![]() |
| Gambar : Sumber republika.co.id |
Tawuran atau sering disebut Perkelahian, sering terjadi di antara pelajar. Banyak sebab yang mengaakibatkan terjadinya tawuran tersebut, tawuran dinilai normal ketika tidak menelan korban, namun ketika berjatuhan korban di antara pelajar, semua pihak seolah - olah melempar tanggung jawab. pihak kepala sekolah menuduh bahwa pengawasan orang tua dirumah yang tidak sinergi, orang tua menuduh pihak sekolah kurang disiplin, polisi menuduh dinas pendidikan kurang serius dalam menangananinya. Apakah hal ini akan terus terjadi hingga beribu siswa dan pelajar berjatuhan. Tawuran bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke perguruan tinggi.
Kondisi di beberapa kota besar seperti: Jakarta, Surabaya, dan Medan, hal ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar.
Kondisi di beberapa kota besar seperti: Jakarta, Surabaya, dan Medan, hal ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar.



