PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Istilah pembelajaran menjadi istilah yang makin populer dan banyak digunakan dalam dunia Tenaga Pendidik an. Pembelajaran merupakan terjemahan dari Instruction dimana sebelumnya dipadankan dengan istilah pengajaran, oleh karena itu terkadang terjadi penggunaan yang saling mengganti antara istilah pembelajaran dengan pengajaran (mungkin lebih tepat pengajaran itu sebagai terjemahan dari teaching).
Pengajaran diartikan sebagai proses belajar mengajar yang merupakan interaksi siswa dengan lingkungan belajar yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran, yakni kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya (Nana Sujana : 1996). Bila diperhatikan, pengertian pengajaran tersebut menunjukan titik berat pada peran guru/dosen sebagai pengajar dengan segala kewenangannya serta menempatkan pembelajar (siswa/mahasiswa) sebagai pihak yang bersifat pasif dan hanya bersifat menerima. Pendekatan semacam ini disebut Tenaga Pendidik an yang berpusat pada guru/dosen (teacher centered education) yang awalnya berkembang di Eropa ketika pengajar (guru/dosen) menjadi satu-satunya sumber belajar, namun dengan berkembangnya teknologi termasuk bidang percetakan serta perkembangan bidang-bidang ilmu Tenaga Pendidik an telah menyebabkan pola/pendekatan teacher-centered education tidak dapat dipertahankan lagi. Sementara itu bila diperhatikan penggunan istilah pembelajaran lebih mengacu pada upaya menempatkan siswa/mahasiswa sebagai pihak yang aktif (student-centered education) dalam perannya menjadi seorang pembelajar, oleh karena itu penggunaan istilah yang berbeda (pengajaran dan pembelajaran) untuk padanan kata instruction didalamnya mengandung wawasan dasar yang berbeda dalam memposisikan siswa/mahasiswa dalam suatu proses belajar mengajar, dari teacher centered education menjadi student centered education


