Diberdayakan oleh Blogger.

Pendidikan Karakter Vs Tematik


Berkat Pendidikan Rezim Terjadilah Pendidikan Karakter Vs Tematik
Menurut saya Sistem pembelajaan menggunakan tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan tema sebagai unit kajian untuk memberikan pengalaman dengan silabusnya. Belajar kepada siswa tentang berbagai aspek. Tema diambil berdasarkan pusat minat dan pengalaman anak sehari-hari untuk dijadikan pokok pembicaraan. 

Model pembelajaran ini diperuntukan bagi pembelajaran di SD kelas rendah. Model pembelajaran yang menggunakan tematik tidak mengenalkan anak dengan istilah mata pelajaran. Anak di kenalkan dengan istilah tema, yang substansi di dalamnya dapat mencakup beberapa aspek aktivitas bidang kehidupan yang secara tradisional disebut matapelajaran. Pembelajaran model menggunakan tematik esensinya bertolak dari hakekat pendidikan kecakapan hidup. Artinya bagi anak pendidikan itu adalah melatih kecakapan dasar untuk kehidupan. Kecakapan dasar kehidupan itu, mencakup kecakapan sosial, emosional, aritmatika, kecakapan literasi. Untuk memudahkan penguasaan kecakapan itu, maka pembelajarannya perlu kontek yang tepat. Kontek yang tepat untuk ukuran anak sd adalah tempat dan aktivitas yang sering menjadi pusat-pusat minat/perhatian mereka. Oleh karena itu, pusat minat anak yang di labeli tema, selalu berhubungan dengan kontek yang disenangi anak, misalnya pariwisata, tetangga, diri sendiri. 

Selain itu, kenapa tidak digunakan istilah mata pelajaran, karena istilah matapelajaran itu berorientasi pada disiplin keilmuan. Mempelajari disiplin ilmu orientasinya penguasaan ilmu pengetahuan untuk menjadi ilmuan.Pembelajaran sd sejak kurikulum berbasis kompetensi orientasinya adalah kecakapan hidup, kegiatan belajar yang terhasilkan bukan mempersiapkan calon ilmuan,tetapi menguasai kecakapan dasar untuk kehidupan anak di masyarakat. 
Penggunaan tema dalam pembelajaran adalah alat pedagogi, artinya esensi pembelajaran bukan pada tema-tema itu sendiri. Pembelajaran tetap tertuju pada esensinya yankni kecakapan hidup yang telah diakodomasi dalam kompetensi dan indikator-indikatornya. Penyusunan kompetensi(SK/KD) dan pengembangannya telah disesuaikan urutannya sesuai kaidah-kaidah pengembangan kurikulum. Oleh karena itu, SKKD yang ada di kurikulum tidak bisa di balik-balik semeter, maupun urutan pembelajarannya. 
Model pembelajaran menggunakan tematik ini menjadi amanat kurikulum untuk kelas rendah di SD. Dalam rangka itu, telah diterbitkan buku petunjuk pelaksanaan untuk pedoman guru dalam pengembangan silabi pembelajaran. Namun dipedoman itu setelah dicermati tampak pembelajaran lebih menekankan tema sebagai pokok acuan ketimbang INDIKATOR-INDIKATOR kurikulum. Tersebab itu, sering terjadi pemutarbalikan indikator-indikator kompetensi dasar karena harus dicarikan dan disesuaikan indikator yang cocok dg tema yang ada 
Pemutar balikan indikator tidak boleh terjadi sebab indikator sudah diurutkan sesuai kompetensi dasar maupun standar kompetensi.Pemutarbalikan urutan kompetensi dan indikator kompetensi menjadikan sikuen substansi pembelajaran dapat terbalik-balik. Selain itu, jika tidak cermat dalam pemutar balikan indikator dan kompetensinya, maka ada sejumalah indikator kecakapan yang tidak terpelajari anak. Keterbatasan guru dan kecermatan menghasilkan kebingungan yang berujung pada keengganan untuk mengikuti inovasi pendidikan. 
Acuan utama pembelajaran adalah indikator kompetensi bukan tema.Dalam pembelajaran menggunakan tematik, tema adalah alat bukan tujuan karena itu indikator tidak bisa dibalik-balik sekedar menyesuaikan tema 

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media