TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Mengetahui Tentang Gaya Belajar Anak Kinestetik

 


Mengetahui Tentang Gaya Belajar Anak Kinestetik

Gaya belajar ini menyenangi belajar yang melibatkan gerakan. Biasanya orang yang tipe ini, merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekadar membaca buku tetapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestetik.


Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar kinestektik adalah:

  1. Biasanya suka bicara pelan-pelan
  2. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
  3. Suka menggunakan berbagai peralatan dan media
  4. Menyentuh orang untuk bisa mendapatkan perhatian mereka
  5. Selalu belajar melalui praktek
  6. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  7. Banyak menggunakan isyarat tubuh
  8. Gak mudah duduk diam dalam waktu yang lama
  9. Suka olahraga dan menyukai permainan
  10. Suka buku-buku yang berorientasi pada cerita.


Cara belajar yang tepat untuk kinestetik:

  • Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
  • Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari
  • Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
  • Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum
  • Mengikuti ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)


Anak dengan gaya belajar kinestetik menyukai keterlibatan fisik secara langsung saat belajar, serta menggunakan tubuhnya untuk mengeksplorasi tempat dan konsep baru. Mereka belajar melalui gerak, emosi, dan sentuhan.

Fenomena Pendidikan Bagi Orang Miskin


Fenomena Pendidikan Bagi Orang Miskin
RSBI,Sekolah Terpadu, Fullday School, dan sebagainya merupakan pendidikan unggulan yang menyediakan fasilitas - fasilitas yang sangat lengkap dan canggih sehingga hanya diperuntukan untuk anak dari orang - orang yang berlebihan duit, sehingga hal ini akan menjadi anggan - angan bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Di Jember hal ini terbalik, berdasarkan sumber dari Indosiar.com mendapati ada sebuah sekolah yang baik mutu dan kualitasnya namun diperuntukan bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Informasi dari indosiar.com, Jember Yaitu: - Tak bisa dipungkiri hingga kini pendidikan yang layak masih sebatas impian bagi ribuan bahkan jutaan anak usia dini dari keluarga kurang mampu.
Namun di Jember, Jawa Timur, ada sebuah rumah bermain dan belajar moderen yang khusus ditujukan bagi anak-anak dari kalangan miskin.
Istimewanya anak-anak ini mendapat pendidikan secara gratis. Beginilah suasana rumah bermain dan belajar untuk si kecil di perkampungan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Setiap hari, bangunan sederhana yang dibangun 10 tahun lalu ini selalu dipenuhi anak balita dari keluarga kurang mampu.

Mereka tampak ceria memainkan sejumlah permainan tradisional seperti dakon, engklek, bola bekel hingga petak umpet.Tidak hanya bermain, anak-anak ini juga mendapatkan materi pendidikan layaknya di sekolah seperti bahasa Inggris, Matematika dan budi pekerti. Namun materi diberikan menggunakan pendekatan personal dan interaktif.
Hasilnya anak-anak ini tampak fasih berbicara dan bernyanyi menggunakan bahasa Inggris. Anak-anak juga mendapat fasilitas perpustakaan mini yang koleksi bukunya didapat dari sumbangan warga sekitar. Istimewanya anak-anak ini mendapatkan seluruh fasilitas disini dengan gratis.Menurut Ayu Sutarto, tokoh pendidikan sekaligus pendiri rumah belajar ini tenaga pengajar adalah para relawan dari kalangan mahasiswa dan akademisi.
"Kemiskinan dan kebodohan itu adalah musuh yang sangat mengancam Indonesia termasuk mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena kebodohan dan kemiskinan itu dapat mengakibatkan banyak hal termasuk juga komitmen bernegara dan berbangsa. Jadi itu yang harus diperangi menurut saya" Ujar Ayu Sutarto.

Ditambahkan tekad memerangi kebodohan dan memajukan dunia pendidikan tidak akan tercapai jika pemerintah tidak memiliki komitmen kuat untuk mencerdaskan anak bangsa dari segala lapisan masyarakat. 

Komunitas Blog Guru Sosial Media