TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Video Pembelajaran

Pendidkan di era globalisasi

Indonesia dan negara - negara lain di dunia bekerja sama dalam bidang ekonomi, pendidikan , sosial , politik dan budaya.
Globalisasi berasal dari kata global dan artinya meliputi seluruh dunia atau mendunia . globalisai dapat diartikan sebagai proses semakin menyatunya dunia .Globalisasi juga dapat diartikan sebagi proses saling terhubungnya seseorang , sekelompok orang atau suatu negara dengan negara lainnya di dunia .Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terjadinya globalisasi .Perkembangan teknologi membuat batas antar negara seolah - olah tidak ada lagi.

Pendidikan Global

Hal ini terkait dengan penerapan metode pembelajaran (dapat juga dikatakan sistem pendidikan) yang secara global saat ini diadopsi oleh negara-negara maju atau negara-negara yang peringkat HDI-nya masih di atas Indonesia, namun penerapannya belum terjadi di Indonesia. Isu global pendidikan juga terkait dengan wacana integrasi ilmu pengetahuan. Disiplin ilmu agama, IPA, matematika, IPS, sastra dan disiplin ilmu lainnya tidak akan lagi berdiri sendiri, terpisah secara sporadis, namun akan akan menjadi suatu kesatuan ilmu yang melahirkan produk ilmu pengetahuan yang merupakan hasil integrasi dari berbagai disiplin ilmu.

Keteladanan R.A Kartini di Hari Kartini | Patut untuk Dicontoh

Raden Ajeng Kartini merupakan pahlawan wanita Indonesia yang memperjuangkan hak-hak wanita. R.A Kartini lahir di Kota Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Ia adalah anak dari seorang bangsawan yang taat pada adat idtiadat. Kisah R.A Kartini sangat populer hingga saat ini, dan sampai  dituangkan dalam sebuah film layar lebar. Sifat-sifat dari R.A Kartini inilah yang membuatnya sangat patut unutk dicontoh oleh wanita-wanita saat ini. Beberapa sifat R.A Kartini yang patut dicontoh yaitu:

1. Sosok yang merakyat

rang wanita yang punya sifat merakyat. Dia tidak suka disembah dan diagungkan selayaknya seorang bangsawan lainnya. Arti merakyat di sini adalah walau ia berasal dari kaum bangsawan namun dia tak malu berbaur dengan kaum dari golongan manapun, tanpa membedakan status sosial atau kasta. Hatinya lekat kepada rakyat walaupun dia adalah seorang bangsawan tetapi ia tidak gila akan derajat itu. Bahkan RA Kartini akan merasa amat sedih jika ada seorang bangsawan yang menggunakan tingkat kebangsawanannya untuk kepentingan diri sendiri dan merugikan orang lain.

2. Pengasih
Pengasih adalah sikap yang senantiasa diterapkan Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Kartini sangat penyayang terutama kepada anak-anak perempuan didikannya. Ia bahkan pernah mengatakan kepada Nyonya Abendanon kalau ia akan selalu mengasihi anak-anak didiknya itu. Seperti ungkapannya yaitu : “Moga-moga saya diperbolehkan memangku anak-anak itu dan saya akan mengasihi anak-anak itu,” Nah, ini sifat yang wajib banget dimiliki oleh para wanita terutama wanita Indonesia yaitu mengasihi orang-orang di sekitar kita dan peka terhadap orang-orang
yang membutuhkan di sekitar kita.

3. Hormat kepada orang tua
Kartini selalu bersikap hormat kepada siapa saja, termasuk pada orang tuanya. Salah satu permintaan orang tuanya yang ia hormati adalah anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Walau punya pemikiran sendiri, Kartini tetap menghormati orangtuanya. Ia tidak membangkang dan ngambek atau bahkan kabur dari rumah. Tapi, pada akhirnya, ia bisa menemukan caranya sendiri agar bisa mewujudkan mimpinya.

4. Rajin
Walau tidak sekolah, Kartini tetap berusaha agar ia bisa menjadi pintar dan berwawasan luas. Ia belajar lewat buku-buku dan surat kabar yang ia baca. Sifat rajin harus melekat di setiap perempuan-perempuan Indonesia. Tidak bakal rugi mempelajari dan mengetahui hal-hal baru yang bisa menambah wawasan kita.

5. Sederhana
Sosok Kartini dikenal sebagai wanita yang penuh dengan kesederhanaan. Terbukti, ia tetap menjalani hidup yang jauh dari kemewahan meski ia berada dalam lingkungan keluarga bangsawan. Hal ini tercermin saat Kartini menikah dengan pria bangsawan. Ia memilih tidak mengadakan pesta dan tidak memakai pakaian pengantin.

6. Tidak sombong
Pasti kita tahu dong, kalau Kartini itu adalah seorang bangsawan? Tapi... Walau orang terpandang, Kartini tidak mau diperlakukan berbeda dengan rakyat biasa. Ia tetap rendah hati dan tidak sombong dalam kehidupan sosialnya.

7. Selalu optimis dan melihat kedepan
Katika orang memandang suatu cita – cita degan segala keadaan dengan baik dan tidak berburuk sangka, tidak mudah lemah akan cita – citanya makaRA Kartini percaya cita- cita tersebut akan dapat tercapat. Beliau orang yang selalu mengagung – agungkan masa silamnyadan puas dengan pencapaiannya dulu, karena mereka yang mempunyai sifat seperti itu seakan puad dengan hanya membanggakan nenek moyang jaman dahulu.

8. Keseimbangan anrata ilmu pengetahuan dan akhlaq
Bukan hanya ilmu pengetahuan yang penting bagi RA Kartini, namun kecerdasan berfikir dan kecerdasan budi harus sama – sama dimajukan. Bagi kartini yang juga merupakan seorang pendidik, tugas pendidik belum usai jika hanya mencerdaskan fikiran saja, ia harus mendidik budi ata akhlaq muridnya.

9. Berani
Selama kita berada di jalur yang benar, maksudnya tidak melakukan perbuatan tercela, kita harus memperjuangkan keinginan kita. Sama seperti Kartini yangtidak terpengaruh dengan anggapan orang bahwa wanita itu tidak boleh belajar. Ia tetap berani menunjukkan kegigihannya.

Komunitas Blog Guru Sosial Media