Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Seorang Pemimpin Harus Konsisten Dengan Pemberian Reward dan Hukuman

Seorang Pemimpin Harus Konsisten Dengan Pemberian Reward dan Hukuman


Pemberian Reward dan Hukuman
Pemberian imbalan dan hukuman yang dilakukan oleh seorang pimpinan dimungkinkan karena dia memiliki kekuasaan dan kewenangan.
Sebelumnya perlu dibedakan konsep kewenangan, kekuasaan dan pengaruh. Dijelaskan Dalin (1996:86), bahwa:
1)Kewenangan adalah hak formal untuk membuat keputusan,
2)Kekuasaan adalah kemampuan (bukan hak) untuk mem berikan imbalan dan hukuman,
3)Pengaruh adalah kemampuan membuat keputusan melak sanakan tanpa bertolak berlakang dengan kewenangan atau kekuasaan.

Berkenaan dengan imbalan Locke (1997:117) berpendapat bahwa pemberian imbalan dan hukuman merupakan faktor penting dalam memotivasi para pengikut untuk menerapkan visi seorang pemimpin. Bahkan para pengikut yang merasa kompeten meraih visi organisasi tidak akan mengejawantahkan kesiapan mereka dalam bentuk tindakan nyata apabila pada tingkat tertentu tidak memperoleh imbalan dari pimpinan mereka".
Manz dan Sims (1996:23) menjelaskan bahwa imbalan diri dimungkinkan untuk sebagian orang. Imbalan diri menjadi penting terutama untuk mereka yang berusaha keras meraih sasaran-sasaran yang mereka tentukan sendiri. Bentuknya bisa berupa pengakuan dan pujian diri, puas diri, karena berhasil meraih sasaran dan kegairahan dalam mengerjakan tugas yang dirancang sendiri". Selain itu, pujian terhadap prestasi pegawai, imbalan reguler diberikan melalui kenaikan gaji, insentif, promosi dan penghargaan hal yang penting dalam mem pengaruhi pegawai.
Hukuman juga termasuk manifestasi dari kekuasaan (poiver) seorang pimpinan. Mengacu kepada Bail, et al dalam Ivancevich dan Matesson (2002:194) diungkapkan makna hukuman bahwa: "hukuman merupakan akibat dari suatu terhadap respon perilaku tertentu yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan".
Teguran merupakan salah satu bentuk pemberian hukuman. Namun teguran tidak mengajarkan keterampilan, tetapi teguran hanya dapat mengubah sikap membuat orang orang yang berketerampilan menggunakan kemampuan mereka".
Menurut Locke (1997:124) adakalanya pemimpin harus menghukum pegawai-pegawai yang tindakannya menyimpang dari visi dan sasaran-sasaran perusahaan. Hukum bisa dalam bentuk yang paling ringan berupa taktik intimidasi hingga paling berat yaitu pemecatan".
Menurut Manz dan Sims (1996:25) hukuman akan men jadi amat efektif apabila manajer, melakukannya dengan: (1) mengaitkan hukuman dengan perilaku-perilaku yang tidak diingini, (2) memberikan umpan balik berkenaan dengan mengapa individu dihukum dan tipe perilaku-perilaku alternatif yang diharapkan".
Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan bahwa perilaku memberikan imbalan dan hukuman dalam kepemimpinan bersumber dari kekuasaan dan kewenangannya untuk mem pengaruhi para bawahan dalam melakukan kegiatan secara sukarela sehingga tujuan dapat tercapai.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media