Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Guru, Siswa dan IT

Guru, Siswa dan IT

Guru dan IT
Akhirnya posting juga.
Postingan saya kali ini berjudul Guru dan Siswa, dua makhluk Allah yang berbeda status dan sama di mataNya. Pertanyaan apa yang terkait dengan judul di atas adalah; bagaimana sikap guru terhadap perkembangan Informasi dan Teknologi yang sangat mengandrungi para siswa pada saat ini. Siapa yang tidak punya account Facebook ? Twitter ?
Dengan kemajuan teknologi dan murahnya untuk mendapatkannya, tidak jarang saat ini anak usia SD ( 8-12 Tahun ) sudah memiliki account tersebut. Orang tua di sini berperan sebagai penyeleksi bagi mereka hal mana yang menjadi prioritas dan kebutuhan terhadap anak, agar tidak terjadi salah contoh dan tiru dalam menggunakan teknologi tersebut.
Di dalam kelas seorang guru sangat menjadi idola, disegani, momok, sahabat atau menjadi panutan bagi siswa, namun kenyataan terbalik apabila disadari oleh para guru bila mereka mengetahui kondisi yang nyata di sosialmedia, cacian, hinaan bahkan omongan kotor serta olak - olokan kerapkali di lontarkan para siswa di account mereka.
Sikap guru akan hal itu adalah merupakan tantangan yang nyata pada saat ini, sehingga seringkali minat untuk belajar anak juga terkadang berkurang diakibatkan ketergantungan siswa akan hal itu. Di sinilah para guru diminta harus memperbaiki dirinya dalam menyikapi tantangan yang nyata bagi pelajar. Tidak cukup hanya seorang guru memiliki laptop sudah dapat menyeimbangkan hal tersebut, keterampilan dan penguasaan IT bagi guru sangat membantu mereka dalam menyeimbangkan minat mereka di dunia maya dengan pembelajaran yang menggunakan IT tersebut.
Pertanyaan yang sering terlontar dikalangan masyarakat adalah mampukan guru untuk menyahuti fenomena ini? pertanyaan sederhana namun sangat mendasar dikalangan guru.  Banyak kelas dibeberapa sekolah memeiliki fasilitas yang sangat memadai untuk menggunakan media yang merupakan penjabaran IT di sekolah, seperti LCD, audiovisual dan lainnya. Namun juga menjadi hal yang tidak mengherankan bahwa sekolah tersebut tidak memiliki konsep yang jelas dan tegas dalam melaksanakannya, sehingga terkesan hanya menjadi baju yang cantik dan indah dalam perekrutan siswa dalam tahun ajaran baru.
Sudah saatnya para guru ( terutama guru yang muda ) membenahi diri untuk selalu tanpil beda dalam mengajar, khusunya dengan menggunakan media yang telah disediakan oleh pihak sekolah, sehingga tidak sesuatu yang aneh apabila seorang guru yang di gugu dan ditiru tidak memiliki email, Blog dan menggunakan fasilitas media pembelajaran lainnya.
Hal ini mungkin apabila di lakukan menjadikan para guru yang MELEK TEKNOLOGI, tidak tertinggal dengan kemajuan para siswa yang selalu up date dengan gatget terbaru di lingkungan mereka. S E M O G A

1 komentar:

  1. Terlalu banyak masalah mendasar di dunia pendidikan, dan kini ditambah lagi dengan ketidakmelekan guru terhadap teknologi, kalah dengan muridnya.
    Hhmmppfftt... repotnya.

    BalasHapus

Komunitas Blog Guru Sosial Media