Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , , , » Ujian Nasional Harus di Benahi atau Di hapus

Ujian Nasional Harus di Benahi atau Di hapus

Sumber Gambar: storyza.wordpress.com

Ujian Nasional Bukan Menjadi Patokan Masuk PTN

Banyak para kalangan akademisi memberikan respons atas rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan nilai ujian nasional (UN) sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri (Perguruan Tinggi Negeri). Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Yogi Sugito meminta agar mekanisme UN SMA dan sederajat dibenahi terlebih dulu sebelum memberlakukan UN sebagai syarat wajib penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri. 

Hasil UN masih belum bisa mereprestasikan kondisi riil di lapangan, sebab banyak sekolah (SMA dan sederajat) yang ada di pinggiran hasil UN-nya justru lebih bagus dari SMA dan sederajat favorit yang ada di perkotaan, di Malang, Jawa Timur. 

Jika yang diterima Perguruan Tinggi Negeri banyak siswa dari SMA dan sederajat berasal dari daerah pinggiran, akan menimbulkan protes dari SMA dan sederajat yang ada di perkotaan. Universitas - Universitas kebanyakan belum bisa melaksanakan program yang digagas Kemdikbud tersebut. Namun gagasan tersebut baik jika diterapkan di masa yang akan datang. 

UN ( Ujian Nasional ) masih harus dibenahi agar bisa benar-benar mereprenstasikan kondisi dan kemampuan siswa secara riil di lapangan. Kebanyakan nilai UN seringkali merupakan hasil kerja sama antarsekolah, agar siswa atau anak didiknya bisa lulus semua atau nilainya bagus. Sehingga, bukan ukuran sesungguhnya kemampuan siswa.

Oleh karena itu, mungkin Perguruan Tinggi Negeri lainnya belum setuju dengan gagasan tersebut. Mungkin beberapa tahun ke depan, setelah mekanisme dibenahi kami baru bisa menerima gagasan itu. 

Pada penerimaan mahasiswa baru 2012/2013, banyak Universitas masih menggunakan mekanisme lama dengan jalur SNMPerguruan Tinggi Negeri, jalur undangan, dan jalur mandiri. 

Salah satu Universitas yang menolak yaitu Universitas Gajah Mada. Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Sudjarwadi sudah menyatakan menolak penggunaan nilai ujian nasional SMA dan sederajat sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri. 

Mereka menilai masih banyak hal yang harus dikaji untuk menerapkan kebijakan tersebut. 

Mereka juga berpendapat, nilai ujian nasional (UN) tidak serta merta bisa dijadikan tes masuk perguruan tinggi negeri (Perguruan Tinggi Negeri). Sebab, tujuan pelaksanaan UN dan tes masuk Perguruan Tinggi Negeri berbeda satu sama lain. 

Alasan itu pula yang melatarbelakangi Universitas Gajah Mada untuk tidak menerapkan nilai UN sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun depan. 

sehingga UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media