Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , » MULTIPERAN GURU

MULTIPERAN GURU

Pendidikan formal dirasakan urgensinya ketika keluarga tidak mampu lagi memebrikan pendidikan yang wajar kepada anak - anaknya. Lembaga pendidikan akhirnya diterima sebagai wahana proses kemanusiaan dan pemanusiaan kedua setelag keluarga. Dalam perjalannanya ternyata tidak ada pendidikan formal yang benar - benar netral. Ini ditandau dengan adanya peraktik pendidikan yang kurang menghargai kebebasan siswa. fenomena ini disebut juga sebagai praksis pendidikan yang membelengu, bukan membebaskan. Menurut Freir dalam bukunya The Politic of Education ( 1980 )yaitu pendidikan yang membebaskan merupakan proses pendidikan yang mengkondisikan siswa untuk mengenal dan mengungkapkan kehidupan yang nyata dan kritis.
Pendidikan yang membebaskan tidak dapat direduksi menjadi sekedar usaha guru utk melaksanakan kebebasan kepada siswa. Sementara itu pendidikan yang membelenggu berusaha menanamkan kesadaran yang keliru kepada siswa sehingga mereka mengikuti alur kehidupan ini dan menerima realitas tanpa filter yang selektif.
Terlepas dari apakah kehadiran guru di kelas dan di luar kelas membebasan atau membelenggu siswanya, kebutuhan dan tuntutan , masyarakat akan tenaga pendidikan, terutama guru amat terasa esensi dan urgensinya pada pendidikan formal untuk setia jenis dan jenjang.
Di lembaga pendidikan formal guru menjalankan tugas pokok dan fungsi yang bersifat multi peran, yaitu sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih. Istilah pendidik merujuk kepada pembinaan dan pengembangan efeksi peserta didik. Istilah pengajar merujuk kepada pembinaan dan pengembangan pengetahuan atau asah otak intelektual.
Istilah pelatih meskipun tidak lazim menjadi sebutan untuk seorang guru merujuk kepada pembinaan dan pengembangan keterampilan peserta didik seperti yang dilakukan oleh guru keterampilan.
Pada lembaga pendidikan dan pelatihan ( diklat ) pelatih atau disebut juga dengan widyaiswara melaksanakan tugas - tugas kepelatihan. Instruktur atau tutor bertugas membimbing atau melatih peserta kursus. Di sekolah dibentuk kelembagaan Bimbingan Penyuluhan atau Bimbingan Karir ( BK ) yang tugas pokok dan fungsinya dijalankan oleh guru BP/ BK. Guru, pelatih, pembimbing, tutor dan instruktur hanyalah sebagai kecil dari jenis - jenis tenaga kependidikan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media