b04e4553e6938e992a380e93a6ff4c43dd63d0239f9acea4bd
TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Tujuan Dari Belajar

Proses  belajar akan terjadi jika terjadi perubahan yang dialami oleh siswa melalui berbagai cara yang diajarkan. Hasilnya bisa perilaku yang baik atau sebaliknya. Karena itulah tugas pengajar harus dijalankan semaksimal mungkin untuk memberikan konsep teori belajar yang baik dan efektif agar hanya pengalaman baiklah yang didapatkan. Pengawasan dan bimbingan menjadi cara mutlak yang harus dilakukan.

Menurut Sadirman (2011: 26-28), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu:
  • Untuk Memperoleh Pengetahuan
Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan berfikir seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat kemampuan berfikir seseorang menjadi lebih baik.

Dalam hal ini, pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang, dan begitu juga sebaliknya kemampuan berpikir akan berkembang melalui ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dengan kata lain, pengetahuan dan kemampuan berfikir merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.


  • Menanamkan Konsep dan Keterampilan
Keterampilan yang dimiliki setiap individu adalah melalui proses belajar. Penanaman konsep membutuhkan keterampilan, baik itu keterampilan jasmani maupun rohani.

Dalam hal ini, keterampilan jasmani adalah kemampuan individu dalam penampilan dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan ini berhubungan dengan hal teknis atau pengulangan.

Sedangkan keterampilan rohani cenderung lebih kompleks karena bersifat abstrak. Keterampilan ini berhubungan dengan penghayatan, cara berpikir, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep.
  • Membentuk Sikap
Kegiatan belajar juga dapat membentuk sikap seseorang. Dalam hal ini, pembentukan sikap mental peserta didik akan sangat berhubungan dengan penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya.

Dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku, dan pribadi anak didik, seorang guru harus melakukan pendekatan yang bijak dan hati-hati. Guru harus bisa menjadi contoh bagi anak didik dan memiliki kecakapan dalam memberikan motivasi dan mengarahkan berpikir.


Kegiatan mengajar di sekolahan tidak hanya melibatkan fungsi guru sebagai pengajar dan murid sebagai penerima informasi saja. Banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah fasilitas. Faktor penunjang ini sangat signifikan pengaruhnya terhadap prestasi siswa. Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki maka semakin memudahkan penyaluran pengetahuan. Dan guru pun bisa menerapkan dan mengembangkan metode mengajar yang mereka miliki tanpa adanya keterbatasan.

0 komentar:

Posting Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media