Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , , » LANDASAN PELAKSANAAN PORTOFOLIO

LANDASAN PELAKSANAAN PORTOFOLIO



Pelaksanaan portofolio memiliki suatu landasan penerapan dan tata pelaksanaan dalam melakukan tindakan portofolio, dan hal ini juga dilandasi oleh beberapa model yang berbasis pemikiran - pemikiran, antar lain :
1. Pilar Pendidikan
Pilar pendidikan memiliki empat pilar yang mendukun terlaksananya pendidikan tersebut, dan hal ini yang menjadikan basis portofolio adalah learning to do, learning to know, learning to be, and learning to live together, hal ini sesuat yang dicanangkan oleh UNESCO. Dalam proses pembelajaran para orang dewasa ( guru ) tidak seharusnya memposisikan peserta didik sebagai pendengar ceramah guru ( orang dewasa ) diumpamakan dengan botol kosong yang diisi dengan ilmu pegetahuan. Seharusnya peserta didik diberdayakan agar dapat dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya ( learning to do ) dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan fisik, sosial maupun budaya, sehingga mampu membangun pemahaman dan pegetahuan terhadap dunia di sekitarnya ( learning to know ). Diharapkan hasil interaksi dengan lingkunganya itu apat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya ( learning to be ). Kesempatan berinteraksi dengan bebrbagai individu atau kelompok yang bervariasi (learning to live together ) akan membentuk kepribadian untuk memahami kemajemukan danmelahirkan sikap - sikap positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup.


2. Konstruktivisme
Dengan demikian peserta didik menjadi arsitektur untuk dirinya sendiri yang dapat mengubah gagasan peserta didik itu sendiri. Sedangkan Pendidik ( guru dan dosen ) hanyalah sebagai fasilitator atau perantara dan penyedia kondisi agar proses belajar mengajar berlangsung.
Hal ini banyak bentuk dan rupanya, antara lain yaitu diskusi, hal ini dapat menimbulkan iklim siswa agar mau mengungkapkan gagasan, pengujian dan hasil penelitian sederhana, demontrasi dan peragaan prosedur ilmiah.

3. Democratic Teaching
Bangsa Indonesia yang tengah melakukan reformasi menuju kehidupan demokrasi pada abad ini harus berfikir bahwa seluruh institusi mampu mendukung untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari - hari di ligkungan keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga pemerintah maupun non pemerintah.
Democratic Teaching adalah suatu bentuk upaya menjadikan sekolah sebagai pusat kehidupan demokrasi melalui proses pembelajaran demokratis. secara singkat democratic teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai - nilai demokrasi, yaitu pengahargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan dan memperhatikan keragaman peserta didik. Dalam perakteknya para pendidik hendaknya memposisikan peserta didik sebagai insan yang harus dihargai kemampuannya dan diberi kesempatan untuk membangun potensinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komunitas Blog Guru Sosial Media