Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , » Kualitas Guru vs Kelakuan Murid

Kualitas Guru vs Kelakuan Murid


Dunia Pendidikan = Kualitas Guru vs Kelakuan Murid
Bicara pendidikan di Indonesia secara luas, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Namun yang paling sering disorot justru infrastruktur sekolah. Ini terlihat di media-media yang sering memberitakan bangunan sekolah yang uzur, tergalangnya dana yang membuat peralatan seperti bangku dan meja sempat rapuh, sampai rubuhnya satu sekolah di daerah terterntu.
Sedangkan untuk menilai kualitas pendidikan sebenarnya itu cuma ada dua, yaitu guru dan muridnya. Meski memang harus diakui, semua elemen yang berkaitan dengan dunia pendidikan itu penting dan akan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya. Baik itu bangunan, kurikulum, guru, murid sampai orang tua murid pun memiliki peran dalam memajukan dunia pendidikan.
Proses belajar dan mengajar masih bisa dilakukan tanpa ada bangunan sekolah. Ini dibuktikan oleh mereka yang belajar diruang terbuka. Karena memang sedang ada mengikuti program maupun yang sedang dalam keadaan darurat. Sementara kurikulum ada agar pendidikan terarah.
Dan guru beserta murid lah elemen utama dalam dunia pendidikan. Kualitas seorang guru mutlak diperlukan untuk menciptakan SDM yang tangguh dan berguna di kehidupan. Dan para guru dituntut untuk mendidik siswa nya dengan harapan tercipta calon-calon pemimpin di masa depan.
Namun saat ini terlihat para murid menjadi kendala bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Penegakan disiplin kadang terbentur dengan berbagai kepentingan lain.
Berhubung dulunya saya tidak belajar di sekoalh Negeri atau umum yang berisi pelajaran nasional, maka saya kurang tahu secara pasti, apakah di Indonesia peraturan untuk sekolah itu sama rata, atau setiap sekolah mempunyai aturan sendiri.
Yang saya maksud disini adalah peraturan disiplin yang yeng menyangkut perilaku siswa dan juga tenaga pengajar. Contohnya tentang hukuman yang diberikan kepada siswa yang melakukan tawuran. Melihat berita di televisi, siswa yang ikut tawuran mendapat hukuman yang berbeda dari sekolahnya masing-masing. Di satu sekolah ada yang dikeluarkan, tapi disekolah lain ada yang cuma di peringatkan.
Secara tidak disadari, proses penegakan disiplin yang tidak seragam ini justru bisa menghambat perkembangan dunia pendidikan Indonesia. Dengan disiplin yang tegas dan merata sama di setiap sekolah, khususnya sekolah negeri, saya yakin akan tercipta calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas, tentu saja disamping kurikulum yang tepat.
Sedangkan untuk para guru, peraturan yang jelas dan merata juga perlu ditetapkan. Masih banyak tenaga pengajar yang "lupa" akan kewajibannya. Seperti ijin yang tidak penting disaat jam pelajaran. Saya teringat apa yang dikatakan guru saya waktu masih sekolah dulu.
"Kami para guru punya kewajiban memberikan pelajaran kepada kalian selama satu bulan penuh selain hari libur yang sudah ditetapkan. Karena kami di gaji per bulan, dan itu artinya jika kami tidak masuk satu hari saja, bahkan satu jam saja, maka kami sudah berdosa, dan berhak untuk mendapatkan potongan gaji".
Kata-kata itu tidak membuat kami para siswa saat itu merasa bangga. Sebaliknya kami merasa semakin menghormati guru tersebut karena disiplinnya untuk memberikan pelajaran. Dan rasa segan akhirnya membuat kami ikhlas dan rela mendapat hukuman jika kami memang dianggap melanggar peraturan dan tata tertib sekolah.
Seperti yang sudah diketahui, guru itu di ibaratkan, bahkan disamakan derajatnya dengan orang tua. Di sekolah para guru yang mempunyai kewajiban mendidik dan menempa kualitas seseorang. Tanggung jawab inilah yang harus dipikul para guru setiap harinya.
Beratnya tanggung jawab ini juga yang membuat guru di beri gelar "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Ya.. mereka memang seorang pahlawan, kadang peraturan membuat mereka harus berurusan dengan para orang tua yang tidak memahami fungsi dan keberadaan sang guru. Bahkan ada "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" yang harus berurusan dengan hukum karena menegakkan tata tertib sekolah.
Namun semuanya hanya berlaku dilingkungan dan jam sekolah. Selebihnya para orang tua kembali mengambil alih kewajiban mendidik dan mengarahkan si anak ke jalan yang benar.
Dan satu lagi yang akan menentukan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu peran aktif dari pemerintah. Kesejahteraan para guru, kemaanan dan kenyamanan proses belajar mengajar dan penetapan kurikulum diperlukan untuk mengarahkan dunia pendidikan ke arah yang jauh lebih baik.
Pertalian untuk mendidik dan menjadikan calon pemimpin bangsa ini harus terus dijaga. Bukan hanya itu peraturan harus di tetapkan dan diterapkan sejelas-jelasnya. Jangan sampai guru yang ingin menegakkan peraturan menjadi korban, dan jangan sampai harapan bangsa itu hancur karena kelakuan mereka yang tidak terkontrol. Semua harus berkerja sama untuk memajukan kualitas pendidikan untuk menjadikan Indonesia semakin berkibar.
Sumber: http://www.dusunblog.com/2012/11/dunia-pendidikan-kualitas-guru-vs.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media