Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Carut Marut Birokrasi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Ku

Carut Marut Birokrasi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Ku

Awal informasi saya mulai dari pengurusan berkas bantuan yang diterima sekolah  dan mewajibkan membuat proposal yang ditanda tangani oleh pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota dimana berdomisili. Berangkat dengan proposal yang ingin ditanda tangani oleh Dinas Pendidikan Kota serta dengan informasi dari teman sejawat guru, agar menandatanginya kepada bapak si " Anu-S" Kepala Bidang di unit SMK dan SMA di Kota ini.
Berangkat dan ditemani oleh unsur yayasan, kami membawa keyakinan agar proposal yang dibawa akan ditandatangani. Sesampainya di Dinas Pendidikan, kami diharuskan dengan bawahan pak Kabid yaitu pak " Suka minta duit Proyek ", untuk menjumpainya, kami harus menunggu hampir 6 jam, setibanya beliau langsung memberikan muka musam seraya berkata" Kaliankan dari Sekolah  ini.... gak jelas kalian....tuntaskan dulu lagu lama, baru boleh dengarkan lagu yang baru..." Bapak ini pandai bermain silat lidah, dan pada intinya proposal tidak bisa ditanda tangani.
Tidak mati langkah, berkat ketekunan kami serta kesabaran kami, akhirnya setelah sholat Asyar, Sekretaris Dinas Pendidikan,menjumpai kami seraya berkata, " Say lihat dari tadi kalian disini, ada perlu apa?" dengan lemas dan kesal kami menyampaikan prihal kami dan beliau merespon dengan kata.. " kalau diganti nama saya akan saya tanda tangani segera, " Sipa pak... kami langsung merubah dan ditandatanganilah prposal itu.
Hikmah yang didapat yaitu, kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang manis, tergantung kesabaran kita, serta dinas pendidikan tidak semuanya PERAMPOK, namun tidak sedikit meperdaya guru - guru, PKS, serta kepala sekolah, ada yang disebut, " Uang laci, uang pengurusan, uang administrasi wajib dan uang - uang hantulaninnya. .
Pertanyaan untuk negeri ini, bagaimana kedepan dunia pendidikan, kalau orang-orang yang diamanahkan negara untuk melayaninya berprilaku BINATANG?
Cuman Tuhan dan Waktulah yang bisa menjawab. Kita hanya bisa mengusahakan untuk TIDAK MELAKUKAN HAL SERUPA SEPERTI MEREKA. Dalam Islam: kalau bisa dipermudah, kenapa harus di persulit,.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media