TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Kurikulum tak Sesuai Penamaan

Kurikulum tak Sesuai Penamaan

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di tanah air akrab dengan istilah ‘KTSP’. Akronim ini aslinya merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun di lapangan kadang-kadang justru diplesetkan.

Masih pantas menjadi sesuatu yang perlu dibahas.Dari sejumlah mata pelajaran itu barangkali ia akan lulus semua.Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pula beberapa mata pelajaran yang gagal. Demikian juga untuk semester-semester berikutnya.

Nah, jika setelah tiga tahun (6 semester) ternyata masih ada mata pelajaran yang belum lulus maka siswa tadi harus mengulang atau mengikuti kembali mata pelajaran-mata pelajaran yang dimaksud sampai ia dinyatakan lulus seluruhnya. Jadi, siswa-siswa yang masuk SMP atau SMA pada tahun yang sama belum tentu tamat pada tahun atau bahkan semester yangsama pula. Tetapi tergantung kepada prestasi yang mereka peroleh.

Sementara kurikulum yang dulu acapkali bergonta-ganti wajah dan penampilan sudah cukup merepotkan dan memberatkan banyak kalangan, terutama para guru selaku ujung tombak dunia pendidikan.
Umumnya para praktisi pendidikan kita (terutama bapak dan ibu guru) masih salah dalam mengartikan kurikulum yang diluncurkan sejak tahun 2006 lalu itu.

Singkat kata, belum dapat beradaptasi dengan format asli KTSP tadi. Padahal KTSP diberlakukan adalah dalam rangka melimpahkan wewenang yang cukup besar bagi setiap satuan pendidikan (sekolah) dan para guru untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa-siswi mereka.

Artinya, jika sebelumnya aktivitas para guru hanyalah sebatas melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah (depdiknas) maka sekarang fungsi dan peran para pendidik itu meluas menjadi penyusun dan pengembang kurikulum, sekaligus sebagai pelaksananya.

Jadi, setiap satuan pendidikan (sekolah) sesungguhnya berhak dan bahkan dituntut untuk membuat dan memiliki kurikulum sendiri (khusus) sesuai situasi dan kondisi di lokasi masing-masing. Selebihnya adalah terserah kepada pihak sekolah untuk menyusun, mengembangkan dan melaksanakannya di lapangan.

Akan tetapi apa yang terjadi selama ini? Benarkah bapak dan ibu guru bisa berkreasi, berinovasi dan berimprovisasi? Malah semakin banyak intervensi yang datang dari sana-sini. Biasanya berasal dari oknum-oknum yang menjadikan bisnis sebagai orientasi. Nyaris serupa saja dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada setiap sekolah (terutama para guru) untuk aktif berkreasi dan berinovasi merancang kurikulum dan perangkat-perangkat pembelajaran yang diperlukan.

Dari siapapun, dari pihak manapun. Dengan begini barulah
KTSP benar-benar menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bukan Kurikulum yang Tak Sesuai Penamaan.


Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini : kurikulum pendidikan, kurikulum pendidikan islam, kurikulum pendidikan anak usia dini, kurikulum tingkat satuan pendidikan, pengembangan kurikulum pendidikan, kurikulum pendidikan indonesia, makalah kurikulum pendidikan, kurikulum pendidikan nasional, kurikulum pendidikan di indonesia, pengertian kurikulum pendidikan, artikel kurikulum pendidikan, kurikulum pendidikan karakter, kurikulum pendidikan tinggi, perubahan kurikulum pendidikan, kurikulum pendidikan matematika, fungsi kurikulum pendidikan, desain kurikulum pendidikan, perkembangan kurikulum pendidikan indonesia, perkembangan kurikulum pendidikan di indonesia, pusat kurikulum pendidikan nasional, macam-macam kurikulum pendidikan.

Kecurangan UN ada di Internal Sekolah

WASPADA ONLINE
MEDAN – Salah satu factor penentu kelulusan siswa dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) merupakan 40 persen dari nilai rapor. Hal ini memunculkan keraguan bahwa kecurangan akan dilakukan oleh internal sekolah, dengan cara melakukan mark up terhadap nilai siswanya.

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Utara (Sumut), OK Nazaruddin Hisyam menyatakan, Dewan Pendidikan meminta kepada pihak sekolah di Sumut untuk tidak melakukan kecurangan dengan memanipulasi nilai raport siswa.

“Indikasi atau sinyalemen terjadinya manipulasi nilai raport ini, sangat mungkin terjadi. Hal ini dilakukan secara transparan dan objektif dalam menghasilkan UN yang jujur, bersih, akuntabel dan berkualitas,” ujar OK Nazaruddin, hari ini.

Maka dari itu, OK Nazaruddin mengajak Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas Pendidikan, sekolah dan guru-guru untuk bersama-sama tidak melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN, sehingga lulusan-lulusan generasi bangsa yang dihasilkan melalui UN kali ini benar-benar memiliki kualitas yang baik.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Hasan Basri. Dia mengimbau kepada guru maupun pengawas untuk tidak membedakan siswa yang ikut UN bergabung, karena dalam pelaksanaan UN tidak ada perbedaan antara sekolah penyelenggara dan sekolah yang bergabung, karena hak siswa untuk mengikuti ujian adalah sama.

Selain itu, Hasan juga mengimbau agar siswa yang bergabung tetap optimis dan jangan pesimis, karena UN ini sebuah kegiatan yang biasa saja dan semua siswa pada umumnya sudah pernah melaksanakan ujian. Bahkan dari laporan yang diterimanya menyatakan siswa sudah beberapakali mengikuti kegiatan try out yang sistemnya mirip dengan pelaksanaan UN.

“Bagi siswa yang bergabung jangan pesimis tapi harus optimis,” katanya, sembari menyebutkan untuk SMA ada 28 siswa, untuk MA,10 dan 16 siswa SMK.

Hasan juga berharap agar pihak aparatur keamanan memberikan perhatian serius terhadap isu yang beredar tentang adanya kebocoran soal UN.

dikutip dan ditulis ulang dari WASPADA ONLINE tanggal 18 April 2011
Editor: AGUS ZULHAMIDI


Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini :

ujian nasional, soal ujian nasional, soal ujian nasional 2011, soal ujian nasional 2012,prediksi ujian, soal prediksi ujian nasional, ujian nasional matematika, soal prediksi uan 2011, soal prediksi uan 2012, jawaban ujian nasional, prediksi uan smp, ujian nasional bahasa indonesia, prediksi un sma, prediksi ujian nasional smp, prediksi uan 2011 smp, prediksi uan 2012 smp, prediksi soal ujian smp, soal ujian nasional bahasa indonesia, prediksi uan sma, prediksi unas, prediksi ujian nasional sma, prediksi uan smk, soal unas 2011 smp, soal unas 2012 smp, prediksi uan 2012, prediksi uan 2011, prediksi uan 2010, prediksi uan 2009, prediksi soal unas, bocoran ujian nasional, ujian nasional smp 2012, ujian nasional smp 2011, ujian nasional smp 2010, ujian nasional smp 2009, prediksi unas smp, soal prediksi unas 2012, soal prediksi unas 2011, soal prediksi unas 2010, bocoran uan 2012, bocoran uan 2011, bocoran uan 2010, prediksi soal-soal uan, prediksi unas smp 2012, prediksi unas smp 2011, prediksi unas smp 2010, soal unas 2012 smp, soal unas 2011 smp, soal unas 2010 smp, soal unas 2008, soal unas sma 2012, soal unas sma 2011, soal unas sma 2010, soal2 ujian nasional, download soal unas smp, soal unas smp 2012, soal unas smp 2011, soal unas smp 2010, soal unas smp 2009, kecurangan ujian nasional.

Komunitas Blog Guru Sosial Media