Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Gaya Kepemimpinan Di Sekolah Yang Harus Ditiru

Gaya Kepemimpinan Di Sekolah Yang Harus Ditiru


Taktik Yang Baik Dalam Mempengaruhi dalam Kepemimpinan Sekolah
1.Memulai dari Komunikasi yang baik
Dengan fungsi kepemimpinan tersebut semua struktur dan tugas-tugas administrator dan kepemimpinan dalam praktiknnya adalah secara esensial kegiatan interpersonal (Monahan dan Hengst, 1982:237). Tanggung jawab kepala sekolah terhadap minat dan tuntutan untuk berhubungan dengan lingkungan eksternal adalah suatu komponen dalam keseluruhan sistem sekolah.
Sebagai budaya organisasi mengacu kepada Owens (1995:93) bahwa proses interaksi oleh kepala sekolah dalam mempengaruhi bawahan mencakup komunikasi, motivasi, kepemimpinan, penyusunan sasaran, pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi. Semua itu berkenaan dengan manifestasi perilaku manusia (human behavior)".
Penting komunikasi bagi kepala sekolah termotivasi oleh kebutuhan tidak hanya restu dari dalam yaitu staf sekolah tetapi juga bagi restu kelompok luar dari sekolah di daerah dan para langganan sekolah" (Monahan, 1998:355). Perilaku komunikasi kepala sekolah dalam proses kepemimpinan adalah berlangsung secara internal dan eksternal sehingga terbina kerjasama yang bermanfaat.
Law dan Glover (2000:71) menjelaskan bahwa komunikasi efektif adalah amat penting dalam mencapai manajemen efektif sekaligus menentukan keberhasilan para pimpinan. Pada banyak sekolah keterampilan komunikasi ini masih lemah dan kurang efektif. Karena itu sekolah unggul, menurut Sergiovani adalah dicirikan dengan iklim positif, hubungan penuh hormat, keadilan, jaringan sekolah-rumah yang kuat dan banyak ciri lain".
Komunikasi internal di dalam sekolah dan eksternal ke luar sekolah penting dipelihara kepala sekolah mewujudkan visi dan misi sekolah yang diharapkan. Law dan Glover (2000:73) menjelaskan bahwa untuk menjadi efektif, kemampuan in terpersonal menjadi satu syarat yang tampak dalam perilaku pimpinan dalam menjalankan aktivitas menyampaikan gagasan dan visi untuk mencapai tujuan sekolah.
Monahan (1975:126), menjelaskan bahwa: "perilaku kepala sekolah dalam kerangka konseptual dan sistem sosial adalah merupakan hasil dan usaha kepala sekolah untuk menguasai lingkungan yang dibuat dan berbagai harapan terhadap perilakunya (peran) dalam cara-cara yang konsisten dengan pola pribadinya dan berbagai kebutuhan (kepribadianya)".

2.Keputusan yang Melibatkan Personil Sekolah
Kemampuan mengambil keputusan oleh kepala sekolah tercermin dalam perilaku: (1) mengambil keputusan bersama tenaga kependidikan di sekolah, (2) mengambil keputusan untuk kepentingan internal sekolah, dan (3) mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal sekolah" (Mulyasa, 2005:116).
Pendapat di atas menegaskan kepemimpinan kepala sekolah yang baik adalah yang melibatkan para guru dalam mengambil keputusan baik untuk kepentingan internal maupun eksternal sekolah.
Mengacu kepada Liontos (1994:2) dan Owens (1995:189) disimpulkan bahwa membagi pengambilan keputusan adalah untuk meningkatkan kualitas keputusan, penerimaan keputusan dan pelaksananan, menguatkan moral staf, komunikasi, motivasi, komitmen, tim kerja, membangun kepercayaan, keterampilan baru dan menuju efektivitas sekolah.
Siapapun yang menjadi pemimpin, dalam tekad dan hati kecilnya menginginkan supaya dapat menjadi pemimpin yang sukses atau efektif. Dijelaskan Madhi (2001:2) kepemimpinan yang sukses adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi perilaku individu-individu untuk menunaikan tugasnya dalam rangka memberikan arahan dan petunjuk, mewujudkan target anggotanya, mengembangkan, memegang teguh dan menjaga kekuatan bangunan kelompoknya/jamaahnya".
Dalam konteks kepemimpinan pendidikan ada beberapa taktik mempengaruhi yang dapat digunakan dalam proses kepemimpinan, yaitu:
1)Persuasi rasional - pemimpin menggunakan alasan logis dan bukti nyata membujuk staf, guru-guru dan pegawai yang mengharapkan hasil yang diinginkan melalui pencapaian tugas. ,
2)Memunculkan inspirasi - seorang pemimpin membuat harapan bahwa munculnya kegembiraan dengan memunculkan nilai-nilai, cita-cita dan aspirasi dengan meningkatkan percaya diri melakukan sesuatu.
3)Konsultatif - pemimpin menggunakan partisipasi dalam perencanaan strategi aktivitas, atau perubahan yang mendapat dukungan dan bantuan diinginkan atau keinginan meng identifikasi usulan menangani dengan kepedulian dan saran.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media