Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Ketika Kepala Sekolah Mencegah Sertifikasiku

Ketika Kepala Sekolah Mencegah Sertifikasiku

Sebuah Kejadian Kelam di Dunia Pendidikan



Sebuah Kejadian Kelam di Dunia Pendidikan

Selamat malam, sudah lama sebenarnya saya ingin berbagi sesuatu hal ini terjadi dengan seseorang teman, masih ingin rasanya saya simpan rasa bertanya-tanya saya terhadapnya, sakit hati, penasaran dan hal -hal negatif lainnya, Kenapa hal ini terjadi ke ia? namun di malam ini saya ingin share ( dengan persetujuannya) hal itu kepada pengunjung blog saya.
Awal cerita dimulai pada 2 Tahun lalu, tepatnya di tempat ia mengajar di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, ia mengabdi di sekolah itu mulai tahun 2004. Latar belakang ia adalah selalu senang dengan namanya organisasi, sehingga ia sangat paham dan mengerti hirarki dan proses di sebuah organisasi atau lembaga, baik itu yang berkaitan dengan kebijakan, proses komunikasi hingga melakukan evaluasi. Hal ini menuntut ia harus jelas bersikap, hitam yah ia katakan hitam dan putih ia katakan putih, tidak ada hal yang abu-abu. Namun semua sikap dan dan komitmen ia ini di anggap aneh, tidak bisa diajak bekerjasama, dan membahayakan bagi sebahagian orang di lingkungan ia mengajar ( pada waktu itu ), seperti transparansi dana BOS, kecurangan UN, dana intensif dinas, pengutipan biaya sertifikasi bagi guru yang ingin lulus sertifikasi dan seluruh berkaitan dengan uang.
Dengan ini ia mulai mendapat banyak tantangan dengan sikap ia, baik itu dari pengurangan jam mengajar, tidak diberikan jabatan di sekolah dan hal-hal yang berkenaan dengan organisasi sekolah. sehingga hal kelam ia ini terjadi.
Pada awalnya ia tidak percaya ketika hal ini ia terima, ia anggap itu gosip dan isu, namun kabar yang mengejutkan ia terima langsung dari seorang pengawas pendidikan Agama Islam di Departemen Agama, beliau menelepon ia dan menyuruh ia datang langsung ke kantornya, singkat cerita ia ketemu beliau dan beliau paparkan seluruhnya kepada ia, bagaikan petir di siang bolong, ia tidak menyangka hal ini terjadi.
Informasi ia dapat dari beliau ( pengawas pendidikan ) adalah: " Pak ... ia baru saja sehat sakit, dan gak mungkin ia berbohong dengan bapak, di dalam rumah sakit ia di telpon oleh seseorang dan meminta kepada ia akan hal berikut:
" Ibu, mohon berkas sertifikasi atas nama Bapak ini.... jangan di luluskan !!! " 

"Gimana pak? kira-kira kesalahan apa yang bapak lakukan?" ujar ibu pengawas tersebut, ia hanya terdiam dan merenung serta 95 % ia tidak percaya ini dilakukan kepada ia. Dengan wajah masih bertanya-tanya ia mengucapkan terimakasih dan pulang meninggalkan kantor ibu tersebut.
Di sepanjang perjalanan lagi-lagi ia masih tidak percaya,

  1. kenapa ia diperlakukan seperti ini? 
  2. Apa karna ia guru Agama? 
  3. Apa karena ia guru lama dan ia merasa terancam dengan jabatannya?. 


Sesampainya ia di sekolah, ia bertingkah laku biasa dan seolah-olah tidak terjadi masalah apapun. Kejadian ini ia diskusikan dengan istri di rumah, dan kami mengambil sebuah tindakan dan kesimpulan bahwa " Bersabarlah...sebab setiap hal itu ada masanya, dan semuanya itu kita serahkan kepada Allah untuk membalasnya.
Sudah 2 tahun hal ini ia pendam, dan malam ini saya ceritakan kepada anda selaku pembaca setia blog sederhana saya. Benar sudah bahwa, setiap tindakan baik, pasti ada perbuatan buruk yang selalu tidak senang dengannya. Semoga Allah yang dapat membalasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media