Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Kreteria Kepala Sekolah Yang Ideal Menurut Pak Gunawan

Kreteria Kepala Sekolah Yang Ideal Menurut Pak Gunawan

Berikut adalah Kategori Kepala Sekolah yang Tangguh(ideal), antara lain:

a)Memiliki Visi dan Misi dan Strategi yang Jelas
b)Mampu mengkoordinasi dan menyerasikan Sumber Daya dengan tujuan
c)Mampu mengambil Keputusan secara Terampil
d)Toleran terhadap Perbedaan pada Setiap Orang tetapi Tidak Toleranterhadap Orang-Orang yang Meremehkan Kualitas,Prestasi,Standar,dan Nilai-nilai
e)Memobilisasi Sumber daya
f) Memerangi Musuh-Musuh Kepala Sekolah
g)Menggunakan Sistem sebagai Cara Berfikir,Mengelola dan Menganalisis Sekolah
h)Menggunakan Input Menejemen
i) Menjalankan Perannya sebagai Menejer
j) Melaksanakan Dimensi-dimensi Tugas,Proses,Lingkungan,dan Ketrampilan Personal
k)Menjalankan Gejala Empat Serangkai, yaitu:
i) Merumuskan sasaran,
ii)Memilih fungsi-fungsi yang di perlukan untuk mencapai sasaran
iii) Melakukan Analisis SWOT
iv) Mengupayakan Langkah-Langkah untuk Meniadakan Persoalan
l) Menggalang Teamworkyang cerdas dan Kompak
m) Mendorong Kegiatan-KegiatanKreatif
n)Menciptakan Sekolah Belajar
o)Menerapkan Menejmen Berbasis Sekolah
p)Memusatkan Perhatian pada Pengelolaan Proses Belajar Mengajar
q)Memberdayakan Sekolah

Kepala Sekolah pada Kenyataannya
Seorang pemimpin tertinggi pada institusi pendidikan baik pad tingkat SD sampai SLTA, baik sekolah yang “berplat merah maupun berplat kuning” disebut sebagai kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan karir tertinggi dari seorang guru, jika hal tersebut dikatakan karir tentunya. Penunjukkan dan pengangkatan kepala sekolah harus bahkan wajib memenuhi persyaratan yang sangat banyak. Persyaratan yang baku tersebut diantaranya pernah menjadi salah satu pembina, wakil kepala sekolah, menguasai berbagai manajemen sekolah, mampu memimpin, berwibawa, adil, mampu melaksanakan 12 langkah kepemimpinan, mampu mewujudkan visi dan misi sekolah dan kalau boleh penulis menambahkan wajib mengikuti uji kelayakan.
Namun pada saat ini jabatan kepala sekolah tidak lagi jabatan professional tetapi sudah merupakan jabatan politis, dan sudah mengabaikan syarat-syarat diatas. Dan inilah salah satu penyebab mutu pendidikan kita jalan ditempat bahkan cenderung semakin merosot.
Masalah
Untuk meningkatkan mutu pendidikan pada sebuah sekolah, semua peran serta stakeholder (pemangku kepentingan) baik pemerintah, masyarakat maupun guru harus bahu membahu. Disamping itu peran tanaga kependidikan haruslah menjadi tulang punggung utama.
Dan sebuah institusi pendidikan yang dikatan bermutu dapat dilihat dari prosentase kelulusan yang tinggi, banyaknya lulusan yang diterima di perguruan tinggi, sekolah yang aman, nyaman dan kondusif, tenaga pendidik yang berkualitas dan banyak indikator-indikator lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu pada sebuah sekolah adalah peran seorang kepala sekolah sebagai Top Manager.
Namun pada saat ini, banyak sekali kita menyaksikan seorang kepala sekolah yang gagal memimpin sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang bermutu. Sehingga muncul pendapat dari beberapa guru bahwa “sekolah tanpa guru tidak akan jalan tetapi sekolah tanpa kehadiran kepala sekolah asalkan ada guru maka sekolah tetap jalan. Jadi saat ini kehadiran seorang kepala sekolah dianggap sudah tidak terlalu berpengaruh.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena seorang yang ditunjuk menjadi kepala sekolah pada umunya hanya memenuhi persyaratan administrasi saja dan memiliki kemampuan dasar diantaranya :
Kemampuan Administrasi
Hal ini dapat kita lihat pada salah satu contoh kecil saja, seperti tidak memili program kerja yang jelas, sering mengadakan rapat namun hasilnya tidak jelas. Dan tidak memiliki agenda rapat yang teratur padahal rapatnya memakan waktu berjam-jam. Ketika keluar dari ruang rapat para guru masih bertanya-tanya apa yang kita kerjakan tadi? Apa keputusannya? Walaupun ada keputusan yang dihasilkan, tapi jarang sekali terlaksanakan dengan baik. Disamping itu banyak kita temui pembuatan SK yang berulang-ulang karena keliru nama, NIP, tujuan, tugas, mata pelajaran, dan lain-lain yang seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika kepala sekolah lebih teliti.
2.Kemampuan Kurikulum
Kita sering menjumpai guru yang kebingungan pada saat berada di kelas karena mengajari peserta didik dengan mata pelajaran yang ia sendiri tidak mengasainya, yang pada akhirnya terjadilah PBM dan KBM bohong-bohongan karena kepala sekolah menyerahkan pembagian tugas mengajar kepada wakil bidang kurikulum tanpa mempertimbangkan kemampuan yang bersifat kecenderungan. Disamping itu dalam hal pendelegasian tugas-tugas tertentu kepada seseorang berdasarkan senang atau tidak senang (pilih-pilih tebu).
Kemudian penempatan guru di kelas-kelas tertentu pada mata pelajaran yang sama tanpa mempertimbangkan keadaan, situasi dan suasana kelas karena ada kelas yang harus mendapat perhatian khusus.
3.Kemampuan Memimpin
Setiap guru memiliki masalah yang berbeda dengan latar belakang yang berbeda. Kadang-kadang tugas guru sering terganggu karena yang bersangkutan sedang menghadapi masalah dari rumah dan terbawa sampai ke sekolah. Dan mungkin saja ada guru yang sering tidak hadir karena ada sesuatu masalah. Oleh pimpinan, guru yang seperti itu langsung di cap guru pemalas atau guru yang tidak mampu mengajar, hal ini sangat keliru.
Menghadapi kasus yang seperti inilah diperlukan peran kepala sekolah sebagai orang yang tut wuri handayani, mengayomi, kadang-kadang sebagai bapak, membimbing, dan sekaligus mengarahkan.

Pemecahan Masalah

1.Menguasai Adiministrasi
Seseorang yang ditunjuk sebagai kepala sekolah wajib menguasai berbagai bentuk administrasi sekolah mulai dari administrasi umum sampai pada administrasi yang bersifat khusus.
Administrasi umum diantaranya surat masuk, surat keluar, buku agenda rapat, buku tamu pada piket guru, buku tama pada ruangan kepala sekolah, pengarsipan surat-surat masuk dari manapun asalnya harus diperlihatkan dan diserahkan kepada kepala sekolah kemudia oleh kepala sekolah menyerahkan surat tersebut sesuai dengan tujuannya. Misalnya surat tersebut untuk undangan kegiatan olahraga diserahkan ke guru olahraga dengan membuat Acc jika memungkinkan untuk diikuti. Begitu juga surat keluar dikonsepkan oleh Tata Usaha (TU) dan diperlihatkan kepada kepala sekolah untuk di cek kebenarannya.
Sedangkan administrasi yang bersifat khusus diantaranya pembuatan SK-SK harus dipastikan dengan benar sebelum diperbanyak baik nama, NIP,tugas, golongan tentunya di cek terlebih dahulu oleh kepala sekola. Dan yang tidak kalah pentingnya kepala sekolah harus membuat program kerja yang jelas, agenda rapat yang pasti.
2.Mengusai Kurikulum
Seorang kepala sekolah harus mampu melihat potensi dan kemampuan seorang guru. Dan pada suatu sekolah tidak semua mata pelajaran terpenuhi oleh guru yang benar-benar jurusannya. Oleh sebab itu kepala sekola memberikan tugas kepada seorang guru berdasarkan kecenderungan. Misalnya seseorang yang lebih menguasai komputer walaupun tidak memeliki ijazah komputer ditugaskan menjadi guru TIK. Disamping itu pembagian jumlah jam mengajar harus adil. Tenaga honorer yang ingin mengabdi dan membantu di sekolah harus benar-benar mampu, jika diperlukan harus melalui rangkaian prosedur yang benar agar sekalah benar-benar merasa terbantu

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media