Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Pengertian Supervisi Pendidikan Bagi Yang Awam

Pengertian Supervisi Pendidikan Bagi Yang Awam


PENGERTIAN SUPERVISI
Di tulis dari buku Administrasi Pendidikan, Untuk Fakultas Tasbiyah merupakan Komponen MKDK, Penerbit Pustaka Ilmiyah Bandung, Tahun 1998.
Administrasi dan supervisi merupakan alat penunjang untuk mencapai tujuan pendidikan. Demikian juga halnya tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai bila di dalamnya ada kegiatan administrasi dan supervisi secara sistematis dan kontinu. Kegiatan administrasi dan supervisi di sekolah di laksanakan secara menyeluruh, meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kurikulum, murid, sarana, prasarana, dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Karena luas dan rumitnya kegiatan administrasi dan supervisi, maka perlu disusun pedoman pelaksanaannya. Hal ini karena bagaimanapun lengkapnya sarana, alat, dan guru yang ada bila pengadministrasian dan supervisi tidak baik tentu tidak akan mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Dari segi etimologi supervisi diambil dari kata super artinya mempunyai kelebihan tertentu, seperti kelebihan dalam kedudukan, pangkat, dan kualitas dan visi artinya melihat atau mengawasi. Karena itu, supervisi dapat diartikan sebagai kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh seorang pejabat terhadap bawahannya untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, sesuai dengan pertelaan tugas yang telah digariskan.
Menurut arti katanya, supervisi mempunyai pengertian yang luas. Berikut ini merupakan beberapa definisi tentang supervisi.
a.Definisi dari Kimball Wiles, menyatakan, "Supervisi merupakan
kegiatan untuk membantu tugasnya secara baik."
b.Dalam buku II D kurikulum 1975 dinyatakan bahwa, "Supervisi
adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar
mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan
situasi belajar mengajar yang lebih baik."

Tujuan Sepervisi
Tujuan supervisi ialah mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. (Buku II D kurikulum 1975). Tujuan supervisi dapat kita perinci sebagai berikut:
  1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar mengajar.
  2. Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
  3. Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil dan optimal.
  4. Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya.
  5. Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.
  6. Perumusan tujuan supervisi tersebut di atas tertera dalam buku Pedoman Supervisi untuk SMU. Menurut Muriel Crosby dalam bukunya Coordinating a Supervitory Program, ini Supervision Emerging Profession (p. 125), tujuan supervisi pendidikan, yaitu, "Menciptakan kondisi yang memungkinkan pemberi bantuan kepada guru agar mampu membina dirinya sehingga semakin mampu dan terampil dalam men¬jalankan usaha-usaha yang menunjang proses belajar mengajar.
Perumusan tujuan ini dapat diuraikan bahwa supervisi bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan guru menemukan cara-cara yang paling tepat untuk:
1. Memahami karakteristik dan kemampuan siswa-siswi secara individual dalam proses belajar.
2. Menciptakan suasana yang mendorong siswa aktif belajar sendiri, serta berusaha mencoba dan menemukan sendiri jawaban suai (masalah) serta memberi makna kepada mereka terhadap pengalaman belajar.
3. Menjadikan kegiatan belajar di sekolah bersifat dinamis dan kreatif, serta mempunyai arti untuk kehidupan manusia.
Dengan demikian, ditinjau dari orang-orang yang mendapatkan' pengawasan, supervisi merupakan proses belajar yang menghasilkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kerja yang baru. Dengan kata lain, supervisi pendidikan bertujuan menghasilkan perubahan-perubahan tingkah laku para petugas sekolah, khususnya guru-guru agar mereka mampu menjalankan tugasnya di sekolah sebagai tenaga kependidikan yang profesional.

Fungsi Supervisi
Berdasarkan pedoman supervisi yang tertera dalam kurikulum 1975, maka fungsi supervisi adalah sebagai berikut:
a.Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum dengan
segala sarana dan prasarananya.
b.Membantu serta membina guru/kepala sekolah dengan cara mem-
berikan petunjuk, penerangan dan pelatihan agar mereka dapat
meningkatkan keterampilan dan kemampuan mengajarnya.
c.Membantu kepala sekolah/guru untuk menghadapi dan me-
nyelesaikan masalah.
Dari uraian tentang supervisi yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa supervisi mempunyai beberapa fungsi, yang antara satu dan lainnya saling berkaitan. Beberapa fungsinya yaitu:
a.Fungsi pelayanan (service activity): kegiatan pelayanan untuk peningkatan profesionalnya.
b.Fungsi penelitian: untuk memperoleh data yang objektif dan relevan, misalnya untuk menemukan hambatan belajar.
c.Fungsi kepemimpinan: usaha untuk memperoleh orang lain agar yang disupervisi dapat memecankan sendiri masalah yang sesuai dengan tanggung jawab profesionalnya.
d.Fungsi manajemen: supervisi dilakukan sebagai kontrol atau pengarahan, sebagai aspek dari manajemen.
e.Fungsi evaluasi: supervisi dilakukan untuk mengevaluasi hasil atau kemajuan yang diperoleh.
f.Fungsi supervisi: sebagai bimbingan.
g. Fungsi supervisi: sebagai pendidikan dalam jabatan (in service education) khususnya bagi guru muda atau siswa sekolah pendidikan guru.

Ruang Lingkup Supervisi
Ruang lingkup tugas supervisi di sekolah meliputi berbagai aspek kehidupan sekolah, khususnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan proses beajar mengajar, sebagai implementasi kurikulum yang berlaku.
Dengan demikian, program supervisi meliputi penelitian dan pem-binaan tentang:
  1. Pelaksanaan kurikulum.
  2. Ketenagaan.
  3. Ketatausahaan.
  4. Sarana dan prasarana pendidikan.
  5. Hubungan sekolah dengan masyarakat.

Supervisi Pelaksanaan Kurikulum Program ini antara lain mengenai:
1.Pembagian tugas.
2.Rencana kerja tahunan sekolah.
3.Jadwal dan rencana kerj a tahunan guru.
4.Penerapan satuan pelajaran sebagai sistem, penyampaian pelajaran.
5.Pelaksanaan proses belajar mengajar yang meliputi:
  • Perumusan tujuan instruksional khusus dan tujuan instruksional umum.
  • Cara mengorganisasi kegiatan belajar-mengajar.
  • Perencanaan eveluasi belajar (harian, tengah semester, akhir semester, dan EBTA).

6.Program bimbingan siswa.


Supervisi ketenagaan
Program supervisi ini meliputi antara lain:
1.Kehadiran guru di sekolah dan di kelas.
2.Partisipasi guru dalam kegiatan kurikuler.
3.Partisipasi guru dalam kegiatan kokurikuler.
4.Partisipasi guru dalam penataran, lokakarya, dan sebagainya.
5.Statistik presensi guru,dan sebagainya.

Supervisi Ketatausahaan
Program supervisi ini meliputi antara lain:
1.Menilai dan meneliti administrasi tata usaha.
2.Pelaksanaan usul kenaikan tingkat guru/pegawai.
3.Pelaksanaan kenaikan gaj i berkala.
4.Buku SPP/otorisasi.
5.Buku koperasi sekolah.

Supervisi tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan Program supervisi ini meliputi penilaian dan penelitian tentang:
1.Penyelenggaraan dan keadaan perpustakaan sekolah.
2.Penyelenggaraan dan keadaan laboratorium.
3.Pemeliharaan gedung, bangunan, dan halaman sekolah.
4.Pengadaan dan penggunaan alat kantor dan perabot.
5.Pengadaan dan penggunaan alat pengajaran.
6.Pengadaan dan penggunaan material, dan lain-lain.

Hubungan sekolah dengan masyarakat
Program supervisi ini meliputi antara lain menilai dan meneliti:
1.Bentuk dan sifat kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
2.Manfaat kerja sama dan segi negatif yang mungkin ada.
3.Pembinaan kerja sama.
4.Efektivitas dan efisiensi kerja sama yang ada.
Setiap pelaksanaan supervisi selalu melibatkan kegiatan penelitian dan pembinaan. Untuk itu, diperlukan kriteria pengukuran yang jelas, yang pada pokoknya bersumber pada kriteria efektivitas dan efisiensi.

TATA CARA PELAKSANAAN SUPERVISI
Siapa yang bertugas sebagai supervisor sekolah? Yang terutama bertugas sebagai supervisor sekolah ialah kepala sekolah yang bersangkutan. Pelaksanaan supervisi juga dibantu oleh wakil kepala sekolah sesuai dengan bidang tugasnya. Selain itu, tugas supervisi ini dilakukan oleh pengawas dari Kanwil Depdikbud dengan pembantunya. Mereka adalah pejabat-pejabat Kanwil yang bertugas melakukan supervisi di suatu sekolah. Ada beberapa tata cara yang perlu diperhatikan dalam melakukan tugas supervisi, yaitu:
a.Supervisi hendaknya dilaksanakan dengan persiapan dan pe-
rencanaan yang sistematis.
b.Supervisor hendaknya memberitahukan kepada orang-orang yang
bersangkutan tentang rencana supervisinya.
c.Agar memperoleh data yang lengkap, supervisor hendaknya jangan
hanya menggunakan satu macam teknik, melainkan beberapa
macam teknik, seperti wawancara, observasi sekolah, kunjungan
kelas, dan sebagainya.
d.Laporan hasil supervisi hendaknya dibuat rangkap, satu lembar
untuk pejabat yang akan diberi laporan dan satu lembar lagi untuk
sekolah yang di supervisi.
e.Penilaian dalam supervisi hendaknya dituangkan dalam format-
format, seperti checklist atau ratingscale.
f.Penilaian masing-masing komponen/kegiatan yang dititikberatkan
dari beberapa aspeknya, agar dicari nilai rata-ratanya.
g.Kemudian berdasarkan nilai semua komponen, dibuat rekapitulasi
dari seluruh hasil penilaian mengenai sekolah yang bersangkutan.
(Sumber: Buku Pedoman Supervisi, Depdikbud, 1979)

PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI
Agar supervisi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, perlu diperhatikan prinsip-prinsip berikut ini:
a.Praktis: artinya dapat dikerjakan, sesuai dengan situasi dan kondisi
yang ada.
b.Fungsional: artinya supervisi dapat berfungsi sebagai sumber
informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan proses belajar mengajar.
c.Relevansi: artinya pelaksanaan supervisi seharusnya sesuai dan
menunjang pelaksanaan yang berlaku.
d.Ilmiah: artinya supervisi perlu dilaksanakan secara:
  • Sistematis, terprogram dan berkesinambungan.
  • Objektif, bebas dari prasangka.
  • Menggunakan prosedur dan instrumen yang sah dan terandalkan {valid dan reliable).
  • Didasarkan pada pendekatan sistem.

e.Demokrasi: bila supervisi sesuai dengan prinsip demokrasi maka
proses yang ditempuh untuk pengambilan keputusan ialah melalui
musyawarah untuk mencapai mufakat.
Hikmat musyawarah akan dicapai bila semua peserta yang terlibat dalam proses supervisi itu memiliki j iwa dan semangat kekeluargaan, sehingga sanggup menerima dan menghormati pendapat orang lain.
f.Kooperatif: prinsip kooperatif mengharuskan adanya semangat kerj a
samaantarsupervisor dengan supervisi (guru). Hasil karya manusia
dapat dicapai seoptimal mungkin apabila terjalin kerja sama yang
baik antara manusia-manusia yang terlibat dalam suatu usaha yang
dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan bersama, khususnya untuk
peningkatan kualitas tenaga kependidikan yang profesional.
g.Konstruktif dan Kreatif: supervisi yang didasarkan atas prinsip
konstruktif dan kreatif akan mendorong kepada orang yang
dibimbingnya untuk memperbaiki kelemahan atau kekurangannya
serta Secara kreatif berusaha meningkatan prestasi kerjanya.
Meskipun super/isi itu bersifat mengawasi pelaksanaan program
pt ndidikan «an pengajaran, tidak berarti supervisor berusaha untuk
mencari-cari kesalahan orang lain, seperti yang dilakukan supervisor
yang bersikap otoriter.
Dengan memahami arti dan prinsip-prinsip supervisi tersebut, maka diharapkan akan tercapai tujuan supervisi, yakni peningkatan mutu proses belajar- mengajar.

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI
Ada banyak teknik supervisi yang dapat dipergunakan dalam meningkatkan kemampuan personil sekolah, yaitu:
1.Kunjungan sekolah (kunjungan supervisi), dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas/penilik. Teknik ini merupakan teknik yang paling sering dipakai untuk mengamati proses kerja, alat yang dipakai, metode yang digunakan, dan sebagainya. Hasil observasi dianalisis kemudian didiskusikan dengan guru, serta disusun program yang baik untuk memperbaiki proses belajar- mengajar. Kunjungan kelas sebaiknya dipersiapkan secara cermat dan dilaksanakan dengan hati-hati.
2.Pembicaraan individual, merupakan teknik supervisi yang efektif sebab memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kepala sekolah atau pengawas/penilik untuk berbicara langsung dengan guru tentang masalah yang berkaitan dengan profesional pribadi mereka. Masalah-masalah itu banyak ragamnya, ada yang berkaitan dengan pengajaran, segala sesuatu yang dibutuhkan guru, pemilihan, dan penggunaan alat peraga.
3.Diskusi kelompok, merupakan suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka, bertukar informasi atau untuk memutuskan suatu keputusan tentang masalah tertentu. Dalam diskusi kelompok harus sebaiknya tidak mempersoalkan kesulitan yang bersifat pribadi, melainkan membina kerja sama antara guru-guru agar saling mengisi, saling membantu dalam usaha meningkatkan kemampuan mereka.
4.Demontrasi mengajar, rencana demontrasi sebaiknya disusun secara teliti dan mengutamakan penekanan yang dianggap penting. Setelah dilakukan demontrasi diadakan diskusi tentang aspek yang di-tekankan dan permasalahan yang ada.
5.Kunjungan kelas antar guru, kunjungan kelas antarguru bisanya lebih efektif dari disukai karena menciptakan keakraban antara sesama guru. Hasil observasi sebaiknya digunakan untuk menilai aktivitas sendiri

Agar lebih berdaya guna perlu diperhatikan hal-hal berikut:
.i.      Sebelum kunjungan dilakukan, terlebih dahului menyusun iii|ii.m dan hal-hal yang akan diobservasi.
b.Memberikan seluas-luasnya kesempatan kepada guru butl
yang kurang berpengalaman untuk mengadakan kunjungan
kelas.
c.Memberitahukan lebih dulu sebelum melakukan kunjungan
kepada guru yang akan dikunjungi.
d.Membuat catatan yang sesuai dengan tujuan kunjungan.
e.Mendiskusikan hasil kunjungan dengan guru kelas yang
dikunjungi dan kepada sesama guru lainnya.
Lokakarya, merupakan suatu kesempatan untuk bekerja sama, mempertemukan ide-ide, mendiskusikan masalah bersama atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang profesi masing-masing.
Orientasi pada situasi baru, sebelum melaksanakan tugasnya pada lingkungan baru, guru perlu diberi kesempatan untuk beradaptasi terhadap lingkungan dan tugas baru. Orientasi pada saat awal kerja akan menimbulkan rasa senang dan tenang, selain karena merasa diterima juga dapat mengerti tuntutan yang ada sehingga dapat mengadakan penyesuaian diri secara tepat dan cepat.
Orientasi ini mencakup beberapa aspek:
a.Orientasi personil, yaitu menjelaskan tugas setiap orang dari
tingkat yang terendah sampai tertinggi, baik di dalam maupun
di luar lembaga. Orientasi ini ditujukan untuk memberikan
penjelasan kepada guru baru sekaligus memberikan
kesempatan kepada mereka untuk meminta petunjuk, saran,
bantuan, dan lain-lain sesuai dengan tugasnya di lingkungannya
yjngbaru.
b.Orientasi hadap program, menjelaskan rencana dan
isian yang berkenaan dengan lingkungan organisasi.
Orientasi ini ditujukan juga untuk menunjukkan peran serta
yang diharapkan dari guru baru dalam proses administrasi
pendidikan di sekolah.
Orientasi terhadap fasilitas, menjelaskan fasil itas yang dapat
dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan,
tera lama yang berhubungan dengan tugas guru baru itu,
misalnya mengenai alat peraga, alat olah raga, dan prosedur mempergunakannya di sekolah.
d. Orientasi lingkungan, memperkenalkan situasi dan kondisi yang ada di sekitar sekolah yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya, memperkenalkan guru kepada pengurus BP3 baik secara formal maupun informal, memperlihatkan berbagai aktivitas masyarakat terutama yang berhubungan dengan program sekolah atau memper-kenalkannya dengan tokoh masyarakat dan lain-lain.

ALAT SUPERVISI
Agar kegiatan supervisi dapat lebih lancar, sebaiknya diikuti dengan pemakaian alat-alat bantu supervisi, untuk mempercepat pertumbuhan kecakapan dan kemampuan guru dalam menguasai profesi masing-masing. Alat-alat itu antara lain:
a.Perpusatakaan, merupakan sumber informasi yang penting dalam membantu pertumbuhan profesional personil sekolah. Perpustakaan ini tidak hanya menyediakan buku-buku, tetapi juga koleksi lainnya, seperti majalah, koran, slide, dan lain-lain. Koleksi ini sebaiknya lengkap dari yang merupakan koleksi lama, maupun koleksi baru.
b.Buletin supervisi, merupakan alat komunikasi yang efektif dan berisi pengumuman, berbagai penelitian, resensi buku-buku baru, kesimpulan pertemuan organisasi profesional maupun perkembangan dalam berbagai bidang studi.
c.Pengembangan kurikulum, memberi kesempatan yang baik kepada guru untuk terlibat lebih jauh dalam perencanaan kurikulum. Dengan mengetahui kurikulum, guru dapat mempersiapkan diri untuk melakukan tugasnya dengan baik. Sebaliknya bila tidak melibatkan guru dalam pengembangan kurikulum sebagaimana berlaku selama ini hanya menimbulkan sikap kc nformitas, sehingga guru bekerja sekadarnya tanpa usaha mencari hal-hal baru, mengingat konformitas mematikan semangat kreativitas.
d.Penasehat ahli, yaitu mereka yang mendapat kepercayaan dari kepala sekolah untuk memberikan bantuan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh para guru. Dapat dalam bentuk

TENAGA SUPERVISI
Yang menjadi tenaga supervisi ialah:
a.Kepala sekolah terhadap guru-guru.
b.Penilik TK/SD, SLB terhadap kepala/guru TK. SD, SLB, dan kebudayaan.
c.Kepala seksi TK, SD. SLB (Tingakat Kabupaten/Kodya) terhadap penilik TK, SD, SLB/kepala sekolah dan kebudayaan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar/Pendidikan Guru terhadap Kepala Seksi TK, SD, SLB/Penilik berdasarkan struktur mekanisme yang berlaku.
e.Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum terhadap kepala sekolah SMP, SMU.

HUBUNGAN ADMINISTRASI DAN SUPERVISI
Admiuistursi dan supervisi mempunyai hubungan yang erat. Sebenarnya administrasi dan supervisi tidak dapat dipisahkan, tetapi dalam hal-hal tertentu keduanya dapat dibedakan.
a.Kegiatan administrasi didasarkan pada kekuasaan, sedangkan supervisi didasarkan pada pelayanan bimbingan dan pembinaan.
b.Tugas administrasi meliputi keseluruhan bidang tugas di sekolah, termasuk manajemen sekolah, sedangkan supervisi hanya sebagian meliputi dari tugas pengarahan (directing), yang merupakan satu segi dari manajemen sekolah.
c.Administrasi bertugas menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk pelaksanaan program pendidikan, sedangkan supervisi menggunakan kondisi-kondisi yang telah disediakan untukpeningkatan kualitas belajar mengajar.

PERMASALAHAN SUPERVISI DALAM PRAKTEK SEHARI-HARI
Seperti telah dibahas di muka supervisi adalah bantuan yang diberikan kepada personil sekolah untuk mengembangkan kemampuannya dalam meningkatan kualitas proses belajar- mengajar di sekolah. Upaya bantuan itu perlu diberikan karena kemampuan mereka harus ditingkatkan

dari waktu ke waktu. Peningkatan itu merupakan hal yang sifatnya imperatif, yang ditujukan untuk menghindarkan sikap rutinitas dalam personil sekolah, juga untuk menghadapi pengaruh perubahan lingkungan yang begitu eepat dan menuntut perubahan kualitas yang semakin meningkat oleh masyarakat terhadap lulusan sekolah. Diakui adanya faktor lain yang mempengaruhi dan menentukan kualitas lulusan sekolah, namun peran guru tetep menempati posisi unik. sebab meraka berfungsi sebagai ujung tombak dari proses belajar mengajar. Para gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik setiap harinya.
Mengingat posisi guru yang sangat menentukan dalam proses belajar mengajar atau seeara spesipik untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik, menyebabkan semakin perlunya para guru dipersiapkan agar senantiasa responsif terhadap tuntutan dan harapan masyarakat dan sekolah. Dalam rangka peningkatan ini. maka yang pertama dan utama perlu dilakukan adalah mendorong para guru untuk melepaskan diri dari sikap rutinitas. Maka perlu dibina untuk menghilangkan sikap dan sifat yang menolak perubahan. Dalam diri meraka perlu dibina dan ditumbuhkan sikap cepat tanggap dan menilai tinggi perubahan, sebab hanya dengan cara tersebut para guru menjadi kreatif dan imajinatif serta progersif.
Adanya harapan agar para guru bersifat kreatif, imajinatif, dan progresif menuntut adanya sifat-sifat tertentu dari para administrator pendidikan. Para administrator harus mendukung eksperimentasi yang dilakukan para guru, melindungi mereka dari kritik-kritik yang tidak beralasan serta memperhatikan pandangan mereka walaupun mungkin pandangan itu berbeda dari pandangan adminiatrator. Bila ada kesalahan dan kekurangan yang dilakukan oleh guru-guru maka administrator tidak langsung memberikan hukuman kepada meraka sebab kesalahan atau kekurangan adalah Suatu yang tidak dapat dihindarkan dan merupakan bagian yang wajar dari setiap perubahan. Harapan-harapan di atas bukan bermaksud agar guru diberi kebebasan mutlak. Aturan main atau norma harus tetap ada. namun aturan itu jangan dibuat sebagai hal yang mati dan kaku. Para guru diberi kebebasan bereksperimentasi sejauh tidak bertentangan dengan aturan dan norma, bahkan bila perlu aturan main iti: diganti jika tidak sesuai dengan tuntutan situasi. Ituah sebabnya bila para administrator pendidikan menginginkan kemajuan khususnya dalam proses belajar-mengajar, ia harus memberikan kebebasan ruang gerak kepada para guru. Yang dituntut dari para guru buKan ketaatan yang membabi buta atau konformitas, melainkan sifat dan kemauan yang mau mengadakan perubahan dengan syarai sesuai dengan norma-norma umum yang berlaku atau komitmen.
Diakui bahwa seirama dengan kemajuan dalam masyarakat, para guru perlu mengadakan perubahan dalam proses belajar- mengajar. Namun dalam prakteknya perubahan yang mereka adakan biasanya sangat lamban sehingga senantiasa ketinggalan zaman. Hal ini terjadi karena usaha mengadakan perubahan membutuhkan waktu yang cukup lama, serta perubahan lebih dulu terjadi dalam masyarakat. Namun, perubahan yang diadakan akan lebih lambat j ika keinginan untuk mengubah itu datang dari atasan yang sifatnya perintah atau instruktif. Perubahan yang bersifat instruktif biasanya diterima dengan setengah hati sebab merasa dipaksakan. Karena itu, bila menginginkan perubahan yangcepat dan merupakan proses bersinambung, keinginan itu harus lahir dari keinginan para guru. Keinginan itu akan.selalu timbul bila hasrat untuk mengubah telah terinternalisasikan dalam aspek kehidupan para guru. Dalam rangka internalisasi perubahan itu, supervisi pendidikan memegang peranan sentral.
Pengakuan dan kesadaran tentang pentingnya supervisi mengisyaratkan agar program supervisi direncanakan secara matang dalam satu kesatuan yang terpadu. Di pihak lain, mengingat banyaknya tugas administrator, sebaiknya diangkat tenaga khusus untuk supervisi yang disebut supervisor. Pengangkatan tenaga supervisor ini dapat mencapai sasaran bila memperhatikan beberapa hal berikut ini, yakni:
a.Tugas supervisor adalah memberi bantuan kepada personil sekolah, dan bukan menilai konduite personil sehingga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
b.Untuk meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar- mengajar bukan hanya merupakan tugas dan kewajiban supervisor, melainkan melibatkan banyak pihak seperti: pengawas, kepala sekolah, dan sebagainya. Agar gagasan supervisi itu dapat efektif, upaya-upaya supervisi dari semua pihak yang terlibat perlu dikoordinasikan sehingga merupakan kegiatan terpadu. Di Indonesia telah diakui perlunya supervisi bagi para personil, namun dalam prakteknya, gagasan itu belum dapat direalisasikan sebagaimana yang diharapkan karena berbagai hal:
a.Adanya alasan-alasan pribadi dan kultural, menyebabkan pengangkatan supervisor jarang dilakukan, sehingga fungsi supervisi tetap dirangkap oleh administrator sekolah. Perangkapan jabatan yang berlainan fungsi menyulitkan administrator sekolah dalam merencanakan aktiviats supervisi secara tuntas dan terpadu dan untuk memisahkan mana yang menjadi tugas administratif dan mana yang merupakan tugas-tugas supervisi. Hal ini terjadi karena administrator lebih mengutamakan tugas pertanggungjawaban tugas-tugas administratif kepada atasannya.
b.Keterbatasan dana pemerintah menyebabkan berkurangnya pengangkatan tenaga supervisor serta membatasi ruan  gerak aktivitas supervisi yang akan diadakan.
c.Kemampuan supervisor belum seperti yang diharapkan karena belum mendapatkan perhatian secara khusus untuk melakukan tugas itu. Yang diangkat untuk menjadi supervisi biasanya adalah penilik/ pengawas sekolah yang dalam diri mereka sudah membudaya sikap dan sifat komando, akibatnya supervisi yang dilaksanakan lebih bersifat inspeksi. Mengingat pentingnya peranan guru dalam peningkatan kualitas pendidikan dan adanya kendala yang menghambat para guru untuk melaksanakan tugas seperti dia atas, sangat diperlukan kehadiran supervisor yang berkualitas. Karena itu, pengadaan tenaga supervisor dalam jumlah dan kualitas memadai perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari administrator sekolah dan pemerintah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media