TELAH DIBUKA UJIAN KEJAR PAKET A, B DAN C SELURUH INDONESIA, RESMI. INFORMASINYA DI SINI
Diberdayakan oleh Blogger.

Melatih Mental Menjadi Pendidik

Kita merasa mampu berbicara dengan baik pada setiap orang, tetapi saat kita dihadapkan dengan ruang kelas dan kita harus berbicara dengan peserta didik disitu kemudian kemampuan berbicara kita di uji. Pada saat kita di hadapkan dengan ruang kelas apa yang kamu pikirkan? Gugup? Merasa tidak percaya diri? Itu semua pasti dirasakan pada setiap pendidik yang baru menjadi seorang pendidik. Suasana yang kita hadapi saat berbicara di dalam kelas sangatlah berbeda dengan biasanya. Bisa saja saat kita berbicara di hadapan peserta didik, pembicaraan kita menjadi ngelantur ataupun terbatah-batah. Itu dapat mengurangi respon positifdari peserta didik.

Di dalam ruang kelas bukan hanya mampu berbicara saja tetapi kita juga harus mampu untuk menarik simpati peserta didik. Sikap dan cara kita membawakan materi juga harus baik. Itu semua membutuhkan mental yang sangat besar.Karena itu, untuk menjadi seorang guru diwajibkan untuk berani berbicara di depan orang banyak, terutama kepada siswanya, sebab jika guru tidak mampu berbicara di depan umum, bagaimana ia dapat menyampaikan materi pembelajaran kepada siswanya.


Dalam membangun mental hendaknya di awali dengan membuang pikiran negatif terlebih dahulu. Hal ini merupakan langkah awal yang paling mendasar untuk menjadikan seorang memiliki mental profesional sebagai seorang guru, terlebih lagi bagi para calon guru yang belum pernah sekalipun tampil mengajar atau
berbicara sebelumnya di depan umum.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan seseorang agar terus bisa memupuk dan mengembangkan percaya diri dalam menjadi pendidik :

1. Berlatih di Hadapan Kaca.
Latihlah berbicara kamu di hadapan kaca, anggap kamu sedang berbicara dihadapan puluhan siswa.  Dengan media kaca, kamu dapat melihat gesture tubuh dan mimik wajah kamu, kamu juga dapat menilai diri kamu sendiri apa yang kurang dari pembawaan kamu  dalam berbicara.

2. Rileks dan Jangan Tegang
Jika kamu ingin mengajar, usahakan untuk selalu rileks dan jangan tegang. Ketegangan hanya akan memicu
adrenalin yang membuat otak juga menjadi tegang sehingga sulit untuk berpikir. Jika ketegangan itu terjadi, maka akan sulit bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya secara maksimal.

3. Jangan Banyak Berpikir, Lakukan Saja
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang ingin mengajar adalah terlalu banyak berpikir dan menimbang-nimbang tentang apa yang akan dilakukan. Lakukan saja dengan penuh percaya diri bahwa itulah yang terbaik yang bisa kita berikan. Selesai mengajar, barulah kita berpikir dan melakukan review tentang apa yang sudah kita lakukan, mana yang sudah baik dan di sisi mana yang perlu ada perbaikan dalam proses belajar mengajar.

4. Lakukan dengan Gaya Kamu
Menemukan gaya mengajar menjadi salah satu seni tersendiri. Kita sendiri yang mengetahui bagaimana cara yang paling enak untuk berinteraksi dengan siswa, melakukan komunikasi satu arah, bagaimana berjalan, dan bagaimana menggunakan berbagai media pengajaran.Fokuskan pada bagaimana meningkatkan kekuatan yang kita miliki, dan jangan terpaku pada bagaimana meminimalisir kelemahan.

5. Berinteraksi dengan Siswa
Kita tidak boleh keasikan berbicara yang membuat tidak ada interaksi dengan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa sangat dibutuhkan. Itu dapat mengetahui apakah siswa mengerti dengan apa yang kita sampaikan. Dengan interaksi juga dapat menumbuhkan suasana ruang kelas.

0 komentar:

Posting Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media