik-adik dengan menyumbang buku untuk perpustakaan yang akan mereka dirikan. 

Untuk sampai di kolong jembatan dekat terminal Kampung Melayu ini memang tidak mudah. Karena, harus turun dari sebuah tangga bambu yang bersender di pinggir jembatan itu. Wah, jika tidak hari-hati pasti akan terjatuh. Kakak-kakak yang baru saja mengetahui lokasi ini seperti tidak percaya karena harus menuruni tangga bambu ini. Tapi menyenangkan. Seperti bertualang mendaki dan menuruni gunung. hahahaa...

Acara berlangsung dengan riang gembira dan santai yang di bawakan oleh kak @airin_l . Dilanjutkan dengan penjelasan dan perkenalan diri dari tim LoveBooks (kak @putrieux @malamelulu @aapratomo @miftahsirun) dan dari Indonesia Bercerita Jakarta (kak @airin_l @epiEpiEpie dan aku sendiri) dan kak @ifanhere beserta 2 orang teman kakak Putri yang menyumbang lemari dan susu kotak.

Kak Putri menjelaskan secara sederhana tentang cara-cara katalogisasi dan indeks buku untuk di perpustakaan, dan dilanjutkan dengan cerita dari aku , "Monyet dan Penjual Peci"(cerita andalan nih..ehhehee...) Tapi, yang berbeda kali ini adalah dengan adanya kerja kreatif itu. Karena lengkap dengan aksesorisnya. Maksudnya, selain melipat, juga disertai dengan menempel dan menghias dengan kertas origami. 







Menyenangkan ternyata, melihat mereka mempunyai 'mainan' baru yang mereka buat sendiri. Dan menyenangkan juga ternyata buat para kakak-kakak pendamping, karena ada yang belum pernah membuat topi seperti ini dan juga bisa berpose dengan topi barunya..hihiii.. Sementara para kakak perempuan berkutat dengan topi korannya, para kakak laki-laki sibuk juga merakit lemari susun yang akan disimpan di perpustakaan mereka.
Dan, sebagai penutup, ada kuis yang berhadiah seperangkat alat tulis untuk mereka dan susu kotak sebagai pelepas dahaga. 

Melihat semua ini, kami semua merasa bahwa peristiwa hari ini menyenangkan, karena bisa berbagi kepada mereka dan membuat mereka juga senang, meskipun tidak banyak juga yang kami berikan. Tetapi, tawa mereka yang membuat semuanya berharga dan mahal harganya.. :)

Lagi... Berbagi Cerita dan Cinta dengan @SahabatAnak

Ya, salah satu hobiku..bercerita untuk anak-anak..

Rasanya, jika melihat mereka senang dan tertawa, sudah cukup menjadi ‘upah’ atas tenaga untuk ‘berteriak-teriak’..hehehee, dan jika sudah melihat mereka gembira,sepertinya..hal ini bukan menjadi tenaga yang terbuang, malah kurasa tenaga semakin terkumpul..
Di sini, di halaman ruko di seberang Mangga Dua Square (yang aku lupa lagi nama tempatnya apa), aku bercerita kepada sekitar 100-an anak marjinal di sekitar perumahan kumuh yang ada di situ. Cerita yang berjudul “Monyet dan Pejual Peci” ini aku kombinasikan dengan kerja kreatif, sehingga mereka bisa membawa pulang hasil yang mereka buat. Tetapi, seadanya saja. Karena hanya menggunakan koran bekas yang tidak menggunakan perekat dan yang lainnya.


Di Sahaba Anak Kebayoran Baru juga aku bercerita untuk anak-anak yang tinggal di pinggiran rel kereta api. Dan para kakak Sahabat Anak juga akan membagikan mainan, spesial sekali ya hari ini.
Rencananya aku bercerita di lapangan luas yang terletak di belakang gedung Bina Nusantara, tetapi karena cuaca mendung dan sudah disertai dengan rintik-rintik hujan, maka acara dipindahkan ke dalam rumah belajar yang biasa mereka datangi. Wah, ramai sekali ternyata, penuh sesak..karena anaknya ada sekitar 100 anak dan tempatnya di lantai 2 rumah belajar mereka. Tapi menyenangkan, mereka menyimak cerita “Monyet dan Penjual Peci” yang aku bawakan. Yaah, ada sih beberapa anak remaja yang berkomentar iseng, tapi itu tanda mereka menyimak dengan baik loh.. hihiihi, lucu sekali mereka..
Aku bercerita memang tidak lama. Melihat mereka tersenyum dan tertawa lepas, sudah lebih dari menyenangkan. Karena yang aku hanya bisa berikan dan berbagi kebahagiaan hanya dengan bercerita.
Aku tidak akan pernah bosan untuk terus bercerita..


Cukup membuat anak-anak tersebut senang dan gembira..
Saya pun juga.. :)

Berbagi Cerita Dan Cinta di Rumah Baca Mutiara Mandiri Bekasi


Hari ini (beberapa bulan silam dan sudah lama juga sebenarnya.. hehehee) , adalah hari pertama aku bercerita untuk anak-anak selain murid aku di sekolah. Nervous? Banget.
Lokasinya ada di Bekasi, di..mm…(aku agag gagal dalam maping inih, hehehe,,taunya tinggal sampe ajaah). Nah, jadi aku akan bercerita kepada sejumlah anak di pemukiman kumuh di Bekasi, di tempat Rumah Belajar Mutiara Mandiri namanya. Kebetulan teman SMU aku aktif berkegiatan di situ, dia seorang dokter gigi yang peduli dengan kesehatan gigi anak. Mungkin mengingat jika masalah kesehatan gigi sepertinya tidak dipedulikan oleh masyarakat golongan bawah, maka dia dengan sukarela mengawasi kondisi kesehatan gigi anak sekitar daerah tersebut.
Ada hubungannya dengan kegiatan ibu dokter gigi yang baik hati ini. Vegi, yang biasa aku panggil (@drg.vegi), menginginkan bahwa cerita yang nanti aku bawakan berhubungan dengan kesehatan gigi. Waduh. Mendadak sekali, pikirku. Karena, sebekum-sebelumnya tidak ada pembicaraan mengarah ke situ. Tapi, aku berusaha. Dengan sedikit kontemplasi (alias bengong,heheehe)..akhirnya dapatlah cerita yang mengarah ke sana.
Awalnya aku bercerita tentang pertemanan para binatang di hutan, menggunakan media boneka tangan dan oneka binatang biasa. Dan terus terang sangat grogi sekali, karena ada sekitar kurang lebih 100 anak. Dan itu pertama kalinya aku bercerita di hadapan sekian banyak anak. Ini sebelum aku ikut bercerita untuk @sahabatanak juga loh.
Alhamdulillah, ke-grogi-an ku terhapuskan karena mereka ternyata menikmati cerita aku. Melihat mata mereka yang berbinar dan bersinar, pipi bersemu merah, mulut terbuka lebar karena tertawa..huufft..terbayar sudah.
Sangat disayangkan sekali apabila para pengajar dan para orangtua masih mengintimidasi anak dengan gambaran bahwa dokter gigi itu menakutkan. Tetapi pada akhirnya anak  mengerti jika seorang dokter gigi itu tidaklah menakutkan. Dan menjaga kesehatan tubuh dan gigi itu sebenarnya sangat mudah dan sederhana.
Hmmm, mengajarkan sesuatu dan memberi contoh itu memang sangat efektif sekali dengan bercerita. Karena, bu dr gigi Vegi akhirnya bisa sukses untuk memeriksa gigi mereka, beberapa waktu ke depannya. Meskipun masih ada 1-2 anak yang masih menangis. Hiihihhii..
Salam Bercerita :)

Berbagi Cerita Dan Cinta ; Kerja Kreatif #1 @IDCeritaJKT

Minggu, 19 Juni 2011..

Hari yang dinantikan nih oleh teman-teman semua. Termasuk diriku, karena hari ini adalah kali pertamanya komunitas yang pertama kalinya aku ikuti mengadakan acara di sebuah panti asuhan yang berbentuk pesantren, yang sudah aku kenal dari semasa SMP..dan sampai sekarang, ya begitu begitu saja. Malah semakin kurang memadai kalo aku boleh bilang. Makanya, salah satu alasan aku menawarkan kegiatan yang pertama kali ya di sini. Sekaligus membantu panti ini kan.
Aku pertama kali mengenal panti ini kira-kira tahun1992-an..dan saat itu aku memberikan sumbangan majalah bobo aku yang sudah di bundel. 1 bundel ada 10 jilid, dan aku memberikan sebanyak 20 bundel. Atau lebih yaa..? Sudah lupa juga.. (hadeuh..faktor umur inih. :p) Dan saat itu, anak perempuannya juga tidak sebanyak sekarang. Makanya agak kaget ketika melihat santriwatinya itu sudah 60 orang sekarang..
Awalnya, sempat ditolak secara halus oleh ustadnya, karena beliau berpikir jika ‘mendongeng’ itu akan berdampak negatif. Karena diasosiasikan dengan fiktif semata. Karena sistem pembelajarannya sangat membatasi akan hal-hal yang berbau fiktif. (sedih ya) Tetapi, ya kita bisa berbuat apa? Hanya bisa menerangkan saja. Tetapi, ketika mengetahui bahwa hal ini semata hanyalah alternatif pembelajaran pembetukan karakter. Karena, membangun karakter bangsa tidak cukup melalui pendidikan formal. Banyak anak yang tidak terjangka oleh pendidikan, ada banyak proses belajar yang tidak efektif, kualitas guru yang kurang memadai dan banyak lagi. Keadaan ini butuh terobosan agar karakter bangsa terbentuk.
Yah, salah satu dan bentuk dari aku dan teman-teman yang memang mempunyai visi dan misi sama, yaitu mendidik anak bangsa yang berkarakter, dengan cara yang paling mudah. Bercerita.
Nah..serius sekali ya jadinya,hihii…baiklah, pada akhirnya acara berlangsung seru sekali. Dengan dukungan dari berbagai pihak sebagai donatur..dan sangat berterimakasih sekali kepada teteh @Natasha18 dan kakak dari @ProjectPop . Yaitu Kak @TikaPanggabean , Kak @SiOdie , Kak @git2 , dan Kak @udjudj..Serta kak @YKmilandra1980..mie ayamnya enak deh.. ^^


Komunitas Blog Guru Sosial Media