Selasa, 02 Juni 2009

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pemahaman tentang kurikulum bermacam - macam, dari sangat sederhana seperti kurikulum merupakan mata pelajaran sampai ke kurikulum sebagai kegiatan sosial.


PENGERTIAN KURIKULUM

Pandangan klasik dalam penyusunan kurikulum yang masih dugunakan sampai saat ini adalah rasional Tyler ( 1949 )yang mengemukakan pertanyaan sebab akibat yang meliputi :
1. Tujuan pendidikan apa yang harus dicapai di sekolah.
2. Pengalaman pendidikan apakah yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.
3. Bagaimana pengalaman pendidikan ini dapat di kelola secara efektif.
4. Bagaimana kita dapat menentukan bahwa tujuan pendidikan ini telah dicapai.

LANGKAH - LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Merumuskan Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan yang dirumuskan meliputi tujuan nasional, institusional dan tujuan pembelajaran. Tujuan nasional di Indonesia dapat dilihat pada Undang - Undang Sistem Pendidikan yang berlaku. Bedasarkan Tujuan pendidikan nasional, maka disusun tujuan institusional dan tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional. Tujuan ini kemudian menjadi kreteria untuk memilih isi, bahan pembelajaran, metode dan penilaian.
Tujuan mestinya mengandung pernyataan tentang apa yang harus dilakukan peserta didik, bukan apa yang harus dilakukan guru. Tujuan mengandung perubahan perilaku yang diinginkan dan materi yang digunakan untuk mencapai perubahan perilaku tersebut.
Tujuan dapat ditulis secara lebih umum, seperti mengembangkan minat peserta didik atau secara khusus membedakan perubahan fisik dan perubahan kimia.

2. Menyusun Pengalaman Belajar


Penglaman belajar perlu disusun untuk memberikan gagasan kepada para guru tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan. Agar pengalaman ini dapat mencapai tujuan pendidikan pada berbagai tingkat, maka perlu disusun terlebih dahulu tentang kreteria penentuan pengalaman belajar. Berikut ini adalah kreteria seleksi pengalaman belajar yang perlu dicermati oleh para pengembang kurikulum.
a. Validitas, artinya dapat diterapkan di sekolah.
b. Kelayakan, yaitu layak dalam hal waktu, kemampuan guru, fasilitas sekolah dan pemenuhan terhadap harapan masyarakat.
c. Optimal dalam mengembangkan pengetahuan peserta didik.
d. Memberikan peluang untuk pengembangan berpikir rasional.
e. Memberikan peluang untuk menantang pengembangan seluruh potensi peserta didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.
f. Terbuka terhadap hal baru dan menoleransi perbedaan kemampuan peserta didik.
g. Memotivasi belajar lebih lanjut.
h. Memenuhi kebutuhan peserta didik.
i. Memperluas minat peserta didik
j. Mengembangkan keutuhan pengembangan ranah kognitif, afektif, psikomotorik, sosial, emosi dan spritual peserta didik.


Menentukan Materi Kurikulum

Pengalaman belajar selalu mengandung materi kurikulum. Materi kurikulum ditentukan dalam bahan kajian dan mata pelajaran. Di Indonesia bahan kajian dimuat dalam Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37. Bahan kajian ada yang langsung menjadi mata pelajaran. Bila bahan kajian terlalu luas dapat dijabarkan ke dalam mata pelajaran tertentu dengan spesifikasi keilmuan yang lebih khusus, seperti kimia atau geografi atau pengetahuan sosial. Penentuan mata pelajaran bergantung pada jenjangdan jenis pendidikan.

Setiap mata pelajaran akan memuat sejumlah materi pelajaran. Untuk menentukan materi pelajaran perlu ditentukan kreteria seleksi materi, yaitu:
1. Menuju kemandirian peserta didik.
2. Mengandung makna yang mendalam.
3. Menyiratkan saran menuju kualitas kehidupan yang lebih baik.
4. Mengandung urutan atau sistematika berdasrkan kepentingan sebab akibat, makna tunggal, makna majemuk.
5. Autentik.
6. Menarik.
7. Bermanfaat bagi kehidupan peserta didik.
8. Dapat dipelajari.
9. Layak di pelajari.


Mengelola Pengalaman Belajar

Pengelolaan pengaaman belajar dapat dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, yaitu pengembangan vertikal dan horizontal, serta kesinambungan.


Menilai Pembelajaran


Penilaian pembelajaran merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Pengumpulan informasi dilaksanakan dengan menerapkan asas - asas penilaian, keberlanjutan dan kesinambungtan, pengumpulan bukti - bukti autentik, akurat dan konsisten dalam menjamin akuntabilitas publik.


RINGKASAN

Dalam mengembangkan kurikulum hal - hal yang perlu diperhatikan adalah;
1. Merumuskan tjuan pendidikan
2. Menyusun pengalaman belajar.
3. Mengelola pengalaman belajar
4. Menilai pembelajaran

Tujuan pendidikan meliputi tujuan raional, institusional dan tujuan pembelajaran. Pengalaman pembelajaran disusun untuk memberikan gagasan kepada guru tentang rincian kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan. Pengalaman pembelajaran mengandung materi kurikulum. Kriteria seleksi materi yang dapat dipertimbangkan mencakup, kemnadirian peserta didik, memgandung makna yang mendalam, menuju kualitas kehidupan yang lebih baik, mengandung urutan atau sistematika berdasarkan kepentingan, autentik, menarik, bermanfaat, dapat dipelajari, dan layak dipelajari.
Ada lima model pendekatan pengembangan kurikulm, yaitu:
1. Model Tyler.
2. Model Taba.
3. Model Teknik Saintifik
4. Model nonteknik saintifik
5. Model pendekatan hasil belajar.


(by Ella Yulaelawati, Kurikulum Dan Pembelajaran )

4 komentar: