Diberdayakan oleh Blogger.

PDSS Vs Dapodik Proyek SETAN


Fenomena PDSS (  pangkalan data sekolah dan siswa )

Belum lagi seluruh sekolah terselesaikan dengan NISN dan Penyempurnaan DAPODIK, kini sekolah disibukkan dengan PDSS. Proyek SETAN apa lagi yang di rencanakan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Kita.
Banyak sekolah di pelosok pedesaan belom terselesaikan masalah pendataan NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) antara lain: nomor ganda, belom memiliki nomor dan lain sebagainya, datang lagi tuntutan Dinas untuk melengkapai PDSS. Dengan alsan agar sekolah tidak mendongkrak dan mencuci nilai rapot, maka diluncurkanlah program ini.
Pertanyaan yang sangat mendasar adalah sudahkah kalangan para Tikus Berdasi di DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN mensosialisasi kepada sekolah-sekolah yang di perdesaan. Tahukan anda wahai Bapak Pejabat, bahwa tidak semua sekolah punya Internet?
Indikasi Tidak siap sangat tercium bahwa diduga seluruh program KEMENDIKBUD tidak dipikir dan diadakan penelitian akan sekala kesesuaian terhadap program yang akan di terapkan ke sekolah-sekolah, belum lagi sekolah-sekolah harus memberikan setoran ( Uang laci ) kepada Oknum Dinas Pendidikan di Kabupaten maupun Kecamatan setiap ingin mengurus ke DInas  untuk memasukkan data dan melengkapai data di PDSS dan Dapodik serta NISN.
Alangkah bijak kalau difokuskan ketuntasan program NISN dan DAPODIK, setelah terselesaikan baru dipersilahkan PDSS ini di laksanakan. Agar tidak terkesan seolah-olah kejar target sebelum berahirnya jabatan.
Kasihani lah:
Rakyat Miskin yang akan makin Miskin.
Yang tidak berilmu dan akan makin tidak berilmu.
Yang makan nasi basi dan tetap makan nasi basi.
yang tidak ada lampu semakin gelap.
sekolah yang mau ambruk dan akan ambruk.

Budaya Mencuci Rapor di Sekolah


Tindakan Mencuci Rapor Malah Membuat Kotor Pendidikan

Oleh: Rizalul Ghaibi Lubis. Sebelumnya, dinamika dunia pendidikan diguncang oleh Ujian Nasional (UN), kurikulum baru, dan kali ini ditambah dengan daftar baru, yakni "Mark Up nilai Rapor" atau "cuci rapor". Konon kabarnya, demi siswa-siswanya bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman, pihak sekolah tak sungkan mendongkrak nilai rapor siswanya. Sepertinya mekanisme cuci rapor kini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat lewat trik kotor berupa manipulasi seluruh nilai rapor dari semester satu hingga semester enam sehingga peluang diterima masuk di perguruan tinggi negeri lebih besar. Sekolah mana yang tak akan bangga jika siswa lulusan sekolahnya banyak diterima di PTN ternama.
Herannya, praktik cuci rapor tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah ‘kelas biasa’ saja. Namun, sekolah-sekolah kelas unggulan lainnya juga melakukan hal yang sama untuk meraup keuntungan. Keuntungan bagi oknum pelakunya sendiri dan keuntungan bagi sekolahnya. Tindakan pihak sekolah yang melakukan hal tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak etis serta secara implisit telah menanamkan jiwa korupsi, kolusi, dan nepotisme yang telah menjadi penyakit kronis bangsa ini. Hal ini sama saja seperti mencuci otak anak didik, dalam artian sejak dini mereka telah diajarkan untuk berbuat curang demi mendapatkan sebuah keuntungan dan dikhawatirkan hal ini akan terus berlanjut bila mereka menjadi manusia yang berhasil kelak.

Nilai yang dicantumkan setelah melakukan pencucian rapor pun berubah fantastis. Nilai yang tadinya didominasi dengan nilai tujuh dan delapan, kini malah didominasi angka sembilan bahkan hampir mendekati angka sepuluh. Rapor yang baru pun terkesan kurang bersih. Barangkali oknum pelakunya kurang berhati-hati dalam ‘mencuci’ rapor sehingga ada beberapa nilai yang ditipeks pada tempat yang kontras, yaitu pada kotak ranking. Bisa dibilang rapor baru tersebut tidak hanya kotor karena tipeks tetapi juga karena nilai yang telah direkayasa. Sungguh hal ini tidak dapat dibanggakan bahkan hal ini bisa dibilang hal yang rendah dan memalukan bagi dunia pendidikan.

Kesemuanya akan memberikan efek buruk bagi pencitraan dunia pendidikan Indonesia yang semakin terpuruk dan secara luas juga menghancurkan generasi bangsa. Padahal sejatinya dunia pendidikan adalah sebagai mesin penggerak bangsa karena melahirkan orang-orang berintelektual dan berbudi pekerti luhur serta akan menentukan arah kemajuan bangsa ini. Saat ini telah terbentuk pola pikir siswa yang penting bisa mendapatkan nilai bagus dan memenuhi syarat untuk bisa diterima meski harus mencuci rapor, tanpa memperhatikan dampak buruknya bagi perkembangan dunia pendidikan Indonesia ke depannya.

SNMPTN 2013 Rawan Konflik

Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan menimbulkan konsekuensi baru. Sebab SNMPTN 2013 mendatang, proses penilaian terhadap kemampuan calon mahasiswa hanya mengacu pada nilai rapor dan hasil UN siswa saja sedangkan ujian tertulis akan dihapuskan. Nilai UN dan rapor dianggap sebagai tolok ukur dan kunci utama diterimanya mahasiswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sistem yang dioperasikan pada SNMPTN 2013 ini hampir sama dengan jalur undangan pada tahun sebelumya. Bedanya, pihak sekolah yang akan merekomendasikan anak didiknya dan database laporan sekolah akan tersimpan di Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

Konon SNMPTN kali ini bertujuan untuk mengembangkan cita-cita luhur pendidikan dengan membangun kepercayaan, lebih selektif, serta melibatkan sekolah dalam kegiatan penyeleksiannya. Selain itu, untuk membangun budaya kejujuran dalam bidang akademik, menciptakan kepedulian PTN terhadap mahasiswa yang berekonomi lemah namun mempunyai prestasi yang baik. Ketetapan ini diberlakukan dengan alasan meningkatkan peran UN dan Nilai rapor yang telah diperoleh siswa selama 3 tahun.

Menanggapi hal tersebut, tentu ini akan menjadi sebuah sistem yang rawan akan konflik. Kebijakan itu tentu menuntut pelaksanaan UN dengan kredibilitas tinggi dan menuntut kejujuran pihak sekolah dalam merekomendasikan nilai-nilai anak didiknya. 

Hal tersebut juga akan menimbulkan ketidakharmonisan antara hubungan sekolah dengan orang tua murid. Sebab, orang tua murid akan mendesak pihak sekolah untuk memperbaiki nilai anaknya jika nilai yang diperoleh itu jauh dari kata memuaskan. Dengan kata lain cuci rapor akan dijadikan salah satu solusi yang harus ditempuh jika sewaktu-waktu hal itu terjadi pada anak didik. 

Untuk biaya cuci rapor sendiri berkisar antara 500 ribu rupiah hingga 1 juta. Jika dibandingkan dengan posisi anak didik yang pintar dan berekonomi lemah yang nilainya telah dikalahkan dengan anak didik yang kurang pintar namun telah mencuci rapor, tentu kurang adil rasanya. 

Hal ini jelas bertolak belakang dari wacana tentang tujuan SNMPTN 2013 yang telah dipaparkan sebelumnya. Bisa dikatakan yang memiliki uang banyak yang berkesempatan untuk masuk ke PTN meski menempuh cara kotor dengan mencuci rapor.

Memang benar sistem ini bisa dikatakan sebagai bentuk pengakuan proses belajar anak didik saat di sekolah. Namun apakah nilai yang diberikan pihak sekolah sudah bisa dijamin kebenarannya? 

Lagi pula terlalu dini rasanya memutuskan bahwa nilai UN dan nilai rapor sebagai kunci utama masuk PTN melihat masih banyaknya kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN dan saat pemberian nilai rapor.  

Kebocoran soal dan kunci jawaban saat penyelenggaraan UN kerap masih terjadi. Saat UN, anak didik yang tidak belajar atau kurang pintar sekalipun berkesempatan mendapatkan nilai yang bagus dikarenakan mereka telah mendapat amunisi yang mereka perlukan saat UN dari oknum-oknum yang berlaku curang.

Jikalau sistem mengandalkan nilai rapor dan nilai UN ini benar-benar harus dilakukan maka rasanya harapan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangatlah tidak mungkin. Sebab angka-angka yang besar dalam rapor dan nilai UN tidak dapat men jamin kemurnian hasil belajar anak didik serta kemampuan anak didik belum tentu sama besarnya dengan nilai rapor dan nilai UN yang mereka peroleh. Selain itu, ini akan membuat mutu PTN sendiri menjadi bobrok karena diisi calon-calon mahasiswa yang nilai tingginya hanyalah sebuah kepalsuan atau rekayasa belaka.

Hemat saya, untuk menjadikan nilai rapor dan nilai UN sebagai patokan pada SNMPTN berarti sama saja meningkatkan kecurangan atau sama saja seperti menggali lubang kubur sendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sebab SNMPTN dengan sistem tes tulis merupakan jalur yang paling adil seadil-adilnya untuk masuk di perguruan tinggi yang kita inginkan. 

Tes tulis dalam SNMPTN bisa dijadikan ukuran sejauh mana kemampuan calon mahasiswa yang akan tersaring nantinya. Toh, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa jalur mandiri rasanya memang dikhususkan untuk calon-calon mahasiswa yang berekonomi menengah ke atas.

Namun, bila ini benar direalisasikan maka dalam hal ini UN dan pengisian rapor harus mendapatkan pengawasan dan perhatian khusus dari Kemendikbud, sekolah, PTN dan masyarakat. 

Agar mempersempit peluang terjadinya tindak kecurangan serta mempersempit adanya kerjasama kongkalikong antara oknum-oknum yang hendak berlaku curang. Sejatinya, ujian tulis SNMPTN adalah jalan untuk mencapai cita-cita dengan diterima masuk di perguruan tinggi idaman. 

Beberapa alasan yang mendasari di balik rencana penghapusan ini pun sungguh tidak rasional. Kurang tepat rasanya cara ini disebut sebagai cara menghargai hasil belajar anak didik selama menempuh jenjang sekolah.

Hendaknya hal ini juga diimbangi oleh kejujuran para guru di sekolah. Sehingga nilai yang dikirim benar-benar mencerminkan kemampuan siswa, bukan hanya sekedar ambisi agar bisa diterima masuk di perguruan tinggi bergengsi.

Namun, tetap saja tindakan mencuci rapor merupakan tindakan yang jelas-jelas salah. Bahkan malah semakin membuat kotor dunia pendidikan di Indonesia. Kotornya tidak hanya mengotori rapor dengan memberi tipeks pada kotak nilai, tetapi juga kotor dalam tindakannya yang telah merekayasa nilai anak didik serta mengotori dunia pendidikan dengan mengajarkan cara yang tidak jujur pada generasi-generasi bangsa. *** 

Penulis adalah Mahasiswa FKIP UMSU, aktif di LPM Teropong UMSU di kutip dari Harian Analisa.

Guru Bukan Sarjana Pendidikan Dipermasalahkan di MK


VIVAnews - Banyaknya guru yang bukan lulusan sarjana pendidikan dipermasalahkan. Tujuh orang mahasiswa dari kampus berlatar belakang pendidikan menggugat Undang-undang tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi.
Kuasa hukum pemohon, Muhammad Sholeh mengatakan, Pasal 9 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah memberi ruang kepada sarjana non pendidikan untuk menjadi guru.
"Hal ini telah menimbulkan diskriminasi pada sarjana yang berlatar belakang kependidikan," ujarnya dalam sidang pendahuluan di Gedung MK, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2012.
Pasal 9 menyebutkan; "Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan sarjana atau program diploma empat." 
Sedangkan dalam Pasal 8 menyebutkan; "Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional." 
Pemohon menilai pasal ini multitafsir karena tidak menyebutkan secara rinci sarjana dari disiplin ilmu kependidikan. Sehingga menimbulkan kebijakan diskriminatif karena ada penafsiran yang berbeda oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.
"Tidak ada kejelasan harus sarjana pendidikan, sehingga memunculkan tafsir yang membolehkan sarjana non kependidikan menjadi guru," kata Sholeh.
Oleh karena itu, pemohon meminta Mahkamah memberikan tafsir terhadap pasal yang dimaksud. "Kami minta ada tafsir dari Mahkamah yang menyatakan calon guru harus memiliki latar belakang sarjana kependidikan," ungkapnya.
Terkait permohonan tersebut, hakim Konstitusi, Ahmad Fadlil Sumadi menyarankan agar pemohon lebih menekankan permohonan pada aspek normatif. Karena menurutnya, uraian pemohon lebih banyak mengungkapkan tindakan ketidakadilan konkret.
"Paparan ketidakadilan normatif malah tidak dijelaskan. Seharusnya permohonan ini mengangkat permasalahan pada ranah normatif saja, bukan pada ranah konkret," katanya. 

Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan Ancam Segel Sekolah RSBI


VIVAnews - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dinilai banyak kalangan sangat tepat. 
Salah satunya dari aktivis Koalisi Antikomersialisasi Pendidikan Jawa Barat. Mereka menggelar aksi dukungan terhadap sikap MK di depan Gedung Sate, Bandung.
"Kami mendukung sikap MK. Kami siap menyegel sekolah dan kepala sekolah yang tetap mempertahankan RSBI di Jawa Barat," kata koordinator aksi, Iwan Irawan, Rabu 9 Januari 2013.
Dia menilai, RSBI merupakan bentuk diskriminasi nyata bagi dunia pendidikan. Selain itu, banyak kepentingan di belakang RSBI.
"RSBI bahkan mendapatkan bantuan dari APBD. Dari APBD provinsi, RSBI mendapatkan bantuan Rp600 juta per tahun. Jumlah ini belum termasuk bantuan dari APBD kabupaten/kota," Iwan menjelaskan.
Justru, dia melanjutkan, dana bantuan dari APBD itu sering kali digunakan untuk studi banding ke luar negeri. Minimal, dalam setahun, kepala sekolah RSBI melancong ke luar negeri dengan alasan studi banding.
"Pokoknya kami dukung putusan MK. Jika ini tidak digubris, kami akan segel sekolah RSBI yang ada di Jawa Barat," tegas Yanyan Erdiyan, perwakilan salah satu kelompok aksi.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Pasal tersebut berbunyi, “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.
"Menyatakan Pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat," kata Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, di Gedung MK, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2013.
Juru Bicara MK Akil Mochtar mengatakan, dengan dibatalkannya Pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas tersebut, maka RSBI harus dibubarkan. "RSBI yang sudah ada kembali menjadi sekolah biasa. Pungutan yang sebelumnya ada di RSBI juga harus dibatalkan," kata dia.
Mahkamah berpendapat, RSBI dapat membuka potensi lahirnya diskriminasi, dan menyebabkan terjadinya kastanisasi (penggolongan) dalam bidang pendidikan.
"Hanya siswa dari keluarga kaya atau mampu yang mendapatkan kesempatan sekolah di RSBI atau SBI (sekolah kaya atau elite). Sedangkan siswa dari keluarga sederhana atau tidak mampu (miskin) hanya memiliki kesempatan diterima di sekolah umum (sekolah miskin). Selain itu, muncul pula kasta dalam sekolah seperti SBI, RSBI, dan Sekolah Reguler," kata Akil.
Selain itu, Mahkamah berpendapat bahwa penekanan Bahasa Inggris bagi siswa di sekolah RSBI atau SBI merupakan pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menyatakan berbahasa satu yaitu Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh sekolah di Indonesia harus menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia.
"Adanya aturan bahwa Bahasa Indonesia hanya dipergunakan sebagai pengantar untuk beberapa mata pelajaran seperti pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, dan muatan lokal di RSBI/SBI, maka sesungguhnya keberadaan RSBI atau SBI secara sengaja mengabaikan peranan Bahasa Indonesia dan bertentangan dengan Pasal 36 UUD 1945 yang menyebutkan bahasa negara adalah Bahasa Indonesia," ujar Akil.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode QUESTIONS STUDEIUTS HAVE (Pertanyaan dari Siswa)


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode QUESTIONS STUDEIUTS HAVE (Pertanyaan dari Siswa)
Tehnik ini merupakan tehnik yang mudah dilakukan yang dapat dipakai untuk mengetahui kebutuhan dan harapan siswa/mahasiswa. Tehnik ini menggunakan elisitasi dalam memperoleh partisipasi siswa/mahasiswa secara tertulis.

LANGKAH-LANGKAH
1.Bagikan potongan-potongan kertas (ukuran kartu pos) kepada siswa/mahasiswa.
2.Minta setiap siswa/mahasiswa untuk me nuliskan satu pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan materi pelajaran, (tidak perlu menuliskan nama)
3.Setelah semua selesai membuat pertanyaan, masing-masing diminta untuk memberikan kertas yang berisi pertanyaan kepada teman disamping kirinya. Dalam hal ini jika posisi duduk mahasiswa adalah lingkaran, nanti nya akan terjadi gerakan perputaran kertas searah jarum jam. Jika posisi duduk berderet, sesuaikan dengan posisi mereka asalkan semua siswa/ mahasiswa dapat giliran untuk membaca semua pertanyaan dari teman-temannya.
4.Pada saat menerima kertas dari teman di sampingnya, siswa/mahasiswa diminta untuk membaca pertanyaan yang ada. Jika pertanyaan itu juga ingin dia ketahui jawa bannya, maka dia harus memberi tanda centang (O), jika tidak ingin diketahui atau tidak menarik, berikan langsung kepada teman di samping kiri. Dan begitu seterusnya sampai semua soal kembali kepada pe miliknya.
5.Ketika kertas pertanyaan tadi kembali kepada pemiliknya, siswa/mahasiswa diminta untuk menghitung tanda centang yang ada pada kertasnya. Pada saat ini carilah pertanyaan yang mendapat tanda centang paling banyak.
6.Beri respon kepada pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan; a) Jawaban langsung secara singkat, b) Menunda jawaban sampai pada waktu yang tepat atau waktu membahas topik tersebut, c) Menjelaskan bahwa mata pelajaran/kuliah ini tidak akan sampai membahas pertanyaan tersebut. Jawaban secara pribadi dapat diberikan di luar kelas.
7.Jika waktu cukup, minta beberapa orang siswa/mahasiswa untuk membacakan per tanyaan yang dia tulis meskipun tidak mendapatkan tanda centang yang banyak kemudian beri jawaban.
8.Kumpulkan semua kertas. Besar kemung kinan ada pertanyaan-pertanyaan yang akan anda jawab pada pertemuan berikutnya.

Catatan:
1.Jika kelas terlalu besar sehingga akan memakan waktu yang banyak untuk dapat memutar kertas, pecahlah siswa/mahasiswa menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil kemudian ikuti intruksi seperti di atas. Atau dapat juga dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa di putar kemudian beberapa pertanyaan secara acak.
2.Dari pada menuliskan pertanyaan, siswa/ mahasiswa diminta menuliskan harapan dan/atau perhatian terhadap mata kuliah

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode ASSESSMENT SEARCH [Menilai Kelas]


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode ASSESSMENT SEARCH [Menilai Kelas]
Ini adalah tehnik yang cukup menarik untuk mengetahui tingakta kemampuan siswa dalam kelas tertentu. Strategi ini dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa/mahasiswa sejak awal pertemuan untuk saling mengenal dan bekerjasama.

LANGKAH-LANGKAH
1.Buatlah tiga atau empat pertanyaan untuk mengetahui kondisi kelas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berupa; Pengetahuan siswa/mahasiswa terhadap materi pelajaran. Sikap mereka terhadap materi. Pengalaman mereka yang ada hubung¬annya dengan materi pelajaran/kuliah. Ketrampilan yang telah mereka peroleh. Latar belakang mereka. Harapan yang ingin didapat siswa/ mahasiswa dari mata pelajaran ini. Tulislah pertanyaan-pertanyaan tersebut se¬hingga dapat dijawab secara kongkret. Hindari pertanyaan terbuka. Contohnya; Apa yang anda ketahui dari hal-hal berikut? Pertanyaan ini akan lebih baik jika dibuat seperti; Apa yang anda ketahui tentang ?
2.Bagi siswa/ mahasiswa menjadi kelompok-kelompok kecil terdiri dari tiga atau empat orang tergantung pada jumlah soal yang dibuat. Beri masing-masing siswa/maha siswa satu pertanyaan dan minta masing-masing untuk menginterview teman satu group untuk mendapatkan jawaban dari mereka.
3.Pastikan bahwa setiap siswa/mahasiswa mempunyai pertanyaan sesuai dengan bagiannya. Dengan demikian, jika jumlah mahasiswa adalah 18, yang dibagi menjadi kelompok tiga, maka akan ada 6 orang yang mempunyai pertanyaan yang sama.
4.Mintalah masing-masing kelompok untuk menyeleksi dan meringkas data dari hasil interview yang telah dilakukan.
5.Minta masing-masing kelompok untuk melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pelajari dari temannya ke kelas.

Catatan:
1.Siswa/Mahasiswa dapat diminta untuk membuat pertanyaan sendiri.
2.Dengan pertanyaan yang sama, buat mereka berpasangan dan menginterview pasangan nya secara bergantian.
3.Minta mereka melaporkan hasilnya ke kelas, (variasi ini cocok dalam kelas besar).

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode PREDIKSI KAWAN


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode PREDIKSI KAWAN
Untuk mata pelajaran/mata kuliah yang sering menuntut kerjasama kelompok dalam bekerja, team building perlu dibangun semenjak awal perkuliahan. Hal dimaksudkan agar siswa mahasiswa dapat secepatnya mengenal teman-temannya sehingga pada akhirnya mereka dapat bekerjasama dalam kelompok. Strategi ini adalah salah satu cara yang cukup baik untuk membantu siswa/ mahasiswa mengenal satu sama lain. Strategi ini juga dapat menjadi satu experimen menarik pada pertemuan pertama dari suatu perkuliahan.

LANGKAH-LANGKAH
1. Bentuk kelompok-kelompok kecil, 3-4 orang ( usahakan mereka yang belum mengenal)
2. Jelaskan pada siswa/mahasiswa bahwa tugas mereka adalah menebak apa jawaban yang akan diberikan oleh kawannya jika dia menanyakan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan. Dibawah ini beberapa contoh soal-soal yang dapat ditanyakan; a.Jenis musik apa yang kamu suka?, b.Bacaan apa yang kamu suka?, c.Berapa jam biasanya kamu membaca setiap hari?, d.Apa acara televisi yang paling kamu suka?, f.Pelajaran apa yang kamu suka?, g.Dimana kamu lahir?, h.Dimana kamu dahulu sekolah?, i.Apa cita-citamu?, j.Dll yang dapat ditambahkan atau diganti.
3. Minta masing-masing kelompok untuk memulai dengan memilih salah seorang dari mereka untuk menjadi "subyek". Sarankan kepada masing-masing anggota untuk menulis prediksi mereka secara spesifik dan detail tentang "subyek" tersebut. Sampaikan bahwa mereka tidak perlu takut untuk menulis prediksi yang dirasa aneh. Ketika mereka membuat dugaan jawaban, mintalah sang "subyek" untuk tidak memberi indikasi yang mengarah kepada jawaban yang benar. Ketika semua telah selesai dengan prediksi mereka, sang "subyek" harus menjawab setiap pertanyaan tentang dirinya.
4. Proses nomor 3 ini dilanjutkan dengan anggota yang lain sampai selesai.

Catatan:
1.Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang me nuntut siswa/mahasiswa untuk menebak pandangan, pemikiran atau kepercayaan ketimbang menanyakan hal-hal factual.
2.Batasi prediksi. Minta siswa/mahasiswa, satu demi satu, untuk menjawab pertanyaan secara langsung. Selanjutnya, minta anggota group untuk menyatakan apa yang tidak mereka duga dari kawannya berdasarkan pada pertemuan pertama.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode GROUP RESUME (Resume Kelompok)


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode GROUP RESUME (Resume Kelompok)
Biasanya sebuah resume menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh individu. Resume ini akan menjadi menarik untuk dilakukan dalam group dengan tujuan membantu siswa/mahasiswa menjadi lebih akrab atau melakukan team building (kerjasama kelompok) yang anggotanya sudah saling mengenal sebelumnya. Kegiatan ini akan lebih efektif jika resume itu berkaitan dengan materi yang sedang anda ajarkan.


LANGKAH-LANGKAH
1.Bagi siswa/mahasiswa menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-6 anggota.
2.Terangkan kepada siswa/mahasiswa bahwa kelas mereka itu dipenuhi oleh individu-individu yang penuh bakat dan pengalaman.
3.Sarankan bahwa salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi dan menunjukkan kelebihan yang dimiliki kelas adalah dengan membuat resume kelompok.
4. Bagikan kepada setiap kelompok kertas piano (kertas buram ukuran koran) dan spidol untuk menuliskan resume mereka. Resume harus dapat mencakup informasi yang dapat men¬jual "kelompok" secara keseluruhan. Data-data berikut ini dapat dijadikan contoh:a.Latar belakang pendidikan,b.Sekolah atau kursus yang pernah dimasuki, c.Pemahaman tentang mata kuliah yang diajar, d.Pengalaman kerja, e.Posisi yang pernah dijabat (pengalaman berorganisasi), f.Ketrampilan,g.Hobi, bakat, keluarga,h.Yang pernah dicapai.
5. Minta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan resume mereka dan catat keseluruhan potensi yang dimiliki oleh keseluruhan kelompok.

Di bawah ini contoh resume kelompok yang dibuat oleh mahasiswa Perguruan Tinggi Agama.

Kelompok: Jabal Nur
Tujuan. : Menginginkan kegiatan-kegiatan ilmiah yang me nantang.
Kualifikasi yang dimiliki;
a. 2 tahun pengalaman sebagai editor buletin mahasiswa.
b. Kursus bahasa Inggris sampai tingkat advance
c. Kursus bahasa Arab sampai tingkat inter mediate.
d. Menggemari ilmu-ilmu politik dan sejarah
e. Mengikuti kursus bahasa Perancis.
f. Bahasa Inggris aktif dan pasif
g. Bahasa Arab pasif, sedikit aktif.
h. Memiliki komputer sendiri
i. Terbiasa menggunakan internet
j. Bisa menjalankan Microsoft word, Corel Draw, Power Point, Windows Arab.
k. Hobi mencakup membaca, diskusi, dengar musik klasik, makan bakso.

Catatan
1.Untuk memperlancar proses, bagikan garis-garis besar yang dapat diisi oleh masing-masing kelompok.
2.Dari pada masing-masing anggota menulisk an resume sendiri-sendiri, dapat juga salah seorang melakukan interview kepada teman-teman satu kelompok.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode READING GUIDE [Panduan Membaca]


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode READING GUIDE [Panduan Membaca]
Dalam beberapa kesempatan, sering terdapat kejadian bahwa materi tidak dapat diselesaikan di dalam kelas dan harus diselesaikan di luar kelas karena banyaknya materi yang harus diselesaikan. Dalam keadaan seperti ini strategi ini dapat digunakan secara optimal.

LANGKAH-LANGKAH
1.Tentukan bacaan yang akan dipelajari.
2.Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa/mahasiswa atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
3.Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada siswa/mahasiswa.
4.Tugas siswa/mahasiswa adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan per tanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktifitas ini sehingga tidak akan memakan waktu yang berlebihan.
5.Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya kepada siswa/ mahasiswa.
6.Di akhir pelajaran/ perkuliahan beri ulasan secukupnya.
Di samping dalam bentuk pertanyaan, panduan membaca ini dapat dibuat dengan bentuk seperti di bawah ini:
Topik I :
a.
b.
c.
c.l.
c.2.
c.3.

Topik II:
a.
b.
b.l.
b.2.
c.
d.


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode TEKS ACAK


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode TEKS ACAK
Strategi ini sangat baik digunakan untuk mata kuliah bahasa, meskipun dapat juga digunakan untuk mata kuliah yang lain. Dengan strategi ini, siswa/mahasiswa dituntut untuk berpikir logis dengan mengurutkan suatu alur cerita atau bacaan.

LANGKAH-LANGKAH
1.Pilih bacaan yang akan disampaikan.
2.Potong bacaan tersebut menjadi beberapa bagian. Potongan bisa dilakukan per kalimat, atau per dua kalimat.
3.Bagi siswa/mahasiswa menjadi beberapa kelompok kecil.
4.Beri setiap kelompok satu bacaan utuh yang sudah dipotong-potong.
5.Tugas siswa/mahasiswa adalah menyusun bacaan sehingga dapat dibaca dengan urut.
6.  Pelajari teks bacaan dengan siswa/maha¬siswa, dengan cara yang anda kehendaki.

Untuk mata kuliah bahasa Inggris dengan materi reading comprehension dapat dilakukan seperti pada contoh di bawah ini;

Reading Text
Potongan Teks 1.
Ali who was working a long way from home, wanted to send a letter to his wife, but he could neither read nor write,

Potongan teks 2
and he had to work all day, so he could only look for somebody to write his letter late at night.
At last he found the house of a letter-writer whose name was Nasreddin
Potongan Teks 3
Nasreddin was already in bed. 'It is late', he said. 'What do you want?' Nasreddin was not pleased.'I want you to write a letter to my wife,' said Ali. He thought for a few seconds and then said, 'Has the letter got to go far?' 'What does that matter?' answered Ali.
Potongan Teks 4
'Well, my writing is so strange that only I can read it,and if I have to travel a long way to read your letter to your wife,it will cost you a lot of money.' Ali went away quickly.

Bacaan di atas sudah dipisahkan sesuai dengan potongan-potongan yang akan dibagikan ke pada mahasiswa. Jika dianggap terlalu sulit, pemotongan teks dapat dilakukan lebih sedikit, atau kalau terlalu mudah pemotongannya ditambah.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode ACTIVE KNOWLEDGE SHARING [Saling Tukar Pengetahuan]


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode ACTIVE KNOWLEDGE SHARING [Saling Tukar Pengetahuan]
Ini adalah salah satu strategi yang dapat membawa mahasiswa untuk siap belajar dengan cepat. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa/mahasiswa disamping untuk membentuk kerjasama tim. Strategi ini dapat dilakukan pada hampir semua mata kuliah.

LANGKAH-LANGKAH
1.Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang ber kaitan dengan materi pelajaran/kuliah yang akan anda ajarkan. Pertanyaan-pertanyaan itu dapat berupa: A.Definisi suatu istilah. B.Pertanyaan dalam bentuk multiple choice. C.Mengidentifikasi seseorang. D.Menanyakan sikap atau tindakan yang mungkin dilakukan. E.Melengkapi kalimat-Dll
2.Minta siswa/mahasiswa untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3.Minta semua siswa/mahasiswa untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabannya. Tekankan pada mereka untuk saling membantu.
4.Minta siswa/mahasiswa untuk kembali ke tempat duduk mereka kemudian periksalah jawaban mereka. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh siswa/mahasiswa. Gunakan jawab-jawaban yang muncul sebagai jembatan untuk mengenalkan topik penting yang akan disampaikan di kelas.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode PREDICTION GUIDE (Tebak Pelajaran)


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode PREDICTION GUIDE (Tebak Pelajaran)
Ini adalah strategi yang digunakan untuk melibatkan siswa/ mahasiswa di dalam proses pembelajan secara aktif dari awal sampai akhir. Dengan strategi ini siswa/mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam perkuliahan semenjak awal pertemuan dan tetap mempunyai perhatian ketika guru/dosen menyampaikan materi. Di awal pertemuan siswa/mahasiswa diminta untuk menebak apa yang akan muncul dalam topik tertentu. Selama penyampaian materi siswa/ mahasiswa dituntut untuk men-cocokkan hasil tebakan mereka dengan materi yang disampaikan oleh dosen.

LANGKAH-LANGKAH
1.Tentukan topik yang akan anda sampaikan.
2.Bagi siswa/mahasiswa ke dalam kelompok-kelompok kecil
3.Guru/dosen meminta siswa/mahasiswa untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran/per-kuliahan ini.
4.Siswa/mahasiswa diminta untuk membuat perkiraan-perkiraan itu di dalam kelompok kecil.
5.Sampaikan materi kuliah secara interaktif.
6.Selama proses pembelajaran, siswa/maha-siswa diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang anda sampaikan.
7.Di akhir perkuliahan, tanyakan berapa jumlah tebakan mereka yang benar.
Strategi ini dapat diterapkan untuk hampir semua mata kuliah yang tidak bersifat aplikatif, seperti ilmu-ilmu eksakta. Kelas akan menjadi lebih dinamis jika diadakan kompetisi antar kelompok.

Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode INSTANT ASSESSMENT [Penilaian Instan]


Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Metode INSTANT ASSESSMENT [Penilaian Instan]
Ini adalah tehnik yang menyenangkan dan tidak menakutkan untuk mengetahui siswa/mahasiswa anda. Dengan strategi ini anda dalam waktu yang singkat dapat mengetahui siswa/mahasiswa anda dari sisi latar belakang, pengalaman, sikap, harapan dan perhatiannya.

LANGKAH-LANGKAH
1.Buatlah potongan-potongan kertas, masing-masing ditulisi huruf A, B atau C untuk menjawab pertanyaan pilihan ganda. Atau kertas dengan tulisan huruf B atau S untuk menjawab soal Benar Salah, atau kertas dengan tulisan angka 1, 2, 3,4, atau 5 untuk pertanyaan dengan jawaban rangking, seperti skala Likert. ( Jika terlalu banyak mahasiswa, kertas dan angka dapat dibuat sendiri oleh mereka).
2.Tulislah pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab oleh siswa/mahasiswa dengan menunjukkan kartu (kertas yang telah disiapkan sebelumnya) yang ada pada mereka. Di bawah ini contoh pernyataan dari ke tiga tipe pernyataan di atas.
a. Saya mengambil mata pelajaran/kuliah ini karena: a.Ini mata pelajaran/kuliah wajib, b.Saya sangat menyukai mata pelajaran/kuliah ini, c.Saya mengira ini mata pelajaran/kuliah yang mudah.
b. Mata pelajaran/kuliah ini sangat sulit bagi saya. ( B - S)
c. Mata pelajaran/kuliah ini akan sangat bermanfaat bagi saya di kemudian hari.
3.Bacalah pernyataan yang telah anda buat dan minta siswa/mahasiswa untuk menjawab dengan mengangkat kertas (kartu).
4.Dengan cepat hitunglah jawaban mereka. Mintalah beberapa siswa/ mahasiswa untuk menyampaikan alasan dari jawaban mereka.
5.Lanjutkan prosedur ini sampai waktu yang dikehendaki.

Startegi Pembelajaran Aktif Dengan Metode CRITICAL INCIDENT (Pengalaman Penting)


Strategi Pembelajaran Dengan Metode CRITICAL INCIDENT (Pengalaman Penting).Strategi ini digunakan untuk memulai pelajaran/perkuliahan. Tujuan dari penggunaan strategi ini adalah untuk melibatkan siswa/ mahasiswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.

LANGKAH-LANGKAH
1.Sampaikan kepada siswa/mahasiswa topik atu materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ini.
2.Beri kesempatan beberapa menit kepada siswa/mahasiswa untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
3.Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.
4.Sampaikan materi pelajaran/perkuliahan dengan mengkaitkan pengalaman-pengala¬man siswa/mahasiswa dengan materi yang akan anda sampaikan.

Strategi ini dapat digunakan dengan maksimal pada mata kuliah/ pelajaran yang bersifat praktis, seperti pada mata kuliah Metodologi Pengajaran di jurusan-jurusan keguruan. Sebagai contoh adalah dalam mata kuliah Metodologi Pengajaran dengan topik Kelemahan Metode Ceramah. Disini pengajar dapat bertanya kepada siswa/ mahasiswa; "Dari pengalaman anda belajar semenjak dari Sekolah Dasar sampaisekarang, apa yang anda rasakan jika seorang pengajar menyampaikan materi kuliah dengan ceramah?"

Dari jawaban-jawaban yang muncul guru/ dosen bisa memulai perkuliahan dengan mengkaitkan pengalaman-pengalaman mereka dengan topik yang diajarkan.

Komunitas Blog Guru Sosial Media