Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , , » Ketika Manajemen Sekolah Tidak DIpercaya

Ketika Manajemen Sekolah Tidak DIpercaya

MANAJEMEN SEKOLAH BERANTAKAN
Tidak dipungkirkan lagi bahwa fenomena di dunia pendidikan berujung kepada manajemen sekolah yang harus handal dalam melayani para peserta didik, kenyataannya adalah sekolah melakukan penataan manajemennya tidak melibatkan orang tua yang juga turut mendukung program - program di sekolah tersebut.
Sangat fenomenal bahwa sekolah merasa peran orang tua tidak dibutuhkan, malah sebaliknya kalau saja peran orang tua dikondisikan dan dikomunikasikan secara baik dan dengan sistem manajerial yang baik, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan komunikasi sekolah yang apik dan manajemen sekolah dikatakan sempurna. Berikut ulasan dari waspada.co.id tentang buruknya manajemen sekolah di Medan.
MEDAN- Saat ini dunia pendidikan di Sumatera Utara selama 2010-2012 banyak mengalami kemunduran dan kekurangan disamping keberhasilan yang dicapai, baik dari hasil capaian Ujian Nasional (UN), Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga amburadulnya manajemen pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan, Mutsyuhito Solin, mengatakan pendidikan di Sumut dan Medan selama 2010-2012 masih mengalami kekurangan terutama yang palingkrusial adalah manajemen pendidikan dalam pengertian, pengelolaan yang dilakukan dinas pendidikan kabupaten/kota sosialisasinya tidak bagus.
"Jadi, kalau kita lihat keresahan-keresahan di kabupaten/kota, misalnya soal kepala sekolah yang diganti tidak sesuai dengan keputusan menteri, sehingga sangat mengganggu bagi kepala sekolah untuk bisa melakukan pekerjaan secara tenang," ujarnya kepada Waspada Online, siang ini.
Kemudian yang krusial, ujar Mutsyuhito, tidak jelasnya rekrutmen pengawas sekolah, misalnya bisa menjadi pengawas kalau yang bersangkutan sudah S2 dan pernahmengajar. Tapi banyak pengawas yang latar belakangnya bukan pendidikan, seperti pernah menjadi kepala seksi/kepala bidang di salah satu dinas pendidikan kabupaten/kota, kemudian tidak lagi menjadi pejabat dan diangkat menjadi pengawas.
"Sebenarnya pada 2010-2012 ini, manajemen pendidikan di Sumut sangat amburadul ditambah dengan pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tidak sesuai prosedur. Ini sangat mengganggu, karena inti pelaksanaan pendidikan ada di dua tempat tersebut yaitu kepala sekolah sebagai manajer dan pegawas," ujarnya.
Kalau sekolah manajemennya amburadul, lanjutnya, akan berdampak terhadap banyak hal seperti kinerja guru, prestasi siswa, pengelolaan pendidikan secara keseluruhan dan sebagainya.
“Oleh karena itu sebenarnya kalau kita mau menyoroti, dua hal ini harus menjadi perhatian pada 2012, karena kebanyakan kepala sekolah bekerja tidak lagi dalam kondisi yang baik, karena mereka dibayang-bayangi oleh ketakutan-ketakutan seperti kepala sekolah itu belum jelas dan belum periodenya selesai sudah diganti dan sebagainya, sehingga tidak fokus membangun pendidikan di sekolah,” pungkasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media