TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Mungkinkah Ini Terjadi ?


Impian Menjadikan Pendidikan Berstandar Internasional


Bicara tentang gambaran pendidikan kita, harus bercermin kepada sistem pendidikan yang di buat oleh pemangku kepentinag di negeri ini. Banyak cara atau metode yang rancang atau menjadi konsep untuk memajukan pendidikan, dari Tujuan pengelolaan, manajemen, sistem birokrasi dan segala sesuatu yang bermuara kepada kualitas pendidikan.

Ada Tujuan 1) Memberantas Korupsi di Manajemen Pendidikan Yang Sangat Memalukan dan Membunuh Semua Harapan Kita Untuk Maju - "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009).
Tujuan 2) Meningkatkan semua sekolah yang rusak dan ambruk ke Standar Nasional yang lengkap dengan sarana/prasarana supaya aman, nyaman, dan kondusif untuk "semua pelajar" - "Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)."
Tujuan 3) Mengimplementasikan PAKEM (Pembelajaran Aktif dan Kontekstual) di semua sekolah supaya standar pembelajaran kita sesuai dan kompetitif dengan negara lain. Kapan kita akan menghadapi isu-isu yang terbukti meningkatkan mutu pendidikan? Pendidikan Yang Terbaik Masih Adalah: Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM. ("Mampu" termasuk Kreatif) Ref: Metodologi Adalah Kunci-nya!
Tujuan 4) Menggunakan "Appropriate Technology" yang sudah ada di semua sekolah, yang terbaik, terjangkau, dan sangat meningkatkan kreativitas siswa-siswi maupun kreativitas guru (seperti di negara maju). Dengan rasio: "Sekarang Satu perangkat komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses koneksi internet". Jelas TIK (ICT) bukan solusinya, kan? Bagaimana dengan koneksi internet?
perangkat komputer-perangkat komputer yang ada di sekolah-sekolah umum masih jauh dari cukup untuk belajar Ilmu Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) secara nasional (Satu perangkat komputer Untuk 2.000 Siswa), apa lagi menggunakan TIK untuk E-Learning. Target KemenDikNas adalah computer 1: 20 siswa pada tahun 2015 (baru cukup untuk mengajar mata pelajaran TIK, kan? - E-Learning kapan 2020, 2025?)
Maupun E-Learning dapat membunuh kreativitas anak-anak kita! Sebetulnya ada banyak sekali isu (kebanayan terkait dengan "human issues and the importance of self-expression, free discussion, peer learning, dan benefits of group learning").
Satu lagi Isu Penting:
"koneksi internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar"
"PADANG--MI: Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi koneksi internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak bermanfaat."
Maupun hanya ada sangat sedikit informasi yang dalam bahasa Indonesia. Tanpa bahasa Inggris anak-anak kita adalah buta kepada informasi global, jadi manfaatnya koneksi internet untuk anak-anak kita adalah sangat terbatas. Bahasa Inggris Adalah Kunci Untuk Pintu Ke Globalisasi Maupun Lapangan Kerja Luas.
Ada Produk Teknologi Yang Dapat Membuat Revolusi Di Bidang Pendidikan Di Seluruh Indonesia. Sekarang kita dapat belajar di manapun, di kota besar, di kota kecil, di desa, maupun di becak. Relatif kecil dan dapat masuk tas anda jadi dapat dibawa ke mana saja. Anda hanya perlu mempunyai niat belajar dan anda dapat belajar tanpa batas.
Tujuan 5) Meningkatkan profesionalisme dan bertanggunjawaban guru untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan mengajar sendiri - seperti guru profesional di negara lain. Guru adalah pelaksana pendidikan (dan paling penting) jadi kesejahteraan juga harus sesuai supaya tidak perlu "moonlighting" di tempat lain dan dapat fokus kepada tugasnya. Sulusi-nya Adalah Guru Yang Bermutu!
Kalau lima (5) Tujuan di atas sudah diatasi kita sudah mengarah ke pendidikan yang dapat disebut "Pendidikan Yang Bermutu". Bukan hanya bermutu yang akan dihasilkan, namun jaminan dari masyarakat yang akan selalu memberikan kontribusi demi kemajuan lembaga pendidikan yang mereka idolakan.

UN dan Anggaran Pendidikan 20 %

Kontradiksi antara UN dihapuskan dan Masih dilaksanakan masih dalam perdebatan yang tiada henti. Pemangku kepentingan di Negara ini sangat mengambil andil dalam pelaksanaan, atau bagi - bagi jatah dalam masa KETAKUTAN MASAL TAHUNAN SISWA KELAS AKHIR.

Kenapa tidak..hal yang sangat mengherankan saya kenapa masih banyak siswa yang putus sekolah, bangunan masih tidak layak dipergunakan ( disiarkan di berbagai media televisi ) dinas pendidikan di tempat saya masih sempat membagi - bagi reziki dalam masa ketakutan siswa akhir setiap tahunnya. Pasalnya coba perhatikan gambar berikut ini :

Gambar ini sangat menghemat pada anggaran 2009 - 2010, sampai - sampai untuk bet ( tanda pengawas ujian tingkat SD ) dibvuat seminim mungkin, mungkin ini adalah kondisi penghematan dalam melakukan penyaluran anggaran pendidikan, atau kebalikannya.." allah yang tau.."

Namun untuk tahun ajaran 2010 - 2011 malah sangat ada indikasi menghaburkan duit, bayangkan dari ukuran di samping,menjadi ukuran yang sangat membanggakan bagi para pengawas.

Perhatikan gambar berikut ini :

Memang sangat membanggakan ketika pengawas identitasnya diperhatikan, namun hal ini sangat mencolok, hal yang sangat tidak pernah di sidak ( turun langsung ) ke lapangan ( maksudnya ke sekolah - sekolah pelaksana ujian ) untuk lebih memperhatikan nilai ke jujuran. Masih banyak ditemui ( salah satunya penulis alami ) ada negosiasi ke pada pengawas ketika kita temui beberapa temuan yang sangat menjanggalkan ketika ujian tahun lalu, pengawas dari awal di himbau oleh kepala sekolah tempat mengawas agar jangan terlalu ketat dalam mengawas. " Maklumlah pak anak2 negeri, untung mau sekolah .."

Dan hal ini tidak pernah dilakukan peninjauan secara teliti ( kalau DINAS PENDIDIKAN PUSAT intropeksi kepada UN ). Walaupun saat ini ( tahun ajaran 2010 - 2011, katanya UN hanya mempengaruhi 60 % Kelulusan ) hal ini tidak sangat relevan, tidak ada sistem, media, dan sarana penunjang pendidikan di Negara Indonesia ini yang sama keseluruhannya. Yang ekonominya tinggilah yang maju..bagaimana yang di pedesaan?

Dalam momen ini SAYA SANGAT MENOLAK DI ADAKAN UN, masih ada uji kopetensi siswa, yang sesuai dengan daerahnya masing - masing, tingal di rumuskan bagaimana penilaiannya ke DINAS PENDIDIKAN kita..


Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini : 

ujian nasional, soal ujian nasional, soal ujian nasional 2011, soal ujian nasional 2012,prediksi ujian, soal prediksi ujian nasional, ujian nasional matematika, soal prediksi uan 2011, soal prediksi uan 2012, jawaban ujian nasional, prediksi uan smp, ujian nasional bahasa indonesia, prediksi un sma, prediksi ujian nasional smp, prediksi uan 2011 smp, prediksi uan 2012 smp, prediksi soal ujian smp, soal ujian nasional bahasa indonesia, prediksi uan sma, prediksi unas, prediksi ujian nasional sma, prediksi uan smk, soal unas 2011 smp, soal unas 2012 smp, prediksi uan 2012, prediksi uan 2011, prediksi uan 2010, prediksi uan 2009, prediksi soal unas, bocoran ujian nasional, ujian nasional smp 2012, ujian nasional smp 2011, ujian nasional smp 2010, ujian nasional smp 2009, prediksi unas smp, soal prediksi unas 2012, soal prediksi unas 2011, soal prediksi unas 2010, bocoran uan 2012, bocoran uan 2011, bocoran uan 2010, prediksi soal-soal uan, prediksi unas smp 2012, prediksi unas smp 2011, prediksi unas smp 2010, soal unas 2012 smp, soal unas 2011 smp, soal unas 2010 smp, soal unas 2008, soal unas sma 2012, soal unas sma 2011, soal unas sma 2010, soal2 ujian nasional, download soal unas smp, soal unas smp 2012, soal unas smp 2011, soal unas smp 2010, soal unas smp 2009, kecurangan ujian nasional.

Komunitas Blog Guru Sosial Media