Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , » UN Memang Terbukti Proyek Dinas Pendidikan

UN Memang Terbukti Proyek Dinas Pendidikan


UN Memang Terbukti Proyek Dinas Pendidikan

Apapun ceritanya UN Pemerintah tetap dilaksanakan, takut kehilangan proyek UN yang bersekali Nasional dan melibatkan perut masing - masing orang. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) menurut pemerintah merupakan standardisasi kualitas pendidikan di Indonesia pada jenjang pendidikan dasar,menengah dan atas. Hasil UN berupa nilai evaluasi murni (NEM)  digunakan untuk sistem pemeringkatan sekolah dari tingkat rayon sampai tingkat nasional pada masing-masing jenjang pendidikan sekolah. Selain untuk pemeringkatan, NEM juga digunakan sebagai patokan dalam penerimaan siswa baru (PSB) dan SNMPTN siswa undangan untuk perguruan tinggi.

Kayaknya perolehan NEM hanyalah gambaran kualitas pendidikan dalam aspek prestasi  akademik semata, belum mencerminkan prestasi siswa secara menyeluruh. NEM menjadi gambaran kemampuan siswa dibidang intelektual (kognitif). Bagi sekolah-sekolah tertentu, perolehan NEM dijadikan sebagai syarat administrasi untuk pendaftaran bagi siswa baru. NEM yang tinggi belum tentu menjamin diterima langsung di sekolah tersebut. Mereka harus juga memenuhi berbagai persyaratan lain seperti tes tertulis, tes wawancara, psikotest, uji keterampilan dan lain sebaginya.

Alhasil, siswa yang memiliki NEM yang pas-pasan untuk syarat pendaftaran, masuk kategori yang diterima di sekolah bersangkutan. Sementara siswa yang memiliki NEM memadai justru masuk kategori cadangan bahkan ditolak. Mengapa? NEM yang tinggi tidak dibarengi oleh karakter yang baik, dan kecakapan tertentu yang dibutuhkan oleh sekolah yang menerima siswa baru.

Kita tentu bisa memahami bahwa dalam pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan NEM semata. Kualitas pendidikan yang diharapkan akan tercermin dalam berbagai aspek seperti: aspek akademis, karakter, dan keterampilan motorik yang memadai.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media