Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , » Hari Guru Tahun ini Yang Memprihatinkan

Hari Guru Tahun ini Yang Memprihatinkan

Blog Guru, 25 Nopember 2012
Awal kata, saya mengucapkan " Selamat Hari Guru bagi teman - teman, rekan seperjuangan guru serta orang - orang yang memperhatikan dunia pendidikan, majulah terus, mendidiklah kita tanpa kenal waktu dan jabatan serta iming - iming para pendusta negara. Ditangan kita masih banyak generasi muda yang memerlukan didikan positif tentang menghargai ilmu ".
Pada peringatan hari guru ke 67, banyak pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan, masih banyak keganjilan serta akal bulus pejabat kita yang harus kita TOLAK, dan masih banyak anak didik yang harus kita lindungi. Apa yang terjadi?
Ada beberapa yang menjadi perhatian kita para pendidik, yaitu:
  1. Tolak UN yang tidak sesuai niat murni pendidikan.
  2. Awasi dana Pendidikan 20% yang seperti siluman.
  3. Tindak oknum Dinas Pendidikan yang melakukan korupsi.
  4. Pecat kepala sekolah yang mengambil untung sendiri.
  5. Geratiskan Sekolah.
  6. Hilangkan dikotomi dunia pendidikan.
1. Tolak UN yang tidak sesuai niat murni pendidikan.
Pada dasarnya penilaian itu ada ditangan guru, bukan DINAS PEMERINTAH, melainkan kita para guru yang mengajar lebih dari 13 - 15 Jenis Pelajaran seminggu, relakah kita kalau pembelajan SD yang 6 tahun, SMP yang 3 Tahun dan SMA yang juga 3 Tahun, ditentukan dengan ujian 3 hari, yang mengikuti standar Pendidikan KOTA?
Banyak alasan para pejabat pendidikan di negeri ini yang menghalalkan UN, dari penghitungan standar prestasi sekolah hingga pendataan tingkat kelulusan, dan itu semua OMONG KOSONG. Alasan yang tidak terlihat kita adalah bagi - bagi proyek UN yang dananya sangat luar biasa.
Akibat dari UN banyak dampak negatifnya dari positifnya, negatifnya yaitu:
  1. Mengajarkan generasi pendidikan di Indonesia untuk berlaku curang, baik guru, sekolah bahkan dinas Pendidikan Kota.
  2. Meningkatnya trouma, atau dampak psikologis yang cendrung negatif, sehingga banyak anak takut dan tidak mau mengikuti sekolah.
  3. Menggalakkan sistem jual nilai bagi mereka yang ingin membayar mahal.
dan masih banyak lagi.

Wal akhir, marilah para guru, pendidik dan pemerhati pendidikan di negeri yang dulu menjadi kiblat pendidikan Asia, untuk turut serta memikirkan cara memajukan kembali minat belajar siswa, membuat gairah belajar siswa kita semakin meningkat, hingga tidak ada lagi calon siswa koruptor, propokator dan perlakuan yang kotor, semoga....

2. Awasi Dana Pendidikan 20 %
Fakta yang terjadi berdasar DIPTAIS bahwa, hampir 35 % anggaran pendidikan kembali kepada kas negara dan hampir 10 % anggaran tersebut di selewengkan. Banyak cara orang memanfaatkan anggaran pendidikan yang 20 % ini, dari program pemerintah untuk sertifikasi guru, dana BOS dan lainnya, sehingga terkesan tidak memiliki kesiapan yang jelas dalam pelaksanaan di lapangan, sertifikasi contohnya, banyak menimbulkan guru - guru karbitan yang hanya mengejar pengakuan pemerintah akan gelar seorang guru tersebut sebagai guru profesional yang mendapat tunjungan yang menggiurkan bagi para pendidik.
Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi untuk penggunaan dana BOS, dari pemaparan beberapa rekan penulis yang menjadi kepala sekolah mengungkapkan bahwa: kalau dana BOS mau jujur, maka pemerintah harus merubah Peraturan pemerintah tentang DANA BOS. Banyak oknum pengawas dana BOS yang meminta uang upeti kepada kepala sekolah, sehingga kepala sekolah menjadikan ini peluang untuk ia juga bermain di dalamnya. Ada lagi dana bantuan RSBI yang perlengkapan peralatannya HARUS memebeli dari toko yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Setempat, masih babnyak lagi Dana-dana bantuan yung oknum pemerintah meminta upeti hingga 20 %.

3. Tindak oknum Dinas Pendidikan yang melakukan korupsi. ( Hampir sama kasusnya dengan nomor 2 )

4. Pecat kepala sekolah yang mengambil untung sendiri. 
Sedikit yang ingin penulis paparkan disini, yaitu banyak dari oknum kepala sekolah ( negeri atau swasta ) yang melakukan tindakan yang menurut pengamatan penulis mengambil untung dirinya sendiri. Misalnya mengadakan kegiatan yang bersumber dana BOS atau dana pemerintah lainnya. Hal ini sangat tidak menguntungkan para guru dan siswa di sekolah tersebut. Mengambil untung sendiri juga dilakukan dengan sikap yang otoriter dan semena - mena. Semoga Allah memnusnakan orang seperti ini. Amin

5. Geratiskan Sekolah.
Keberadaan Dana BOS tidak berdampak siknifikan, masih banyak sekolah - sekolah miskin yang tidak tersentuh dengan dana anggaran pemerintah untuk pendidikan yang 20 %, bahkan sekolah - sekolah yang kaya pembiayaannya tidak sungkan dan malu juga meminta dana BOS tersebut. Apakah kita memikirkan sekolah - sekolah di pelosok pedesaan, kampung bahkan perbatasan negara? Saran saya... alangkah bagusnya dana BOS diperuntukkan bagi sekolah - sekolah miskin di atas.

6. Hilangkan dikotomi dunia pendidikan.
Maksudnya adalah, pemerintah jangan setengah - setengah memperhatikan pendidikan kita, tidak perduli itu di bawah naungan Dinas Pendidikan Nasional atau di bawah Dinas Pendidikan Agama Islam. Dikotomi disini sangat beragam, dari sertifikasi gurunya, anggarannya, hingga perlakuan lulusannya. Walaupun hal ini dilindungi oleh Undang - Undang, namun di dalam kenyataannya jauh dari kenyataannya.  Dikotomi ini juga berlaku di kalangan pendidikan dasar, menengah maupun di jenjang pendidikan tinggi. Jangan ada lagi anak emas dan perak di dunia pendidika, antara sekolah umum, agama, RSBI dan non RSBI bahkan SBI dan tidak SBI, semuanya itu sama haknya di mata Undang - Undang kita.

Semoga memringati hari Guru ini menyadari kita akan pentingnya perbuatan nyata dalam aplikasinya. SEMOGA

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media