Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Lembaga Pendidikan Yang Umbar Janji

Lembaga Pendidikan Yang Umbar Janji


Masih Ada Lembaga Pendidikan Yang Umbar Janji
Cara apapun akan dilakukan untuk mengambil simpati dari konsumen. Terlebih - lebih lembaga pendidikan, baik jenjang sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan non-formal seperti kursus,dan privat. Sebagai lulusan siswa/ mahasiswa, mantan siswa, dan mantan peserta kursus yang kecewa dengan fasilitas dari lembaga pendidikan yang menayangkan promosi tentu kita memiliki pengalaman tersendiri terhadap semua lembaga pendidikan yang pernah kita tempati. Mari jadikan semua pengalaman pendidikan tersebut sebagai bukti nyata ketika akan memberikan saran atau masukan bagi mereka yang akan melanjutkan studi.
Hampir setiap saat ketika sebuah lembaga pendidikan mencari siswa baru, sudah pasti akan mengeluarkan jurus jitu untuk menarik simpati calon siswa atau siswa/ mahasiswa. Bahkan tidak sedikit dari lembaga pendidikan justru berperilaku menyimpang dari filosofi pendidikan dengan memanipulasi informasi yang diberikan untuk calon siswa dan siswa/ mahasiswa. Memang hal ini bisa dipahami, ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan, telah menjadikan persaingan untuk mencari siswa/ mahasiswa menjadi tidak sehat. Iklan bombastis yang belum tentu benar dan nyata terus digulirkan.
Melalui media cetak dan online tidak jarang kita melihat berita siswa/ mahasiswa atau siswa bahkan guru dan dosennya terlantar. Bentrok antara pengelola kampus dan siswa/ mahasiswa juga sering terjadi akibat ketikapuasan siswa/ mahasiswa dengan semua janji-janji manis yang diberikan ketika mereka akan masuk ke kampus tersebut. Semua janji manis yang pernah ditebar, justru akan menjadi bumerang dan bom waktu bagi lembaga pendidikan tersebut.
Seringkali kita berpikir, sebarnya lembaga-lembaga pendidikan tersebut sadar tidak dengan semua janji-janji manis yang pernah dibuatnya? Apapun yang terjadi entah itu sadar ataupun tidak sadar, lembaga pendidikan harus bertanggung jawab dengan segala informasi yang pernah dibuatnya dan siswa atau siswa/ mahasiswa memiliki hak untuk menuntut apa yang pernah dijanjikan oleh lembaga tempatnya belajar. Hal yang tidak dibenarkan adalah adanya tindakan anarkisme di lembaga pendidikan yang jauh dari aspek akademis.

Dari berbagai diskusi dengan siswa/ mahasiswa dan calon siswa/ mahasiswa, ada hak-hal krusial yang perlu dicermati ketika akan memilih sebuah lembaga pendidikan atau kampus:

  • Visi dan misi lembaga pendidikan
    • Di Indonesia terdapat banyak sekali lembaga pendidikan yang didirkan oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang seperti agama dan umum. Sebelum memilih lembaga pendidikan, calon siswa/ mahasiswa atau siswa harus yakin betul dengan visi dan misinya. Misalnya: jika lembaga tersebut didirkan oleh organisasi keagamaan, sudah pasti lembaga tersebut akan mengusung semangat keagamaan dari organisasinya.
  • Siapa di balik lembaga pendidikan tersebut (pengelola)
    • Calon siswa/ mahasiswa perlu melihat siapa di balik lembaga tersebut. Misalnya, siapa pengelola lembaga tersebut, apakah milik organisasi dan perorangan. Perlu diingat tidak sedikit lembaga yang didera konflik yayasan sehingga siswa dan guru atau dosen dan siswa/ mahasiswa menjadi terlantar. Jangan sampai Anda menjadi korbannya.
  • Data lembaga pendidikan (nama, lokasi, dll) resmi atau tidak.
    • Calon siswa perlu melihat keabsahan dokumen lembaga tersebut. Misalnya kalau PTS, perlu dicek apakah kampus PTS tersebut legal atau tidak. Tidak sedikti dari lembaga pendidikan yang ijinnya belum lengkap sehingga ijasahnya pun bermasalah.
  • Fasilitas belajar
    • Calon siswa/ mahasiswa perlu melihat kelengkapan fasilitas belajarnya. Jika lembaga pendidikan memiliki fasilitas belajar yang minim, lebih baik dipikirkan berkali-kali sebelum memutuskan untuk masuk.
  • Lulusan
    • Calon siswa/ mahasiswa perlu melihat track record dari para alumni lembaga pendidikan yang akan dipilih.
  • Pelayanan
    • Calon siswa/ mahasiswa perlu melihat pelayanan kampus terhadap siswa/ mahasiswa, misalnya ada tidak beasiswa dll.
  • Reputasi
    • Calon siswa/ mahasiswa perlu juga mempertimbangkan reputasi kampus yang akan dipilih.


Dari tulisan ini kita menyimpulkan jika pendidikan itu mahal. Jadi sebaiknya calon siswa dan siswa/ mahasiswa jangan sampai salah pilih karena ini menyangkut masa depan. Kesalahan memilih lembaga pendidikan akan berakibat fatal dengan masa depan Anda. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media