Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , , , , » Kecurangan UN ada di Internal Sekolah

Kecurangan UN ada di Internal Sekolah

WASPADA ONLINE
MEDAN – Salah satu factor penentu kelulusan siswa dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) merupakan 40 persen dari nilai rapor. Hal ini memunculkan keraguan bahwa kecurangan akan dilakukan oleh internal sekolah, dengan cara melakukan mark up terhadap nilai siswanya.

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Utara (Sumut), OK Nazaruddin Hisyam menyatakan, Dewan Pendidikan meminta kepada pihak sekolah di Sumut untuk tidak melakukan kecurangan dengan memanipulasi nilai raport siswa.

“Indikasi atau sinyalemen terjadinya manipulasi nilai raport ini, sangat mungkin terjadi. Hal ini dilakukan secara transparan dan objektif dalam menghasilkan UN yang jujur, bersih, akuntabel dan berkualitas,” ujar OK Nazaruddin, hari ini.

Maka dari itu, OK Nazaruddin mengajak Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas Pendidikan, sekolah dan guru-guru untuk bersama-sama tidak melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN, sehingga lulusan-lulusan generasi bangsa yang dihasilkan melalui UN kali ini benar-benar memiliki kualitas yang baik.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Hasan Basri. Dia mengimbau kepada guru maupun pengawas untuk tidak membedakan siswa yang ikut UN bergabung, karena dalam pelaksanaan UN tidak ada perbedaan antara sekolah penyelenggara dan sekolah yang bergabung, karena hak siswa untuk mengikuti ujian adalah sama.

Selain itu, Hasan juga mengimbau agar siswa yang bergabung tetap optimis dan jangan pesimis, karena UN ini sebuah kegiatan yang biasa saja dan semua siswa pada umumnya sudah pernah melaksanakan ujian. Bahkan dari laporan yang diterimanya menyatakan siswa sudah beberapakali mengikuti kegiatan try out yang sistemnya mirip dengan pelaksanaan UN.

“Bagi siswa yang bergabung jangan pesimis tapi harus optimis,” katanya, sembari menyebutkan untuk SMA ada 28 siswa, untuk MA,10 dan 16 siswa SMK.

Hasan juga berharap agar pihak aparatur keamanan memberikan perhatian serius terhadap isu yang beredar tentang adanya kebocoran soal UN.

dikutip dan ditulis ulang dari WASPADA ONLINE tanggal 18 April 2011
Editor: AGUS ZULHAMIDI


Kata Kunci/ keyword Terkait dengan artikel ini :

ujian nasional, soal ujian nasional, soal ujian nasional 2011, soal ujian nasional 2012,prediksi ujian, soal prediksi ujian nasional, ujian nasional matematika, soal prediksi uan 2011, soal prediksi uan 2012, jawaban ujian nasional, prediksi uan smp, ujian nasional bahasa indonesia, prediksi un sma, prediksi ujian nasional smp, prediksi uan 2011 smp, prediksi uan 2012 smp, prediksi soal ujian smp, soal ujian nasional bahasa indonesia, prediksi uan sma, prediksi unas, prediksi ujian nasional sma, prediksi uan smk, soal unas 2011 smp, soal unas 2012 smp, prediksi uan 2012, prediksi uan 2011, prediksi uan 2010, prediksi uan 2009, prediksi soal unas, bocoran ujian nasional, ujian nasional smp 2012, ujian nasional smp 2011, ujian nasional smp 2010, ujian nasional smp 2009, prediksi unas smp, soal prediksi unas 2012, soal prediksi unas 2011, soal prediksi unas 2010, bocoran uan 2012, bocoran uan 2011, bocoran uan 2010, prediksi soal-soal uan, prediksi unas smp 2012, prediksi unas smp 2011, prediksi unas smp 2010, soal unas 2012 smp, soal unas 2011 smp, soal unas 2010 smp, soal unas 2008, soal unas sma 2012, soal unas sma 2011, soal unas sma 2010, soal2 ujian nasional, download soal unas smp, soal unas smp 2012, soal unas smp 2011, soal unas smp 2010, soal unas smp 2009, kecurangan ujian nasional.

5 komentar:

  1. rasanya, apapun kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan selalu memiliki kelemahan dan menuai protes.... kapan kita belajar dewasa secara ilmiah...

    BalasHapus
  2. sip mas..setuju, namun hendaknya pemerintah juga mendengar aspirasi2 kayak gini yah mas..?

    BalasHapus
  3. hanya guru yang bodoh yang mengizinkan murid nya melakukan kecurangan dalam UN

    BalasHapus
  4. hanya guru yang bodoh yang mengizinkan murid nya melakukan kecurangan dalam UN

    BalasHapus
  5. mENYEDIHAKN ya. Sebetulnya yang pertama curang adalah pemerintah, kebijakan UN adalah kebijakan yang mendzalimi siswa. Tidak sesuai dengan ruh pendidikan. Tapi bagaimanapun saya kira kita tetap harus fight, berjuang memberikan yang terbaik untuk negeri ini melalui pendidikan di sekolah kita.

    BalasHapus

Komunitas Blog Guru Sosial Media