Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Harusnya Pendidikan Karakter Sekolah Islam Terpadu Seperti Ini

Harusnya Pendidikan Karakter Sekolah Islam Terpadu Seperti Ini


Konsep Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam yang kita inginkan haruslah memperhatikan konsekwensi logis dari perkembangan era global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan dan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat serta harapan tentang masyarakat dunia masa depan. “Komisi Internasional Untuk Pendidikan Abad Dua Puluh Satu” dalam laporannya ke UNESCO, mengajukan rumusan tentang empat pilar pendidikan yaitu:
  1. Learning to live together: belajar untuk memahami dan menghargai orang lain, sejarah mereka dan nilai-nilai agamanya.
  2. Learning to know: penguasaan yang dalam dan luas akan bidang ilmu tertentu, termasuk di dalamnya learning to how
  3. Learning to do: belajar untuk mengaplikasi ilmu, bekerjasama dalam team, belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi.
  4. Learning to be: belajar untuk dapat mandiri, menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.


Keempat pilar pendidikan masa depan itu kemudian diterjemahkan ke dalam Konsep Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang diharapkan mampu membantu siswa-siswi mereka untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi kehidupan di masa depan, yaitu: kompetensi keagamaan, kompetensi akademik, kompetensi ekonomi, dan kompetensi social pribadi.

Konsep pembelajaran yang berkualitas semestinya juga harus memperhatikan azas-azas psikologi, psikometri dan pedagogi. Semua aktivitas belajar selayaknya berlandaskan kepada pencapaian tugas-tugas perkembangan dan prinsip-prinsip belajar yang meliputi hal-hal yang terkait dengan kerja kognitif, individual differences, motivasi, bakat dan kecenderungan, serta tata hubungan antar individu. Semua itu kemudian akan mempengaruhi pola dan model instruksional, class management, class assessment, media belajar dan sebagainya. 

Konsep Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang menjanjikan perbaikan masa depan adalah Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang memiliki paradigma pendidikan yang maju dan visioner. Pendidikan haruslah mampu menumbuhkan dan mengembangkan potensi fitrah peserta didik yang memiliki sederet keunggulan kompetitif guna menghadapi segala tantangan ke depan. Pendidikan harus mampu melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki karakter dan kemampuan sebagai berikut:
Memiliki pemahaman yang benar terhadap ajaran agamanya dan landasan keimanan dan ketaqwaan yang kokoh sebagai wujud dari kefahaman tersebut
Kemampuan riset dan teknologi yang tepat
Penguasaan bahasa international yang cakap
Motivasi berprestasi dan Keterampilan belajar yang tinggi
Kepemimpinan yang kuat
Kesehatan yang prima
Keterampilan hidup (life skill)
Memiliki etos kerja dan disiplin yang tinggi
Kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”
Rasa percaya diri yang kuat, dan kebanggaan terhadap sejarah kepemimpinan Islam.

Konsep Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam seharusnya adalah Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang mampu memadukan secara harmonis dan seimbang antara apa yang disebut sebagai “ayatul qauliyah” berupa ajaran Al Qur’an dan Hadis Nabi yang suci sebagai petunjuk dan pedoman hidup (minhajul hayah) dan “ayatul kauniyah” berupa segala fenomena alam yang perupakan sunnatul kaun yang menjadi sarana dan fasilitas kehidupan (wasailul hayah).Dengan perpaduan yang harmonis dan seimbang maka Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam telah membebaskan dirinya dari keterjebakan arus “sekulerisasi kurkulum”, ataupun kejumudan dalam arus “sakralisasi kurikulum”.

Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam yang ideal adalah Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang melibatkan peran serta guru, orangtua dan masyarakat sesuai dengan proporsinya. Artinya, Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang merupakan lembaga melairkan generasi yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama antara negara, Lembaga Pendidikan/ Sekolah, orangtua dan masyarakat. Pengelolaan Lembaga Pendidikan/ Sekolah yang efektif mestinya melibatkan peran serta keempat pihak tersebut, sesuai dengan peran dan fungsinya. Negara, dalam hal ini pemerintah, memberi dukungan, kemudahan dan perlindungan bagi terselenggaranya Lembaga Pendidikan/ Sekolah, Orangtua dapat memberi masukan, membantu memperkaya proses belajar, menjadi nara-sumber dan fasilitator dalam berbagai kegiatan Lembaga Pendidikan/ Sekolah. Masyarakat dapat membantu menyediakan sumber dan fasilitas belajar tambahan yang ada di luar Lembaga Pendidikan/ Sekolah.

Lingkungan yang baik (biah solihah)juga merupakan salah satu criteria penting bagi Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam. Lingkungan yang bersih, rapih, sehat dan nyaman merupakan syarat mutlak bagi Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam. Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam seharusnya juga mampu menciptakan suasana pergaulan dan interaksi yang Islami: santun, saling menyayangi dan menghormati, saling melindungi dan saling berbagi. Cerminan Lembaga Pendidikan/ Sekolah Islam yang baik juga ditunjukkan oleh warganya yang tertib, disiplin dan rapih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media